Ustadz, I Love U

Ustadz, I Love U
Belum waktunya



Setelah para tamu kembali Ratih segera menyuruh anak gadisnya membawa sang suami untuk beristirahat di kamar mereka yang sudah di tata sedemikian rupa untuk kenyamanan sepasang suami istri itu.


Selama perjalanan menuju kamar laura yang sudah di sulap menjadi kamar pengantin ustadz A'ab tak juga melepaskan gandengan tangannya dengan sang istri. membantu sang istri yang kesulitan berjalan menaiki tangga karena gaun pengantinnya yang terlalu sempit dan itu tentu membuat laura merasa bahagia.


" ini kamar kamu ?" tanya ustadz A'ab begitu keduanya sampai di dalam kamar dan laura mengangguk.


Ustadz A'ab memperhatikan setiap sudut ruangan yang serba pink itu dengan seksama. sesekali tersenyum melihat foto-foto masa kecil sang istri yang terpampang di dinding kamar itu.


" emmm,, ustadz...!" ucap laura mendadak canggung saat mereka hanya berduaan di dalam kamar besar itu.


" iya,...


" aku mau mandi dulu,...!" ujar laura masih dengan kegugupannya.


" oh,..silahkan. ...!" Bahkan ustadz A'ab tak kalah gugup dengan gadis yang beberapa saat menjadi istrinya itu.


" tapi ustadz,....!" laura melirik tanganya yang sedari tadi memang belum di lepaskan oleh sang suami.


" Astagfirullah hal adziiim, maaf...!" ustadz A'ab melepaskan genggamannya dan menjadi salah tingkah di depan sang istri.


Laura yang sudah merasa detak jantungnya menjadi upnormal segera berlari menuju kamar mandi. Tak lupa menyaut baju ganti yang ada di lemari bajunya jangan sampai menjadi drama pengantin baru di saat yang tidak tepat.


Entah berapa lamanya laura berada di dalam kamar mandi sana. Ustadz A'ab yang sedari tadi menunggu mulai khawatir akan terjadi sesuatu kepada sang istri.


" ra,....!" Ustadz A'ab mengetuk pintu kamar mandi.


" nggih ustadz, sebentar! " teriak laura.


Tak lama laura keluar dengan wajah basah dan rambutnya yang tergerai indah. Ustadz A'ab kembali tak berkedip menyaksikan pemandangan itu. kali kedua setelah dulu di rumah sakit saat laura belum sadarkan diri pasca kecelakaan. Jika dulu dengan wajah sangat pucat, kali ini wajah laura yang masih basah nampak berseri dan merona. membuatnya menelan ludah terpesona akan kecantikan sang istri.


" ustadz !" ujar laura menggerak-gerakan tangan kanannya di depan sang suami membuyarkan pikiran yang sudah entah kemana itu.


" Astagfirullah hal adziiim, !" ustadz A'ab kembali salah tingkah saat kepergok sedang memperhatikan sang istri apalagi sampai tak berkedip seperti itu.


Laura tersenyum geli melihat ekspresi sang suami yang menurutnya begitu lucu saat salah tingkah.


" mandi dulu ustadz, biar saya siapkan baju dan perlengkapan sholatnya, !" ujar laura berusaha mengendalikan rasa gugupnya.


Laura menyodorkan sebuah handuk kepada sang suami yang segera di tanggapi dan di bawa masuk ke kamar mandi. Sementara sang suami mandi laura menyiapkan baju yang sudah tertata rapi di lemarinya sengaja disediakan Handika untuk sang menantu kesayangan. Jadi laura tak perlu repot-repot membokar koper yang di bawa sang suami.


" loh, kog sajadahnya cuma satu ? kamu sudah sholat ?" tanya ustadz A'ab begitu keluar dari kamar mandi melihat sajadah yang tergeletak di lantai kamar hanya satu.


"he...aku lagi ga sholat ustadz !" Dengan cengengesan laura menjawab.


" mulai kapan ?"


" semalem !"


Ustadz A'ab mendengus kecewa dengan jawaban sang istri. ya bagaimana tidak di malam yang harusnya akan menjadi malam pertama mereka memadu kasih sebagai pasangan suami istri justru sang istri sedang kedatangan tamu yang tak mengerti waktu itu.


Laura hanya terkekeh melihat ekspresi kesal sang suami. Kalaupun tidak sedang datang bulan laura tidak bisa membayangkan bagaimana malam pertamanya nanti, rasanya dia masih belum siap menjalaninya. Arrrg....begini saja rasanya sudah mau jantungan apa lagi saat hal itu benar-benar terjadi pikirnya.


"nggih ustadz, !" jawab laura yang lagi-lagi jantungnya mulai berdebar hebat saat sang suami menatapnya.


"aku sudah mengucapkan ijab qobul lo pagi tadi, itu artinya sudah sah jadi suami kamu, kenapa manggilnya masih ustadz ?" tanya ustadz A'ab tak nyaman dengan panggilan sang istri.


" la terus harus manggil apa ustadz ? udah terbiasa !" jawab laura polos


" statusnya kan juga sudah bukan yang biasa, kenapa panggilannya masih biasa !"


" Baiklah, mau ustadz di panggil apa ?" tanya laura yang membuat sang suami semakin gemas dengan kepolosannya.


" sudahlah lupakan, aku mau tidur capek !" Ujar ustadz A'ab merajuk membaringkan tubuhnya di ranjang membelakangi laura.


" loh...kog malah ngambek....!" laura yang tak mengerti dengan tingkah sang suami di buat semakin bingung.


Meski berkali-kali laura mencoba memanggil dan meminta penjelasan apa yang sebenarnya di inginkan oleh sang suami namun tetap tak di hiraukan. orang itu tak juga mau menoleh kearahnya.membuat laura semakin frustasi dan akhirnya memilih jalan ikut merebahkan diri di belakang sang suami. melingkarkan tangannya ke perut sispek itu dari belakang.


" sayang, jangan ngambek donk !" rengek laura pelan masih canggung sebenarnya tapi dia tak ingin di hari pertamanya menjadi istri ini justru mengecewakan suaminya.


Ustadz A'ab yang sebenarnya dari tadi hanya berpura-pura merajuk tak dapat menahan kekehannya melihat tingkah sang istri. Diraih tangan mungil yang melingkar di perutnya itu dan membalikkan tubuh menghadap sang istri.


" coba ulang sekali lagi ?" pintanya yang saat ini telah menatap gemas wajah manis sang istri yang saat ini telah berada dalam pelukannya.


" Aaa. ...jadi ustadz cuma bercanda !" sebal laura memukul kecil dada sang suami merasa tertipu dengan aktingnya yang hampir membuat laura frustasi.


" kog ustadz lagi ? "


" terus mau di panggil apa ?" tanya laura mengrenyitkan kening.


" sayang misalnya,


" ga ach, udah biasa !"


" terus ?"


" Hubby, jadi nanti kalau udah punya baby tinggal di ganti depannya jadi abby , hee !" jawab laura tanpa sadar membayangkan kehidupannya kedepan.


"udah pengen banget punya baby ?" tanya ustadz A'ab menggoda sang istri.


menyadari hal itu pipi laura mendadak merah. kenapa fikirannya jadi melayang jauh seperti itu.


Arrrg....pengen loncat rasanya, apaan sih loe ra ! batin laura.


Menyadari ekspresi sang istri ustadz A'ab membawa gadis mungil itu kedalam pelukannya.


" sayang banget tamunya datang di saat yang tidak tepat, !" Gumam ustadz A'ab memposisikan dagunya di atas kepala sang istri.


Alhamdulillah, terima kasih ya Allah untuk hari indah ini....