
Laura benar-benar terlupa akan hari jadinya karena beberapa hari ini kevin selalu menumpuki laura dengan pekerjaan yang membuatnya harus terus berlembur. Dengan alasan proyek penting dan harus segera terselesaikan minggu itu juga.
Dan akhirnya tibalah hari itu, dimana laura akan kembali ke tanah air bersama kedua bodiguard kembarnya. Dimana di rumahmya yang ada di jakarta Handika dan Ratih telah menyiapkan semua dengan sangat matang.
Laura terkejut ketika sampai di halaman rumah disana sudah ada fitri dan aisyah yang menyambutnya bersama dengan seorang anak kecil di gendongan aisyah yang di yakini itu adalah anaknya. menoleh satu persatu kakak kembar yan mengiringi langkahnya mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi namun keduanya sama tak mengertinya hanya menjawab dengan gelengan kepala.
" Laura, kangen banget !" fitri dengan perut besarnya langsung berhambur memeluk laura.
" aku juga fit, kamu hamil ? " tanya laura dan hanya di jawab anggukan oleh fitri
senyum terus mengembang di bibir fitri karena benar-benar bahagia setelah sekian lama tak bertemu dengan sahabat konyol sekamarnya itu.
" Apa kabar ra ?" kini aisyah yang membuka suara tak kalah bahagia dengan fitri.
" Alhamdulillah baik syah, kamu gimana ?" laura balik bertanya.
" Alhamdulillah aku juga baik, ga baik karena terlalu kangen sama kamu !" jawab aisyah tulus.
" oh ya, ini anak kamu ?" tanya laura dan aisyah mengangguk.
Tampan sekali,,,iya pastilah kan ayahnya juga tampan, kalau ga tampan mana mungkin aku masih tergila-gila kaya gini,...Astagfirullah hal adziiim, kamu ini mikir apa sih ra....batin laura namun segera di tepis segala pikiran itu.
" Maaf ya syah, aku ga bisa datang di acara pernikahanmu !" sesal laura.
" gpp lagi ra, lihat kamu kembali sehat kaya gini aja aku udah seneng banget !" ujar aisyah.
" masuk dulu aja yuk, ngobrolnya di lanjut di dalam!" ajak kevan mengingat sang adik yang baru saja tiba dan pasti lelah.
Laura meneruskan langkah memasuki rumah besarnya diiringi kedua kakak dan sahabatnya yang dari surabaya. Tapi lagi-lagi dia di kejutkan dengan kedatangan banyak orang yang ada disana. semua kerabat dan sahabatnya ada disana. Dan yang membuat hati laura semakin berdebar tak menentu adalah sosok pria yang membelah kerumunan orang yang ada disana.
Hah ? mau apa dia disini ? ya Allah ra, ya iyalah dia disini orang istrinya disini,...batin laura.
"Assalamualaikum !" sapa pria itu pada laura yang masih terdiam membeku.
"wa..wa'alaikumussalam! " jawab laura gugup.
" apa kabar ra ?" tanya pria itu.
" Alhamdulillah baik ustadz, ustadz sendiri ?"
Ya orang itu adalah ustadz A'ab, orang yang tak pernah pergi dari hati laura.
" Alhamdulillah, seperti yang kamu lihat !" jawab ustadz A'ab dengan seulas senyum manis yang membuat hati laura semakin campur aduk tak karuan.
" maaf tidak bisa hadir di pernikahan ustadz waktu itu !" ujar laura meskipun kata itu sulit untuk di ucapkan.
" pernikahan ??? " ustadz A'ab mengrenyitkan kening dan disauti anggukan oleh laura.
" kapan aku nikah ? orang calonnya aja ga pulang pulang dari luar negeri !" celetuk ustadz A'ab yang sukses membuat mata laura mendelik tak percaya.
Kalau ustadz A'ab belum nikah terus...
Laura melirik kearah dimana aisyah tengah berdiri yang kini telah menggandeng seseorang yang menggendong anaknya. Tentu keadaan ini membuat laura semakin tak mengerti.
" aku memang sudah nikah ra, ini suamiku !" ujar aisyah dengan senyum manisnya memperkenalkan sang suami dengan bangga.
Aisyah menikah dengan seorang putra kyai sahabat sang abah beberapa bulan setelah lulus sekolah saat laura masih di Amerika. suami aisyah memiliki nama depan yang sama dengan ustadz A'ab itulah mengapa saat menerima kiriman foto undangan dari aisyah laura berfikir itu adalah benar-benar ustadz A'ab yang menikah dengan aisyah.
Dan laura kembali mengaga mendengar jawaban Aisyah. kembali menatap orang yang ada di hadapannya masih anteng dengan senyum manis yang selalu membuat laura kelepek kelepek di buatnya.
" jadi,.....gimana ?" ustadz A'ab kembali membuka suara.
" apanya ustadz ?" laura masih enggan percaya melirik satu persatu orang yang ada di dalam sana. Hanya sorot mata dan senyuman yang tak dapat di artikan dari mereka yang bisa ia tangkap.
" kelamaan ra, wong udah jauh-jauh kuliah di amerika kog yo masih loading aja toh ra kamu iki, ustadz A'ab dan kita semua itu datang kesini mau nglamar kamu !" fitri yang sudah gemas dengan ketidak tahuan laura langsung menyeletuk.
whats ??? ini beneran ??? jangan-jangan cuma mimpi ?
Laura mencubit tangan dan pipinya memastikan bahwa apa yang ada di hadapannya ini adalah nyata.
" ngga usah di cubiti terus kulitnya, sakit !" ujar ustadz A'ab yang masih setia berdiri di hadapan laura yang masih seperti orang linglung.
Jadi bener ini nyata ? rasanya pengen pingsan, kenyataan yang sungguh luar biasa indah....
" adek gue biar istirahat dulu bang, nanti malam di lanjut lagi nglamarnya otaknya belum penuh ini masih tertinggal di dalem koper yang di bawa kevan noh !" ujar Kevin menepuk bahu ustadz A'ab kemudian memiting kepala sang adek yang masih saja bengong dan linglung dan membawanya ke dalam kamar untuk beristirahat.
Dan tingkah kakak kembar yang satu itu membuat seluruh tamu yang ada terkekeh juga kagum melihat interaksi kakak beradik itu.
Selama laura di Amerika memang Handika masih menginginkan ustadz A'ab sebagai menantu laki-lakinya. karena itu Handika selalu berpesan kepada kedua anak kembarnya untuk menjaga laura dari laki-laki manapun yang mendekatinya. namun tanpa di perintahkan juga laura memang tak bisa melupakanya selama ini. Jadi bukan tugas yang sulit bagi kedua anak kembar itu untuk menjaga sang adik kalau hanya dari godaan pria yang mendekatinya.
Handika sengaja merancang hari ini sebagai hari pertunangan sekaligus syukuran bertambahnya usia sang putri yang genap 23 tahun.
Selama ini ustadz A'ab juga sering datang kerumah handika untuk mengajarinya dan istri pengetahuan dan tata cara beragama. itulah mengapa handika juga selalu meminta ustadz A'ab untuk tidak menyerah menunggu anaknya meski jauh dan selama itu.
( Yesss, akhirnya para penggemar lega 😍😍😍)