
Berita kecelakaan laura dengan cepat sampai di keluarga ndalem karena jarak kecelakaan yang tak jauh dari pesantren. Dengan segera abah umi dan aisyah menyusul pergi ke rumah sakit.
sesampainya di rumah sakit aisyah segera berlari mencari keberadaan laura sementara abah dan umi memarkir mobil di parkiran rumah sakit. Dan betapa terkejutnya aisyah saat mendengar pembicaraan tiga orang yang berada di depan ruang IGD saat itu. Dadanya terasa sesak, air matanya tak mampu di bendung lagi.
"Neng Ais !" ustadz A'ab dan fitri bersamaan.
"sejak kapan kang ? sejak kapan perasaan itu muncul di hati kang A'ab?" tanya aisyah dengan air mata yang sudah berderai.
" sejak hari dimana pak Handika memasrahkan laura pada abah, sejak hari itu hatiku telah berdebar hebat sebelum aku tahu seperti apa itu gadis yang bernama laura, dan setelah tahu aku semakin tertarik padanya !" jawab ustadz A'ab jujur.
" jadi apa maksud dari perhatian kang A'ab selama ini ? aku ini apa ?" seperti enggan percaya aisyah masih mempertanyakan perasaan ustadz A'ab.
" Astagfirullah hal adziiim, apakah menurut neng ais perhatian itu belebihan ? aku hanya berusaha memperlakukan neng ais seperti saudaraku sendiri !"
Jadi aku yang terlalu berharap ? Astagfirullah hal adziiim, aku benar-benar bodoh terlalu berharap pada makhlukmu ya Allah..Batin aisyah.
Abah dan umi yang baru saja tiba di depan ruang IGD heran melihat ketegangan di antara ke empat orang yang ada disana. apalagi melihat anaknya yang matanya tampak sembab seperti baru saja menangis.
" Duduklah, abah ingin bicara dengan kalian !" perintah abah dan semua orangpun menurut tanpa bantahan.
Wajah fitri kembali ketakutan penuh rasa bersalah atas kejadian ini. dia sudah yak dapat membayangkan bagaimana menjelaskan pada abah yai dan orang tua laura nanti.
"Fitri, bicaralah tadi para santri bilang kalau kamu yang pergi bersama laura !" perintah abah.
" maafkan saya yai, maafkan saya,....!" air mata fitri lebih dulu keluar sebelum memberi penjelasan.
" aku yang memaksa laura untuk keluar bersamaku, padahal dia sudah menolaknya, hiks...hiks...hiks....aku juga yang lalai menjaganya meninggalkannya di tengah jalan dalam keadaan melamun ,... hiks... hiks.. hiks...sampai dia tertabrak mobil aku ndak tau yai, maafkan aku !" dengan sesenggukan dan terbata fitri menjelaskan apa yang telah terjadi.
" Lalu kamu ab, kenapa mukamu seperti itu ?" kali ini abah bertanya pada ustadz A'ab.
" hanya kesalah pahaman bah, !" jawabnya.
Fauzy sebagai pelaku hanya menunduk karena malu dengan tindakannya yang tak terkontrol.
" lalu ais ?"
" batalkan perjodohanku dengan kang A'ab bah !" jawab aisyah mantap meski berat.
" maksudmu ? bukankah kamu sudah setuju ?"
" tapi abah belum tanya kang A'ab bukan ? "aisyah balik bertanya dan melirik kearah nama yang di sebut.
" benar, apakah kamu keberatan ab ?" kali ini abah bertanya pada ustadz A'ab.
" Ngapunten abah, tanpa mengurangi rasa hormat saya, neng ais pantas mendapatkan jodoh yang lebih baik dari saya !" jawab ustadz A'ab sebisa mungkin berusaha tak melukai hati kyainya itu.
" abah, sudahlah kang A'ab sudah memberikan jawaban yang jelas bahwa dia tidak menginginkan perjodohan ini, bukankah perjodohan harus di laksanakan dengan keikhlasan hati kedua belah pihak ?" Aisyah kembali angkat bicara sementara sang umi yang berada disisi anak gadisnya itu hanya bisa memberi semangat lewat elusan kepala.
" Baiklah kalau itu memang sudah menjadi keputusan kalian berdua, sekarang kita fokus pada kondisi laura, orang tuanya sudah perjalanan kemari !" ujar abah dan suasana kembali hening.
Aisyah duduk mendekat kearah fitri, mungkin saja sahabatnya itu marah padanya karena keegoisannya yang mementingkan perasaannya sendiri. Bagaimanapun ia harus meminta maaf pada fitri terlebih pada laura saat dia sadar nanti.
" Fit, maafkan aku !" ujar aisyah lirih.
" aku memang kecewa neng, tapi aku ndak berhak marah sama neng ais, tapi aku mohon minta maaflah pada laura, dia yang paling terluka neng !" jawab fitri dan aisyah mengerti akan hal itu.
" aku egois fit, aku terlalu percaya diri kalau aku yang akan di pilih, padahal nyatanya laura lah yang dia cintai !" sesal aisyah.
Fitri mendekap tubuh sahabat yang ada di sampingnya. apapun yang sudah terjadi biarlah terjadi yang terpenting masalah ini sudah selesai. Tinggal mendoakan yang terbaik bagi laura yang masih berada di dalam sana berjuang antara hidup dan mati.
Selang beberapa saat kemudian keluarga laura yang dari jakarta telah tiba beserta bobi dan keluarganya yang kebetulan memang berencana akan mengunjungi laura. setelah mendengar kabar bahwa laura kecelakaan bobi dan keluarga langsung ikut menuju rumah sakit.
" Bagaimana keadaan anak saya pak yai ?" tanya Handika begitu sampai di depan ruang IGD.
" maafkan kami pak Handika, dokter yang memeriksa laura masih belum juga keluar !" terang pak kyai.
" bagaimana ini bisa terjadi pak yai ?" Ratih yang sejak tadi sudah menangisi putrinya selama perjalanan.
kyai menceritakan runtutan cerita terjadinya kecelakaan laura serta berulang kali minta maaf atas kelalaian pihak pesantren dalam menjaga laura.
" terima kasih ustadz, terima kasih telah menyelamatkan nyawa laura untuk kedua kalinya !" ujar bobi berlutut dan mencium tangan ustadz A'ab usai cerita dari pak yai berakhir.
Perilaku dan perkataan bobi ini mengundang tanya semua orang. Apa yang di maksud menyelamatkan untuk kedua kali ? ustadz A'ab pun tak tahu apa yang baru saja dikatakan oleh bobi sepupu laura.
" maksudmu apa bob ? menyelamatkan nyawa untuk kedua kali ?" tanya Reno sang ayah ingin memastikan apa yang di ucapkan sang putra.
Bobi menoleh satu persatu orang yang ada di sana, terlebih kedua orang tua dan om tantenya.
" om, tante, pa, ma, sebenarnya semua salah bobi, bobi ga berani cerita tentang apa yang terjadi 12 tahun yang lalu, !" sesal bobi menunduk ustadz A'ab tampak mengikuti omongan bobi dan mengingat kejadian apa di 12 tahun lalu. " jadi saat laura main ke rumah kita pa, ma, aku membawa laura pergi keluar pagar, aku mengabaikan peringatan mama dan papa untuk menjaga laura dan tidak keluar pagar, sampai kita sampai di depan apotik tempat yang sama dimana laura kecelakaan saat ini, dia hampir saja tertabrak motor yang melaju kencang, untung ada ustadz ini yang menyelamatkannya, dulu masih berseragam SMA, dan laura mengingat kejadian itu sampai besar sampai akhirnya laura memutuskan untuk kembali mencarinya dan masuk pesantren! " terang bobi panjang lebar.
wach, cerita apa itu ra ? kamu bahkan mencintainya selama 12 tahun, maafkan aku telah mengecewakanmu ra, .....batin aisyah.
" Bedanya dulu dia belum sempat tertabrak, tapi sekarang....!" imbuh bobi namun tak mau di lanjutkan.
Jadi kamu lebih dulu mencintaiku ? aku pikir malah aku yang lebih dulu mencintaimu, bahkan sebelum aku tahu bagaimana rupamu, dan pantas saja kamu selalu bertanya pernahkan kita bertemu sebelumnya,? jadi ini alasannya.....
" Terima kasih ustadz, terima kasih! " kini handika yang berhambur memeluk sang ustadz muda itu meskipun ia belum tahu bagaimana kondisi putrinya saat ini, yang jelas dia merasa berhutang nyawa pada sang ustadz yang telah menyelamatkan nyawa putrinya itu.