Ustadz, I Love U

Ustadz, I Love U
Berangkat



Setelah melewati perdebatan panjang semalaman, akhirnya Hari ini laura akan kembali ke pesantren bersama seluruh keluarga beserta kedua sahabatnya. Awalnya laura merasa keberatan, mengingat ini sudah berbeda dengan awal dia berangkat yang belum tahu apapun tentang lingkungan pesantren tapi dari pada perdebatan tak berujung laura menyetujui keputusan keluarganya untuk bersama-sama mengantarnya ke pesantren sekalian menghabiskan week end disana.


" loe berdua cakep tau pake hijab kaya gitu !" ujar laura pada kedua sahabatnya yang saat ini tampil beda untuk mengantarnya ke pesantren.


" Demi elo ra, !" jawab lolita yang dari tadi tak hentinya merapikan jilbab yang ada di kepalanya.


" betul banget!" imbuh rania.


" uuuuh, co cweeet !" Laura membawa kedua orang itu dalam pelukannya.


Pelukan yang mungkin hanya tinggal beberapa jam lagi tak akan di rasakannya lagi.


"udah yuk berangkat, !" ajak handika pada ketiga gadis yang tengah berpelukan itu.


Anggota keluarga yang lain telah menunggu di dalam mobil. Tinggal ketiga sejoli itu yang memang dari tadi masih sibuk membenahi penampilan lolita dan rania yang baru pertama kali mengenakan hijab.


" wuich, loe berdua keren juga dek pake jilbab kaya laura !" puji kevan pada kedua sahabat adeknya yang baru saja tiba di dalam mobil.


" Kak kevan kaya baru tau aja kalo kita cantik !" ujar lolita bangga membuat sang pemuji mendengus sesal.


Rombongan keluarga itu berangkat menggunakan 2 mobil yang di supiri oleh supir dan satpam rumah besar keluarga handika. Karena tidak memungkinkan jika menggunakan satu mobil yang pasti kenyamanan akan terganggu.


Seperti biasa dalam keadaan normal Jakarta-Surabaya bukanlah jarak yang jauh. Rombongan keluarga itu tiba di Surabaya pukul 14.00 dan langsung menuju pesantren laura. berbeda dengan keberangkatan pertama yang mereka memilih untuk beristirahat terlebih dahulu dirumah Reno. Kali ini mereka memutar arah kepesantren laura dulu baru akan menghabiskan week end di rumah reno yang berada tak jauh dari pesantren laura.


" ini pesantren loe ra ?" tanya rania tak percaya melihat kondisi pesantren yang memang sudah sangat usang.


Laura menjawab dengan anggukan dan senyuman bangga.


"kumuh banget ra !" ujar lolita kemudian.


" iya, tapi di dalamnya gue ngerasa nyaman !" jawab laura yang lagi-lagi dengan bangganya membuat kedua orang yang ingin melontarkan kalimat-kalimat tak enak tentang pesantren itu memilih bungkam.


Laura mengajak kedua sahabatnya untuk membawakan barang bawaan serta oleh-oleh untuk teman-teman sekamarnya ke kamar. Sedangkan Handika beserta keluarga sowan ke ndalem untuk bersilaturahim dengan keluarga ndalem.


"aduh, neng laura makin cantik aja habis liburan !" goda Reza yang kebetulan berpapasan dengan laura di gerbang pemisah pesantren putra dan putri.


" siapa tu ra ? cakep banget !" bisik lolita di telinga laura yang sudah siap makan orang di hadapanya.


" Makin imut aja kalo bibirnya maju kaya gitu !" imbuh reza terkekeh yang semakin membuat laura murka dan ingin menelan orang itu.


Sial banget hidup gue, baru balik ketemu ni cowok gatel.


"Jalan yuk ran, lol, !" ujar laura tak ingin meladeni orang yang ada di hadapanya. Meskipun hatinya sudah cenut-cenut ingin segera menelan orang itu. Tapi ini bukan saatnya dia mencari masalah yang akan membuat hidupnya tambah kacau di pesantren ini.


" Uhuy, Laura I Love U !" Teriak Reza begitu laura berlalu dengan kedua sahabatnya yang juga masih memperhatikan cowok ganteng penggemar berat laura itu.


Sedangkan Laura hanya masa bodoh tak peduli dengan semua tingkah reza yang selalu seperti itu padanya sejak awal masuk di pesantren ini.


"dia itu ganteng lo ra, lebih ganteng sedikit dari kak andra !" ujar lolita pada laura yang masih terus fokus pada jalanya menuju kamar.


" kalo loe ga mau buat gue aja ra!" imbuh rania yang juga terpesona dengan karisma reza membuat laura semakin kesal di buatnya.


sesampainya di kamar, baru beberapa teman kamarnya saja yang sudah kembali disana. termasuk Fitri yang langsung berlari menyambut sahabat yang 2 minggu tak bertemu itu.


"pelan-pelan kali fit, dada gue sesek !"gerutu laura melepaskan pelukan tak terkontrol sahabatnya konyolnya itu.


"yo maap ra, aku kangen !" ujar fitri cengengesan.


" kangen sih kangen, tapi ga bunuh gue juga kali, !


"oh ya, kenalin fit ini rania sama lolita sahabat gue dari kecil!" ujar laura memperkenalkan kedua orang yang masih kebingungan melihat setiap sudut kamar kecil yang berisi banyak orang itu.


" oalah, pantes putih koyo awakmu ra, halo mbak aku fitri !" fitri memperkenalkan diri dengan ramah.


" lolita..


"rania...


Tak membutuhkan waktu lama ketiga orang itu juga langsung akrab apalagi fitri yang meskipun cengengesan juga sangat mudah bergaul dengan siapapun. Bahagianya laura dengan kehadiran tiga orang yang membantunya merapikan semua barang bawaannya itu.


"loe tidur dimana ra ?" tanya rania setelah semua barang bawaan laura tertata rapi dan tinggal menunggu panggilan pulang dari orang tua laura yang masih berada di ndalem.


"disini!" jawab laura


"hah ? g pake kasur ?" kini lolita yang bersuara dan laura hanya menggeleng.


" loe bisa tidur ?" tanya lolita lagi masih tak habis fikir.


" bukan bisa lagi mbak, laura kalo udah tidur kaya kebo susah bangun !" kini fitri yang menjawab membuat satu jitakan dari orang yang di maksud segera mendarat di pelipisnya.


" sembarangan emang loe fit kalo ngomong, !"


"lah opo salahku, emang bener toh kamu susah banget bangunnya ?" ujar fitri menujlurkan lidah.


Kedua orang yang sudah sangat hafal betul karakter laura itu hanya menggeleng. Tapi mereka masih juga tak percaya bahwa anak semanja laura bisa tidur di tempat sempit dan kumuh seperti sekarang ini dan hanya beralaskan tikar. Mengingat tempat tidur laura yang begitu empuk, bagaimana mungkin sahabatnya itu bisa tidur ?


"mama sama papa udah keluar, ayo turun !" ujar laura setelah menerima pesan dari orang tuanya.


kedua orang itu hanya mengangguk dan sebenarnya masih berat jika harus kembali berpisah dari laura. Tapi mau bagaimana lagi, memang sudah waktunya untuk berpisah. kedua orang yang tadi begitu ceria itu berubah menjadi murung saat orang tau laura mengajak mereka untuk kembali dan meninggalkan sahabat kecilnya itu di tempat ini seorang diri.


" jaga diri baik-baik ya ra !" ujar lolita sebelum memasuki mobil yang akan membawa mereka kembali.


"siap, loe tenang aja gue disini aman !" jawab laura meyakinkan semua orang disana.


Semua orang berat meninggalkan laura, tapi laura selalu mencoba meyakinkanya bahwa dia akan baik-baik saja. Dan hanya itu yang bisa laura lakukan. Karena memang itu pilihanya dan dia merasa nyaman pada pilihannya itu.