Ustadz, I Love U

Ustadz, I Love U
hari terakhir di RS



Hari ini laura berusaha keras untuk bisa bangun dari tempat tidur dan berjalan seperti sedia kala. Laura sangat bersemangat untuk segera sembuh dan bisa berkumpul dengan keluarga kecilnya. Dengan telaten pula sang suami menemani dan membantu laura. Meski dengan sakit yang teramat laura mencoba bangkit dari tempatnya berbaring.


" sakit ra ?" tanya ustadz A'ab melihat wajah sang istri yang begitu ketara menahan sakitnya mencoba bangun dari tempatnya berbaring.


" aku harus bisa by, aku mau pulang, sudah kangen sama si kembar !" ucap laura menampilkan senyum manisnya meski terasa perih di bagian bawah perutnya.


" baiklah kita coba, pelan-pelan ya !" ujar ustadz A'ab meski tak tega tapi tetap membimbing laura untuk turun dari tempatnya berbaring.


Perlahan laura mulai melangkah. Semangat untuk kembali berkumpul dengan keluarga kecilnya lebih besar dari pada sakit yang ada di perutnya. Setelah laura bisa berjalan dan melewati pemeriksaan dokter nanti ia segera diperbolehkan pulang. untuk itu laura berusaha sangat keras pagi ini.


Sementara itu orang rumah sedang heboh bermain dengan si kembar. Termasuk kevin yang begitu gemas dengan penerusnya itu. Dari bangun tidur kevin sudah mulai nongkrong di kamar si kembar hingga belum juga mau mandi sampai mata hari sudah meninggi. Membuat ratih jadi ikut gemas pada anak laki-lakinya itu karena melewatkan semua aktivitas termasuk sarapan pagi bersama yang sebelumnya tak pernah ia lewatkan demi menunggui bayi yang bahkan belum bisa melihatnya itu.


" makan dulu kak, si kembar belum bisa kemana-mana, nanti juga bisa kesini lagi !" ujar ratih pada anak lelakinya itu.


" ko bisa ya ma laura punya anak selucu ini, padahal emaknya nyebelin banget !" ucap kevin memainkan pipi tembam kedua bayi itu.


" ga beda jauh sama kamu, mama heran kenapa anak perempuan mama malah nurun kamu yang model pecicilan kaya gini dari pada kevan yang pendiam dan ga banyak tingkah !" celetuk Ratih menyahuti omongan anak laki-lakinya.


" eits, sorry ya ma, kevin bukan anak kuper kaya kevan, dan satu lagi kevin ga senyebelin anak perempuan mama yang satu itu !" protes kevin tak terima dengan omongan sang mama.


Ratih memutar malas bola matanya. Tak ingin terlalu meladeni anak laki-lakinya itu ratih mengambil satu persatu bocah menggemaskan itu untuk di jemur di sinar matahari pagi. Tak perduli jika anak laki-lakinya itu terus merengek seperti bayi menginginkan kedua keponakannya itu untuk tetap di letakkan di tempat semula.


" mama jahat banget sih ach, kevin mau nungguin ponakan kevin juga malah di ambil bocahnya !" rengek kevin yang tak ingin di dengar ratih dan terus membawa kedua bocah itu keluar rumah.


" mandi dulu kak, ponakan udah pada mandi satu cantik satu ganteng, omnya masih bau apek !" teriak ratih yang sudah jauh dari rengekan anak laki-lakinya itu.


Kevin terus mengumpat dan menggerutu berjalan menuju dapur mencari sesuatu yang bisa mengganjal perutnya. Tidak sarapan pagi tenyata laper juga batin kevin. beruntung Ratih memang sengaja melarang bi noni untuk membereskan makanannya karena kevin belum sarapan. Tanpa banyak berfikir kevin langsung melahap semua makanan yang sudah ada di piringnya dasar cacing perut sudah bergejolak.


" Mama mana vin ?" tanya kevan dengan tiba-tiba menyaut gelas berisi air yang hendak masuk ke mulut kevin membuat si empu berdecak kesal.


" loe kira-kira donk, ngambil sendiri napa !" kesal kevin menatap malas saudara kembarnya itu.


" gue haus, lagian kan loe udah megang air kenapa gue harus susah susah ngambil lagi !" jawab kevan santai membuat saudara kembarnya semakin mendengus kesal.


" sejak kapan loe pulang ?" tanya kevin pada akhirnya malas untuk melanjutkan percekcokan yang pasti akan kurang seru kalau dengan kevan. Tak mungkin seseru adu mulut dengan laura batinnya.


" jam 3 pagi gue nyampe sini !" jawab kevan mulai mengambil makanan di piringnya tak disangka ternyata tidur juga membuat orang kelaparan.


" loe ga kerumah sakit ?" tanya kevin lagi.


" entaran aja lah, lagian gue masih ngantuk semalem nglembur laporan terus pulang !" jawab kevan lagi yang di angguki saudara kembarnya itu.


Sore itu kevan sudah nampak segar setelah beristirahat seharian menghilangkan lelah. Ratih yang merasa tak mengetahui kepulangan anak lelakinya itu mendadak bingung saat melihat kevan berpamitan akan kerumah sakit menjenguk sang adik.


" sejak kapan kamu pulang van ?" ko mau pergi lagi ?" tanya Ratih.


" jam 3 pagi kevan sampe, habis itu tidur seharian he...!" jawab kevan cengengesan.


Ratih yang tengah berceloteh dengan bayi di pangkuannya hanya menggeleng. sementara kevan yang puas memainkan pipi tembem keponakannya segera berangkat untuk menjenguk laura sebelum hari semakin sore dan dia akan menemukan pemandangan yang menodai matanya seperti tadi pagi.


Memang tak seperti semalam, tapi adik dan iparnya itu selalu membuat iri setiap kevan datang. Kali ini kebetulan ustadz A'ab tengah menyuapi makan sang istri dengan makanan yang di sediakan rumah sakit. Dan selalu tampak sweet di mata kevan. Entah karena dia memang belum pernah atau karena memang kedua orang itu yang selalu romantis.


" Ehem...!" deheman kevan mengalihkan perhatian sepasang suami istri yang tengah di landa asmara itu.


" salam kak !" celetuk laura mengetahui bahwa itu adalah kakaknya yang datang berdiri di depan pintu.


" he...Assalamualaikum!" cengir kevan menguatkan hatinya untuk melihat keromantisan adek dan iparnya di dalam ruangan itu.


" wa'alaikumussalam, kapan pulang kak ?" tanya laura yang masih menerima setiap suapan yang di berikan suami dengan telaten.


" Jam 3 pagi tadi !" jawab kevan singkat. Terus memperhatikan bagaiamana adik iparnya itu menyuapi adiknya dengan penuh kasih sayang. Meski terbesit iri tapi kevan bahagia karena adik kecilnya itu telah tumbuh cantik dan menemukan kebahagiaannya bersama orang yang dicintai.


" Kenapa baru kesini ? ga kangen sama gue loe kak ? apa jangan-jangan loe ngebo tidur dirumah !" ujar laura menebak membuat kevan segera membulatkan mata dengan kening berkerut.


bisa-bisanya gue di bilang kebo, dia tuch yang tidur kaya kebo sampe ga tau kalau mata gue ternodai aksi mesumnya .batin kevan


" Assalamualaikum adek cantik !" entah dari mana kevin tiba-tiba juga datang dengan suara membahana membuat adik perempuannya itu mendengus kesal.


" wa'alaikumussalam, bisa ga sih kalau datang ga pake heboh, ini rumah sakit tahu !" Gerutu laura yang hanya di tanggapi kekehan oleh kakak laki-lakinya yang satu itu.


bisa ga sih mesumnya di tunggu sampai sembuh dulu, ini rumah sakit pake peluk-pelukan di atas ranjang rumah sakit lagi. Batin kevan masih sebal jika mengingat kejadian pagi tadi.


" Kenapa loe bengong van ?" tanya kevin melihat saudara kembarnya itu masih saja berdiam diri seperti patung.


" oh, gue lagi lihat drama korea !" jawab kevan membuat laura mengrenyitkan kening tak mengerti.


Sementara kevin lebih cerdas dari itu. Dia mengerti apa yang di maksud saudara kembarnya itu adalah adegan suap-suapan adik dan adik iparnya. Membuat kevin terkekeh geli karena saudara kembarnya itu selalu baper setiap melihat adegan romantis yang menurutnya adalah hal biasa.


" sebentar lagi loe juga bakal gitu van, ga usah bucin lah !" celetuk kevin yang akhirnya dapat di mengerti laura juga sang suami yang akhirnya keduanya juga ikut terkekeh.


Kehangatan canda sore terakhir laura di rumah sakit bersama kedua saudaranya karena besok pagi laura sudah di perbolehkan untuk pulang dan berkumpul kembali dengan keluarga kecilnya. Begitu tak sabar Laura ingin menikmati masanya menjadi seorang ibu baby twins yang pasti begitu menyenangkan.