Ustadz, I Love U

Ustadz, I Love U
Good Bye Kenangan



Laura tetaplah laura dengan keteguhan hati dan keras kepalanya. Sekalipun coba di robohkan berkali-kali masihlah benteng itu berdiri kokoh dalam diri laura. Setelah malam itu laura meminta kepergiannya ke amerika di percepat. Kepergian yang harusnya masih dua hari lagi, namun laura memaksa untuk berangkat hari ini juga. berharap di tempatnya yang baru akan lebih cepat menyembuhkan luka hatinya.


selamat tinggal kenangan, selamat tinggal ustadz, terima kasih untuk hari hari indah yang pernah kau berikan, dan terima kasih untuk malam itu, membuatku menjadi wanita terbahagia dengan ungkapan perasaan yang sudah ku tunggu selama 12tahun lamanya,


Tapi sepertinya Allah belum menuliskan nama kita di lauhil mahfudz untuk bersama,


Tak apa, Biar namamu tetap tertulis di hatiku,


Kau pantas mendapat wanita yang lebih baik dariku yang cacat ini,


Laura lepas landas ke Amerika di temani kedua kakak kembarnya. Kevan sengaja meminta cuti untuk menjemput sang adik tercinta. sedangkan kevin yang memang bisa meluangkan waktu kapanpun dia mau dengan senang hati saat sang ayah memintanya membawa sang adik bersamanya dan kevan di negeri orang.


" loe pasti bisa sembuh kog dek, !" ujar kevan menggenggam erat tangan sang adik memberi kekuatan.


Laura hanya tersenyum merasa hangat dengan semangat yang di berikan sang kakak.


Karena rencana keberangkatan awal laura dua hari lagi dan dokter yang di minta kevan untuk menangani laura juga mengosongkan jadwal di hari itu, untuk sementara waktu laura akan ikut kevin menyelesaikan proyek lukisannya sementara kevan sedang bertugas di rumah sakit.


Meskipun di rumah kedua saudara kembar itu ada ART namun kevan tak serta merta mau meninggalkan adik kesayangannya bersama mereka. Apapun bisa terjadi di negara orang ini, dan dia tak ingin mengambil resiko apapun untuk adik tersayangnya. lagi pula kevin masih bisa menjaganya selama melukis.


" Maaf ya dek, kak kevan tinggal dulu karena ada pasien darurat !" ujar kevan setelah mendapat panggilan darurat dar rumah sakit padahal mereka baru saja sampai di kediamannya.


" ada gue kog bro, santai dia juga adek gue !" ujar kevin


" sip, gue serahin sama loe, bye..!" ujar kevan yang langsung berlari menuju mobil sportnya tak lupa mendaratkan satu kecupan sayang di kening adek tercintanya.


" Hati-hati kak kevan,...!" teriak laura dan di jawab dengan lambaian tangan oleh sang kakak.


Laura menatap sekeliling lingkungan barunya yang entah akan berapa lama ia tinggali. Rasanya tidak terlalu buruk tinggal di negeri orang. Kevin segera membawa masuk sang adik diikuti dengan ART yang sudah sigap membawakan barang bawaanya.


Laura menjadi pandangan aneh bagi para ART yang ada disana dengan gaya berbusananya yang memang berbeda dengan mereka. Tapi laura dengan ramah menyapa para ART yang terus memandanginya dengan aneh itu.


" ya udah dek, loe istirahat aja dulu di kamar loe, nanti sore kita jalan !" ujar kevin.


" gue ngga kerja sama orang dek, jadi gue bebas, kalau loe mau nanti sore kita ke Galerynya kakak ?" tawar kevin.


" mau banget, siapa tahu laura juga berbakat kaya kak kevin!" jawab laura antusias.


" yaudah, istirahat dulu kakak juga mau istirahat !" ujar kevin berlalu dari kamar laura dan tak lupa menutup rapat pintu kamar yang serba putih itu.


Kini laura tinggal seorang diri di dalam kamar serba putih itu. Dibukanya ponsel yang berada di dalam saku jaketnya. berjajar pesan berisi semangat dan do'a dari para sahabatnya yang berada di Indonesia yang memang mengetahui keberangkatannya. Tak terkecuali fitri dan aisyah yang juga mengirim pesan cintanya pada laura.


Namun, entah mengapa rasa kecewa itu ada saat seorang yang terbiasa memanggilnya bidadari surga tak nampak dalam deretan pesan itu.


Astaghfirullah hal 'Adziiim, mengapa aku masih berharap? padahal aku sudah melepaskannya ?"


Tanpa terasa air mata laura kini telah berurai. Meskipun telah jauh, nyatanya kenangan itu tak bisa dengan mudah hilang seperti yang di bayangkan. Bahkan terasa semakin menyiksa dalam dadanya.


Apa pilihanku ini salah ya Allah ? kenapa sesakit ini ? apa dia benar-benar berniat melupakanku ? Allah, aku hambamu yang lemah iman tiada daya dan kekuatanku melainkan atas kekuatanmu,.....


Sebisa apapun laura mencoba tegar, nyatanya hatinya tetap rapuh. Dan di saat yang seperti inilah hanya Tuhanya tempat ia kembali. Memperbanyak ibadah dan membaca Al Qur'an adalah obat utama bagi laura. Apalagi tak ada yang bisa dia lakukan sendiri tanpa bantuan orang lain selain kedua hal itu.


Sore itu, setelah dirasa cukup beristirahat kevin menjemput sang adik ke kamarnya dan memang nampak sang adik sudah menunggunya disana dengan anggun dan selalu cantik menurutnya.


" kenapa ga nunggu di luar dek ?" tanya kevin


" aku takut, pembantunya kakak serem serem !" jawab laura polos dan itu sukses membuat kevin terkekeh gemas dengan sang adik yang menurutnya masih sama saja sejak kecil sampai sekarang ini. selalu menggemaskan baginya.


" ada ada aja loe dek, mereka baik-baik kog, emang tampangnya yang gitu, mereka juga orang indonesia jadi kalau butuh apa-apa langsung bilang aja !" ujar kevin dan di angguki oleh laura.


kevin membopong tubuh sang adik kedalam mobil sementara salah satu ART rumah besarnya diminta untuk membawakan kursi rodanya. Laura sudah bilang tak perlu membopong dari dalam rumah tapi kevin terep kekeh ingin menggendong adik tercintanya itu. Membuat laura hanya bisa pasrah dengan perlakuan berlebihan sang kakak.


Setelah melihat Galery kevin semakin besar ketertarikan laura untuk mengikuti jejak sang kakak terjun kedunia seni. Menuangkan perasaan kedalam sebuah gambar.


( udah yakin banget bakal kena bully di episode sebelumnya 😭, maafkan lah kekurangan ini teman-teman pembaca, aku bukan penulis beneran, hanya asal asalan )