
Pernikahan Laura dengan ustadz A'ab akan di laksanakan satu minggu setelah pertunangan. Awalnya laura kaget begitu tangal di tetapkan oleh sang papa. Mengingat ia baru saja tiba di Indonesia tiba-tiba sudah langsung di nikahkan dalam waktu yang sesingkat itu. Bahagia sih, tapi bahkan ia masih merasa belum begitu mengenal pribadi sang calon suami. Namun argumen itu segera di patahkan sang calon suami bahwa mereka akan lebih saling mengenal satu sama lain setelah menikah nanti.
Baik laura maupun ustadz A'ab menginginkan pernikahan keduanya di laksanakan secara sederhana yang penting sah menurut Agama dan negara. Namun tidak dengan sang papa yang menginginkan pernikahan anak gadis satu-satunya itu harus semeriah mungkin mengingat hal itu juga hanya sekali seumur hidup. Segala sesuatunya telah di siapkan dengan matang oleh handika kecuali konsep pernikahan. Handika membiarkan sang putri untuk menentukan konsep pernikahan impiannya sendiri.
Hari ini Handika mendatangkan WO kerumah besarnya membiarkan sang putri menentukan sendiri bagaimana konsep pernikahannya nanti. Tapi lagi-lagi laura hanya menginginkan kesederhanaan saja. Menurutnya semua ini terlalu berlebihan.
" apa ini ga terlalu berlebihan pa ? mending uangnya di tabung buat di sumbangkan ke anak yatim !" Rengek laura yang masih berharap sang papa akan berubah pikiran.
" itu sudah papa pikirkan, nanti kita undang anak yatim juga di acara penikahanmu !" Handika tetap pada pendiriannya.
Laura akhirnya menyerah dengan keputusan sang papa. Dan memilih resepsi pernikahannya dengan konsep adat jawa sesuai dengan adat sang calon suami. sedangkan sang calon suami sudah memasrahkan semuanya kepada keluarga laura karena kesibukan beliau yang memang belum bisa di tinggalkan pagi hari setelah acara pertunangan ustadz A'ab beserta rombongan langsung kembali ke Surabaya.
📨Assalamualaikum imam surgaku😙
📩wa'alaikumussalam bidadari surgaku,...
emoticonya 🙈, sabar nggih tinggal beberapa hari lagi 😊
📨😂😂😂
📩😩 gimana sudah ketemu WO nya ?
📨 udah,
📩terus ?
📨au ach,
📩dich, ko jadi ngambek sih ? apa ada yang salah ? maaf ndak bisa nemenin 🙏
📨kaya mau nikah sendiri aku tuh 😕
📩maaf ya, untuk minggu depan sudah tak cancel semua ko agendanya, minggu ini sudah terlanjur aku setujui 🙏
📨udah tau mau nikah juga masih terima job aja😑
📩 Astagfirullah hal adziiim, sudah menjadi kewajiban berdakwah kepada sesama, lagi pula kita nikahnya masih minggu depan, kalau kamu ngambek gini mana tenang aku perjalananya...
📨au ach,😒
📩 sudah waktunya sholat dhuhur, sana wudlu biar ga banyak setan yang nempel, biar ga ngambekan lagi ☺
📨Assalamualaikum
📩wa'alaikumussalam, ko yang di belakang salam jadi hilang panggilan barunya😒
Laura sebenarnya tak benar-benar ngambek, ya tapi begitulah untuk menunjukkan rasa sayangnya dengan cara yang tidak jelas. Dan sang calon suami tentu sudah paham betul dengan karakter itu jadi tidak mengambil pusing soal itu.
Laura memang suka bosen sendiri karena meskipun sudah sampai dirumah dirinya tak di perbolehkan kemana-mana oleh sang papa. sedangkan ustadz A'ab juga terlalu sibuk jika harus meladeni sifat ga jelasnya.
" Laura.....!" pekik rania yang baru saja tiba setelah beberapa hari tak menampakkan diri di rumah laura.
" lebay loe,...!" cibir rania
" kalau telinga gue pecah ga jadi nikah ni gue,...
" songong emang lo bocah, mentang-mentang udah mau nikah !" Rania membanting tubuh di samping sang sahabat yang dari tadi tak bergeming dari ranjangnya kecuali untuk makan, sholat dan ke kamar mandi.
" loe kapan nyampe jakarta ?" tanya laura pada gadis di sampingnya.
" kemarin, sory ya gue ga bisa dateng di acara tunangan elo !" jawab rania
" jahat emang loe, !" ketus laura.
Rania yang memang sudah hafal betul dengan sahabat kecilnya itu hanya mendengus dengan tingkah orang di sampingnya.
" Gimana perasaan loe ra ?" Rania kembali membuka suara setelah keduanya hanya fokus pada ponsel masing-masing.
" senenglah yang pasti, tapi grogi juga, takut gue !" laura menggeleng membayangkan bagaimana kehidupannya setelah menikah nanti.
"Gimana dengan kak Andra ra ? apa dia masih ngarepin loe ?" tanya rania dengan perasaan iba di hatinya .
Hehmh,...Laura menarik nafas panjang memikirkan perkataan rania.
" ga tau ran, selama gue di amrik aja dia masih sering ngunjungi gue, tapi mau gimana lagi gue udah berusaha buka hati gue buat dia waktu itu, dan selama 4 tahun itu masih sama, meskipun kita sering bersama hati gue ga bisa ngerasain apa-apa sama dia !" terang laura dan rania mengangguk.
" Dia bahkan ga bisa lihat orang lain lagi selain elo ra,...!" ujar rania dengan ekspresi yang entah mengapa tak dapat di artikan oleh laura.
" maksud loe ?"penasaran laura namun hanya di jawab dengan senyum yang lagi-lagi tak dapat di artikan dari rania.
" Jangan-jangan loe suka sama dia ?" tebak laura dari ekspresi rania yang tak dapat di artikan.
hehmmh...rania menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya ia mengakui kalau selama ini memang menyukai Andra. Kakak kelas yang begitu tergila-gila dengan laura semenjak SMP.
" gue emang cemburu liat dia begitu sayang sama loe ra, tapi entah kenapa rasa cinta gue ke dia lebih besar dan selalu menutupi rasa itu, gue g berani cerita ke lolita karena takut di bilang menusuk loe dari belakang meskipun gue tau loe ga pernah ada rasa sama dia, dan sekarang loe udah mau nikah, adakah kesempatan untuk gue masuk kedalam hatinya menggantikan posisi loe ra ?" Rania menumpahkan seluruh isi hatinya dengan air mata yang luruh tak terbendung.
Laura yang memahami hal itu segera membawa sang sahabat dalam pelukannya. Setidaknya untuk saat ini pelukan itu bisa menenangkan hati sahabatnya.
" pada dasarnya loe sama kak andra sama ran, sama-sama berharap pada ketidak pastian, tapi ran apa loe percaya tentang jodoh ?" laura menyibak lembut rambut indah sahabat kecilnya itu.
" kalau gue percaya ?"
" loe tahu jodoh itu tak bisa di tebak, selama lebih dari 4 tahun gue meratapi nasib gue karena gue kira ustadz A'ab udah nikah sama aisyah, gue udah frustasi karena orang yang gue nanti ternyata bukan jodoh gue, tapi setelah pulang ke Indonesia 2 hari lalu dan tiba-tiba di kejutkan dengan acara tunangan gue sama dia, rasanya gue nyesel udah meratapi nasip kaya gitu, !" ucap laura panjang lebar berharap itu bisa di terima di hati rania dan dapat membuatnya bangkit.
" apakah jalan hidup gue juga akan seindah jalan hidup loe ra ? bisa bersatu dengan orang yang bener-bener loe inginkan ?" Ujar rania penuh harap.
" Yakinlah, bahwa apa yang di rencanakan Allah lebih indah dari pada rencana kita !" ujar laura dengan seulas senyuman.
" makasih ya ra,...!"
Rania merasa lega setelah berhasil menumpahkan seluruh isi hati yang selama ini terpendam. Bertahun-tahun memendam rasa tanpa ada satu orangpun yang tahu sangatlah sesak baginya.