Ustadz, I Love U

Ustadz, I Love U
wedding part 2



usai bersalaman dengan seluruh undangan ustadz A'ab dan laura turun dari pelaminan dan menghampiri para sahabat dan kerabat yang masih berkumpul disana. Langkah laura terhenti saat melihat seseorang yang sepertinya sangat di kenalnya.


" Reza ? emang ustadz ngundang reza ?" Heran laura menoleh kearah sang suami meminta jawaban.


" kamu belum tahu ?" ustadz A'ab justru balik bertanya membuat laura semakin bingung.


" aku memang ndak di undang ra, tapi nemenin istriku !" sahut reza membuat laura semakin penasaran.


" Istri ???"


" loading banget bidadariku iki, reza itu suaminya fitri !" gemas ustadz A'ab mendaratkan satu sentilan di kening sang istri.


" Whats ????"


" Biasa aja ra, kan kamu yang do'ain biar dia jadi jodohku !" fitri yang baru kembali dari kamar mandi dan mengetahui obrolan itu segera angkat suara.


" Jahat banget kamu fit, ga pernah ngasih tahu !" sebal laura membuat pria yang ada di sampingnya semakin gemas.


" kalo aku bilang yo sudah pasti mbok bully, eits tapi awas ojo nglirik nglirik suamiku !" ujar fitri dengan tatapan menyeringai.


" ga doyan aku sama suamimu, gantengan suami aku kemana-mana lah !" Laura segera menggandeng sang suami berlalu dari hadapan fitri dan reza yang terus mengumpatnya sedangkan sang suami hanya menggeleng melihat perdebatan kedua orang itu.


Laura mengajak sang suami untuk berkumpul bersama para sahabat dan keluarganya yang kebetulan tengah melingkar menjadi satu dalam sebuah meja besar.


" wich, pengantin baru nih !" Kevin yang paling semangat menggoda pengantin baru langsung membuka suara begitu keduanya tiba di antara mereka.


" aduch yayang laura, patah hati kakak dek !" Bagas yang selalu seperti biasa bertingkah alay berpura-pura menepuk dadanya yang sama sekali tidak sakit.


" mulai dech, !" laura memutar bola matanya dengan malas melihat guyonan bagas yang menurutnya selalu garing.


Ustadz A'ab yang memang belum mengenal semua orang dalam lingkaran itu kecuali kedua kakak kembar dan sahabat laura hanya menanggapi dengan senyuman kecil.


" ustadz kenalin, mereka semua ini adalah temanku !" ujar laura memperkenalkan tanpa menyebut satu persatu nama orang yang ada di sana.


" maafkan, mereka memang rada rada !" imbuh laura membuat semua orang dalam lingkaran itu menatap tajam kearahnya tak terima.


Namun ya begitulah laura hanya memilih acuh pada respon yang tak penting menurutnya itu dan beranjak mengambilkan makan untuk sang suami.


" mentang-mentang udah punya suami loe dek, lupa sama kita kita !" cibir raihan.


" gue emang ga pernah inget inget elo kak, menuhin otak gue aja !" Jawab laura santai dan terus di perhatikan orang yang ada di sampingnya.


Sedangkan orang yang di maksud hanya berdecak memang tak pernah menang kalau yang di ajak ngomong adalah laura.


" awas ustadz istrinya ganas !" lagi-lagi Bagas membuka suara.


" udah kelihatan banget memang !" jawab ustadz A'ab santai yang langsung mendapat delikan tajam dari sang istri.


" tuch kan ustadz, belum apa-apa udah mau dimakan aja , hahaha !" Dasarnya Bagas dan Raihan memang suka melihat ekspresi sebal laura dari dulu dan itu sukses membuat semua orang terkekeh.


" udah tak doain biar jinak kog tadi,...!" ujar ustadz A'ab mengedipkan satu matanya kepada sang istri membuat wajah laura memerah antara kesal dan juga malu.


Begitulah mereka kalau di satukan. Meskipun laura dari pesantren bukan berarti dia lupa bagaimana cara mereka semua menunjukkan kasih sayang masing-masing sebagai seorang sahabat. Berbeda lingkungan maka laura juga menyesuaikannya begitupun dengan sang suami yang tak lantas kaku dan membatasi sang istri untuk berinteraksi dengan teman-temannya.


" gue ga lihat kak Andra sama rania ?" tanya laura yang sejak tadi celingukan mencari kedua orang itu.


" Gue ga mood ngomong sama loe kak, nanya serius juga !" gerutu laura sebal.


" Dia terlalu patah hati dek, makanya langsung balik !" kini Raihan yang menjawab.


Laura yang tahu kalau perkataan itu mungkin akan membuat sang suami tidak nyaman mengeratkan genggaman tangannya pada sang suami. Mengisyaratkan bahwa dia bukan milik siapapun kecuali sang suami.


" Rania ???"


Semua orang hanya mengangkat bahu karena tak ada yang tahu kemana kedua orang itu selepas mengucapkan kata selamat pada laura di pelaminan tadi. Bahkan lolita yang sejak tadi bersama raniapun kehilangan jejak dan lebih memilih bergabung dengan raihan dan bagas karena tak menemukan dimana rania.


Setelah puas bercengkerama dan mengenalkan sang suami dengan para sahabatnya laura mengajak sang suami untuk menemui tamu mereka yang dari surabaya. Laura bahkan masih penasaran dengan kisah antara Reza dan Fitri yang tiba-tiba saja mereka bisa menikah. Padahal yang ia tahu dulu reza begitu tergila-gila padanya dan fitri sangat semangat menjodohkannya dengan reza.


" Assalamualaikum, abah, umi, !" sapa laura dengan sesopan mungkin


"wa'alaikumussalam, Barakallah ab, laura , semoga sakinah mawaddah warahmah ! Do'a abah yai untuk kedua mempelai.


" Aamiiin, matur suwun abah !" jawab keduanya kemudian berpamitan untuk menemui teman-teman yang lain.


Laura dan ustadz A'ab segera menghampiri lingkaran berikutnya yang terisi Aisyah, fitri dan para tamu lain dari pesantren.


" Gandeng terus Ab,....!" ujar ustadz Fauzy mencibir.


" iyo lah zy, kalau gak tak gandeng takutnya mbok bawa pulang istriku! " jawab ustadz A'ab dengan ekspresi datarnya membuat Ustadz fauzi hanya berdecak masih saja sahabatnya itu mengingat perasaannya pada sang istri beberapa tahun lalu meski keduanya kini sudah memiliki pasangan masing-masing.


pernyataan itu sukses membuat wajah laura memerah dan semua orang yang ada disana terkekeh.


" Ustadz Fauzy sama istri ?" laura membuka suara dengan ramah.


" ngapain tanya gitu ? kalau ga sama istrinya memangnya kamu mau di bawa pulang beneran?" sahut ustadz A'ab segera tak terima dengan pertanyaan sang istri kepada sahabatnya.


" Astagfirullah hal adziiim, apa salahnya sih cuma nanya, semua orang kan datang dengan pasangannya,Reza aja sama fitri, aku juga pengen tahu pasangan ustadz fauzy yang mana !" jawab laura tak terima dengan keposesifan sang suami.


" ndak usah sebut-sebut suamiku kamu ra, naksir loch! " sahut fitri sebelum kembali mengunyah makanan yang dari tadi tak berhenti.


" idich, yang ada suamimu tu yang tergila-gila sama aku !" sahut laura cepat bergidik mendengar omongan fitri.


" eits, itu dulu !" sanggah Reza yang juga tak terima dengan tuduhan laura meskipun benar dulu dia pernah begitu menggilai pengantin wanita ustadz A'ab itu.


" sama aja, !" delik laura.


Tak di pungkiri seisi pesantren juga tahu kalau reza tergila-gila kepada laura saat masih menjadi santri dulu. Bahkan nekat melanggar aturan pesantren untuk mendekati laura. Namun semenjak kepergian laura dan mulai menjadi pengurus fitri dan Reza menjadi lebih sering bertemu dan lebih akrab.


Awalnya hanya dekat dalam masalah pengelolaan pesantren saja. Lama kelamaan tumbuhlah cinta dari kedua orang yang sama-sama konyol itu dan mereka menikah 2 tahun yang lalu.


" jadi istrinya ustadz yang mana ?" laura kembali mempertanyakan istri ustadz fauzy karena masih penasaran.


" tuch, ...!" tunjuk ustadz fauzy pada gadis yang tengah menggendong anak aisyah di ujung sana.


Mata laura terbelalak, ternyata dunia begitu sempit. Wanita yang di tunjuk ustadz fauzy sebagai istrinya adalah orang yang sudah sangat di kenal laura. Bahkan sempat dalam hati di benci karena seringnya laura mendapat ta'ziran dari orang itu. ya dan istri ustadz Fauzy adalah ustadzah izza, ustadzah cantik dan paling menyebalkan menurut laura.


(mohon maaf para pembaca hari ini cuma up ini karena mau pulkam dan pasti susah sinyal, Insya Allah besok up lagi, Happy Reading)