Ustadz, I Love U

Ustadz, I Love U
MP twins



Kalau saat berangkat kevan dan kevin kekeh ingin satu mobil dengan adik perempuannya. Beda cerita saat keduanya telah berhasil disahkan sebagai suami istri di depan penghulu. Kali ini mereka pulang dengan pasangan masing-masing menggunakan mobil pengantin yang sudah disiapkan sang papa.


Suasana di dalam mobil kevan dan zahra sangat sunyi. kevan enggan melepaskan genggaman tangannya dari sang istri, satu tanganya memegang kemudi dan satunya menggenggam tangan sang istri. sesekali mengecup punggung tangan istri tercinta membuat hati zahra menghangat. Ternyata cinta yang di pertahankan lebih dari 10 tahun itu berbuah manis.


" Terima kasih zah, terima kasih bersedia menjadi Istriku!" ucap kevan tulus melemparkan senyuman kearah sang istri.


" Terima kasih juga telah membawa cinta kita ke dalam ikatan halal ini !" ucap zahra membalas senyuman sang suami.


menoleh keadaan mobil pengantin sebelah. Putri tertunduk malu tak berkata sepatah katapun. Sekilas melirik pria tampan yang telah sah menjadi suaminya beberapa saat lalu itu. Jantung putri berdegup tak menentu. Mengingat bagaimana kejadian di acara pernikahannya tadi, akankah orang yang ada di sampingnya itu memberinya kesempatan untuk mempersiapkan fisik dan mentalnya sebagai seorang istri. Bagaimana kalau kevin langsung menerkamnya dengan buas malam ini juga. Mengingat di depan penghulu dan para undangan saja tak ada malunya langsung nyosor begitu saja.


" Ga usah tegang begitulah, kita kan sudah sah dimata agama dan negara !" ucap kevin berusaha menenangkan wanita di sampingnya yang nampak begitu ketara kegugupannya.


" aku belum terbiasa !" jawab putri singkat kemudian kembali menunduk takut berlama menatap orang yang ada di sampingnya.


cup...satu kecupan singkat diberikan kevin di pipi kanan sang istri. Membuat mata putri kembali membulat tak percaya dengan apa yang dilakukan orang di sampingnya.


cup...Dan satu lagi kecupan di bibir wanita cantik yang masih menganga dalam kekagetannya itu. Jantung putri benar-benar semakin tak beraturan. Apa yang di lakukan kevin benar-benar sukses membuatnya mati gaya dan sulit mengendalikan detak jantungnya.


" kak kevin ach, aku belum siap tahu !" protesan itu akhirnya lolos dari mulut polos putri membuat kevin terbahak setelah sedari tadi tak mendapat respon apapun kecuali wajah kaget sang istri dengan semua tingkahnya.


sementara putri yang menyadari ucapannya membuat suaminya tergelak semakin tersipu malu menutup wajah cantiknya menggunakan kedua telapak tangan.


" aku ga bisa lihat wajah cantikmu kalau wajahnya di tutup gitu!" ujar kevin tak berhenti menggoda wanita di sampingnya meski sudah malu tingkat dewa tak mampu memperlihatkan wajahnya.


" sudah ach kak kevin, cepetan bawa mobilnya !" gemas putri yang lagi-lagi membuat kevin tergelak dengan tingkah lucu sang istri yang tengah malu karena ulahnya itu.


" kamu sudah tak sabar mau...


" kak kevin....


Kevin kembali tergelak sebelum akhirnya melajukan mobilnya melejit kerumah sang mertua yang akan menjadi tempat menginapnya malam ini. sebelum memboyong sang istri untuk ikut tinggal bersama kedua orang tuanya.


Entah musibah atau justru anugerah untuk putri memiliki suami konyol seperti kevin. Rasanya sudah lama juga ia tak bisa tersenyum selebar saat ini kala bersama kevin. Tapi mengingat tingkahnya yang begitu menyebalkan ingin sekali putri melempar suaminya yang tak tahu malu itu ke kali ciliwung.


Tak lama kedua pasang pengantin telah sampai di tujuan masing-masing. Kevan dengan lembut menggandeng sang istri masuk kedalam rumah kediaman sang mertua yang akan menjadi tempatnya menetap setelah menikah. Aura kebahagiaan begitu terpancar dalam diri keduanya. Membuat kedua orang tua zahra tersenyum bahagia melihat kebahagiaan anak dan menantunya itu. Akhirnya penantian zahra selama ini berbuah manis. Mengingat zahra selalu menolak saat di jodohkan dengan alasan menunggu kevan. Tapi hari ini semua benar-benar terjadi. Anak perempuan satu-satunya itu telah menemukan kebahagiaannya bersama orang yang di cintanya.


Beda cerita dengan pengantin tetangga. Begitu mobil yang dikendarai terparkir di halaman rumah besar sang mertua. dengan sigap kevin membukakan pintu untuk sang istri dan menggendongnya bak putri di negeri dongeng. Membuat Angga dan Alya yang dari tadi lebih dulu sampai daripada sepasang pengantin itu terkekeh sendiri. Sementara putri yang sudah tak punya muka untuk menatap ayah dan adiknya karena perlakuan sang suami memilih menyembunyikan wajahnya di dada bidang orang yang saat ini menggendong tubuhnya.


" Assalamualaikum pa, adik ipar !" sapa kevin dengan santainya memasuki rumah besar sang mertua seperti rumah sendiri.


" wa'alaikumussalam, cari kamar kamu sendiri vin, di atas !" ucap angga yang sudah tak sungkan meski baru beberapa kali bertemu dengan sang menantu.


" kakak ipar so sweet banget sih, Alya jadi iri sama kak putri, beruntung banget kak putri dapat suami sweet kaya pangeran negeri dongeng kaya kak kevin!" ucap Alya kagum dengan tingkah kakak iparnya.


" Huss, sekolah dulu yang bener baru mikir jodoh !" ucap Angga menepuk bahu anak bungsunya kemudian berlalu masuk kedalam kamar.


Alya hanya mengangkat bahunya tak peduli dan mengikuti jejak sang ayah melangkah menuju kekamarnya.


Kevan dan zahra telah mengenal dan saling mencintai sejak bertahun-tahun lamanya. Sudah tentu kedua sejoli itu memadu kasih dengan penuh cinta di malam pertama mereka sebagai pasangan halal. Lain halnya dengan pasangan sebelah yang baru saja mengenal satu bulan, itupun tanpa kontak sama sekali bisa di bayangkanlah bagaimana malam pertama mereka berdua. Mau ngintip ?😂


Sejak tadi pulang dari gedung pernikahan putri merasa canggung sendiri di dalam kamar berdua dengan kevin lelaki yang pagi tadi telah sah menjadi suaminya. Di tambah lagi tingkah kevin yang selalu membuat pipinya blushing dengan tingkah konyolnya.


Malam ini, membayangkannya saja putri sudah tak sanggup. Ingin rasanya ia kabur ke planet mars malam ini agar tak melihat wajah pria tampan yang menjadi suaminya itu.


" kalau dilihat-lihat istriku ini lebih mirip bidadari dari pada manusia !" ucap kevin mendekatkan wajahnya kearah sang istri yang sedari tadi sudah gugup membayangkan bagaimana nasibnya malam ini.


" ga lucu !" ucap ketus putri di tengah kegugupannya.


" dih, bidadari bisa ketus juga !" ucap kevin semakin bersemangat menggoda istrinya yang semakin salah tingkah itu.


Astaghfirullah hal 'adziim, sabar put sabar..batin putri menenangkan hatinya.


" Sayang...!" bisik kevin di telinga sang istri. menciptakan desiran lembut disana membuat sang istri merinding geli.


Hembusan nafas kevin semakin terdengar jelas di telinga putri membuat jantungnya berdetak semakin tak terkendali. Apa iya mereka harus melakukannya secepat ini ? kenal saja belum, tapi ia juga tak bisa menampik kewajibannya sebagai seorang istri yang harus melayani suaminya semenjak ijab qobul telah di ucapkan kevin di depan penghulu dan para saksi.


" Apa kak kevin menginginkannya malam ini juga ?" pertanyaan itu akhirnya terucap dari mulut putri yang sedari tadi sudah mulai gundah gulana memikirkan nasibnya akan di terkam binatang buas malam ini.


" hmmm...!" jawab kevin dengan anggukan kecil.


" Baiklah lakukan, seluruh jiwa dan ragaku sudah menjadi hakmu sekarang !" ucap putri akhirnya setelah mempertimbangkan banyak hal dalam pikirannya. Toh kalaupun tidak malam ini ia juga pasti tetap akan melakukannya karena itu sudah menjadi hak orang yang menjadi suaminya.


Dengan senyum mengembang kevin memulai aksinya dengan do'a yang lebih dulu ia pelajari dari adik iparnya beberapa hari lalu. Karena ia ingin mendapatkan seorang anak yang lucu seperti kedua keponakannya.


Putri pun mulai memejamkan mata merelakan seluruh jiwa dan raganya untuk orang yang telah sah menjadi suaminya. Meski sedikit tegang tapi putri berusaha melayani suaminya dengan baik. Dan malam itu bobol lah sudah pertahanan putri oleh keganasan kevin yang memang sudah siap menerkamnya sejak pagi tadi di pelaminan.


" Terima kasih!" ucap kevin mengecup kening sang istri usai menikmati malam indah bersama pasangan halalnya.


Putri menjawab dengan senyum kecil, masih sibuk menetralkan detak jantung dan nafasnya yang tak di berikan sedikitpun ruang oleh kevin untuk bergerak dengan bebas.


" Tidurlah!" ucap kevin lagi menarik selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka hingga menutupi leher. Membawa sang istri tidur kedalam dekapannya sampai keduanya benar-benar terlelap dengan nyaman.