Ustadz, I Love U

Ustadz, I Love U
maaf



Waktu berputar begitu cepat. Halang rintang dalam sebuah perjalanan kehidupan pasti ada. Namun itu mampu di lalui laura dengan sangat baik. Perkembangan kemampuan mengaji laura juga sangat baik, di awal yang tak mengerti sama sekali dengan kitab kuning sekarang bahkan sudah sangat mahir. Beberapa kali di ikutkan perlombaan membaca kitab kuning beserta artinya ia mampu membawa pulang piala dan itu tak luput dari do'a dan dukungan orang-orang sekitar yang begitu menyayanginya.


Laura sangat bersyukur pada Allah SWT yang menurutnya sangat baik kepadanya, di tempatkan di sisi orang-orang dan lingkungan yang terbaik. Bahkan ia tak menyangka tujuan utama yang hanya iseng ingin mencari seseorang itu kini merubah total kehidupannya. Meskipun tak di pungkiri bahwa rasa itu juga masih ada dalam hatinya, dan harapan untuk berjodoh itu juga terpikirkan olehnya. Tapi kembali lagi bahwa kita tak dapat mengatur jodoh dan juga tak dapat memintanya semua itu di serahkan kepada Allah yang lebih tahu apa yang terbaik baginya.


Saat ini laura telah menginjak kelas XII dan mungkin langkahnya akan tinggal beberapa waktu lagi menjelang kelulusan. Dan itu membuat laura lebih fokus, dan saat ini lebih sering menghabiskan waktunya untuk ke perpustakaan memperdalam pengetahuan yang bisa mengantarkannya pada kesuksesan.


" Ra, ....!" panggil seseorang yang sudah sangat di kenal oleh laura.


"nggih ustadz, !" laura beralih dari buku yang ada di tangannya menatap sang penyapa.


" boleh aku duduk disini ?" tanya orang tersebut.


" monggo,...!" jawab laura mempersilahkan orang tersebut duduk di kusri yang berseberangan denganya.


" ra,...


"nggih ?"


" aku mau minta maaf,...


laura mengrenyitkan kening berfikir apa yang barusan di katakan sang ustadz. mengingat-ingat hal apa yang harus di maafkan ?


"untuk ?" tanya laura kemudian kali ini buku di hadapannya sudah tertutup.


" 2 tahun lalu, maaf aku tidak melakukan pembelaan apapun saat sidang itu, aku memang bodoh ra, tidak seharusnya orang yang di anggap sebagai ustadz ini diam saja melihat orang tak bersalah di perlakukan seperti itu !"


orang itu adalah ustadz fauzy yang masih memendam penyesalan setelah peristiwa 2 tahun silam. peristiwa dimana laura di fitnah dan mendapat hukuman hingga pingsan tak sadarkan diri berjam-jam. Meskipun sudah 2 tahun, rasanya mulut itu masih sulit untuk mengucapkan kata maaf karena terlampau malu. dan selama 2 tahun itupun penyesalan selalu menghantui pikirannya. Dan baru hari ini ia memberanikan diri untuk menemui laura dan meminta maaf.


" itu sudah lama sekali ustadz, dan aku sudah lama memaafkannya !" ujar laura tulus.


" iya aku tahu itu, tapi aku yang terlalu pengecut tidak berani mengucapkan kata maaf itu dari awal !" sesal ustadz Fauzy lagi.


" sudahlah ustadz, aku sudah melupakan semuanya, tidak perlu menyesali apapun yang telah terjadi !"


" kamu terlalu baik, tak heran kalau reza tergila-gila denganmu !"


"ck, ustadz kenapa jadi bahas reza sih !" wajah serius laura berubah jadi malas saat mendengar nama reza yang di sebut.


ustadz fauzy terkekeh melihat ekspresi laura yang mendadak masam itu.


" Akhirnya aku lega sudah bisa minta maaf sama kamu,...!" ujar ustadz fauzy kemudian yang hanya di tanggapi sebuah senyuman oleh laura.


" habis dari sini kamu mau lanjut pendidikan kemana ?" tanya ustadz fauzi.


" pengenya masih disini ustadz, tapi papa mama minta untuk pulang !" jawab laura.


"dan kamu mau ?" tanya ustadz fauzi lagi.


"bukankan ridhollah fi ridhol walidain ustadz ? mereka sudah menuruti keinginanku hampir tiga tahun ini !" terang laura dan ustadz Fauzy tersenyum mendengarnya.


" kamu ndak ingin dapat jodoh orang sini ?" tanya ustadz fauzi membuat laura terkekeh mendengarnya.


sebenarnya ya pengen lah ustadz, tapi mana mau teman ustadz itu denganku ? batin laura.


" Jodoh itu tidak bisa di pilih ustadz, kalaupun iya ya Alhamdulillah kalau nggak ya... Alhamdulillah! " jawab laura.


" apa kamu sudah punya pacar di jakarta ?" tanya ustadz fauzi lagi.


" Astagfirullah hal adziiim, kan pacaran itu ga boleh ustadz masa iya aku pacaran, lagian ustadz kenapa nanyanya semakin aneh gitu sih ?"


" hemm, ga papa, ya sudah aku ada jam ngajar, sekali lagi terima kasih !"


ustadz Fauzy yang sudah salah tingkah memilih beranjak dari tempat duduknya meninggalkan laura yang tengah berada di perpustakaan putri seorang diri.


Kebetulan bel masuk memang sudah berbunyi laura juga beranjak untuk kembali ke kelasnya untuk menerima materi dari mata pelajaran yang selanjutnya.


" Inna lillahi wa inna ilaihi roji'uun....


Laura memang sedikit terburu-buru karena takut terlambat masuk kelas dan itu membuat keseimbangannya tak terjaga hingga tubunya terpental saat tersenggol salah satu tiang yang berada di jalanya menuju kelas. Namun tidak sampai tersungkur kelantai karena dengan sigap sebuah tubuh kekar menangkap tubuh mungil itu. dan saat ini mata kedua orang itu telah bertemu. Dan entah mengapa itu begitu hangat.


" Astagfirullah hal adziiim, Ngapunten ustadz, saya memang ceroboh !" ujar laura tak enak hati saat menyadari posisinya saat ini dan segera menjauh dari tubu kekar yang menahan tubuhnya itu.


" setelah hampir tiga tahun, baru ini kamu menyadari kecerobohan yang berulang-ulang itu !" celetuk orang itu dengan wajah datar yang biasa di tampakkan.


" hemmh, aku sudah telat dan ga berminat untuk adu mulut sama ustadz, aku sudah minta maaf apa itu tidak cukup ?" dengus laura malas.


" jadi minta maafnya juga tidak ikhlas ?"


" Astagfirullah hal adziiim, ustadz Abdurrahman yang baik aku minta maaf, tolong biarkan aku pergi !" pinta laura dengan wajah memelas.


" kamu telat pelajarannya siapa ?"


Astagfirullah hal adziiim, tuch kan kumat lagi nyebelinya, padahal udah aku bayangkan tadi bakal romantis kaya di film-film, tapi itu cuma mimpi laura, cuma mimpi 😧


" alasan aja telat, orang habis ini yang masuk kelas aku !" ujar ustadz A'ab kemudian berlalu meninggalkan laura yang melongo karena ucapannya.


ya Allah bangunkan aku dari mimpi buruk ini, lagian kog aku bisa lupa kalau habis ini pelajarannya ? bikin malu aja.


" gak na jalan, malah bengong disitu !" ustadz A'ab yang tadi sudah berlalu kembali menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah laura yang masih terdiam seribu bahasa di tempatnya.


Arghhhh,.......pengen loncat rasanya, malu banget....jerit hati laura.


Laura mengekor di belakang sang ustadz dengan wajah tertunduk malu. sudah tak tahu lagi seperti apa wajahnya saat ini.


* cerita ini hanya khayalan author 😂, karena authornya hobby menghayal😆*