Twin'S

Twin'S
Exstra Part.19



Kedatangan Ara, Zea dan Jimi, membuat Dela bahagia. Pasalnya beberapa hari tak bertemu dengan Ara membuat dia rindu.


"Ka Dela cepat sembuh ya," ucap Ara.


"Iya, kamu juga cepet sembuh ya! Nurut sama tante Zea, harus minum obat dan mau makan," ujar Dela.


"Iya ka, aku bakal nurut sama tante Zea."


Ara memeluk Dela di ranjangnya, mereka terus berbicara dan tertawa bahagia. Diam-diam Zea memotret ke bersamaan mereka, dan mengirimnya pada Auriga yang entah dimana.


Yusra pun melakukan hal yang sama, dia mengirim pada Yumna. Agar dia sadar bahwa anaknya bahagia, dan dia juga mengunggahnya di status pesan aplikasi hijau di ponselnya. Dengan caption yang akan menyindir Yumna.


****


Sedangkan Yumna yang melihat status Yusra, merasakan dadanya sesak. Pintu kamar terbuka oleh Bara membuat Yumna terkejut.


"Sayang," sapa Bara.


Namun Yumna hanya diam saja, tak menoleh pada Bara.


"Kenapa?" tanya Bara memeluk Yumna dari belakang, Bara memperhatikan foto Dela dan Ara yang tengah tertawa lepas.


"Aku belum pernah melihat tawa lepas Dela, selama ini dia biasa saja. Aku kira dia cukup bahagia, aku melarang Dela memiliki kekasih saat ada pria mendekat aku ancam mereka. Dan menyuruh mereka menjauhi anak ku," cerita Yumna, karena masa lalu. Yumna takut Dela bernasib seperti dirinya.


"Aku mengancam mereka, tanpa sepengetahuan Dela." Isak Yumna, Bara membalikan tubuh Yumna dan memeluk Yumna erat.


"Aku tahu kamu melakukan yang terbaik untuk Dela, tapi mungkin cara mu yang salah sayang. Kita terlalu banyak kerja, memenuhi kebutuhan Radela dan Tatiana. Agar mereka tak kekurangan sedikit pun, waktu kebersamaan kita di akhir pekan pun sangat sedikit. Aku seperti kehilangan saat Dela tumbuh dewasa," papar Bara, mengusap punggung Yumna.


"Kamu benar, aku yang salah. Kebersamaan kita memang sedikit, apalagi Dela selalu pergi ke rumah Dika di akhir pekan. Kita selalu menghabiskan waktu bersama Tiana itu pun hanya dalam hitungan jam," ujar Yumna.


"Sudah jangan nangis lagi, kita perbaiki dulu waktu kebersamaan kita. Datanglah dan minta maaf pada Dela, aku tahu dia merindukan mu bundanya," terang Bara, Yumna pun mengangguk.


"Terima kasih, kamu selalu ada untuk ku. Aku sayang kamu Bara." Ucap Yumna, mencium Bara.


Saat Yumna akan melepaskan ciumannya, Bara menahan tengkuk Yumna. Ciuman kasih sayang berubah menjadi ciuman panas, penuh nafsu. Akhir-akhir ini memang Bara dan Yumna jarang melakukan hubungan suami istri.


"Sekali yah," pinta Bara dengan suara yang sudah serak.


"Iya." Balas Yumna, sesungguhnya Yumna pun rindu sentuhan Bara.


Tanpa mereka tahu, bahwa di rumah sakit Dela menunggu Bara yang mengaku pamit akan pulang sebentar tapi tak kunjung kembali.


"Ayah mana sih? Tiana, coba telepon ayah."


Tiana pun menurut, dan mencoba menghubungi nomor Bara.


"Gak di angkat ka," ucapnya.


"Pasti lagi mesra-mesraan sama bunda," omel Dela.


"Ada apa?" tanya Laura, setelah mengantar keluarga Jimi dan pergi ke kantin untuk membeli makan Tiana.


"Ayah lagi mesra-mesraan sama bunda,"


"Lalu apa masalahnya? Mereka halal Dela, siapa tahu bunda mu luluh dan mau menikahkan mu dengan Auriga." Ujar Laura terkekeh.


Dela hanya berdecak kesal, satu hari tak bertemu Auriga membuatnya rindu. Dia tidak bisa menghubungi Auriga karena tidak membawa ponsel ke rumah sakit. Meminjam ponsel Tiana pun percuma, dia tak hapal nomornya.


****


Setelah pergulatan panas yang memakan waktu lama, kini disinilah Yumna dan Bara sekarang di sebuah apartemen yang dulu pernah dia datangi dengan segala emosi.


"Aku ingin meminta maaf Auriga, atas semua sikap ku pada mu." Ujar Yumna.


"Lalu?" tanyanya setelah sekian detik diam.


"Aku akan merestui hubungan mu dengan Dela," putus Yumna.


Dia melakukan demi kebahagiaan Dela, dan agar Dela tak memusuhinya. Yumna tak rela satu rumah tapi di musuhi oleh anaknya tersebut.


"Kalau aku tidak mau bagaimana? Dela masih terlalu muda untuk ku. Yang terlalu tua malah mungkin pantasnya Dela jadi keponakan ku,"


"Auriga tapi bukannya kalian saling mencintai?"


"Memang aku mencintainya, tapi sekarang tidak."


"Apa maksud mu?" bentak Yumna, mulai terpancing emosi.


"Sabar sayang," bisik Bara mengusap punggung Yumna.


"Auriga jika kamu tak mencintai anak ku, dan hanya mempermainkan dia. Maka jauhkan Ara dari Dela, beri pengertian bahwa Dela tidak akan menjadi ibu sambungnya." Ucap Bara dengan tegas, setelah diam mendengar perbincangan Yumna dan Auriga.


"Baiklah, kalian boleh pergi." Usir Auriga.


Yumna memutar bola mata malas, kemudian dia beranjak meninggalkan ruang tamu apartemen Auriga. Di susul oleh Bara, yang melirik sekilas Auriga.


"Auriga itu ngeselin," ucap Yumna setelah masuk ke dalam mobil.


"Kok kamu ketawa sih sayang?" kesalnya.


"Aku percaya sama Auriga," ujar Bara.


Yumna hanya berdecak kesal, dia akan ikut ke rumah sakit bertemu dengan Dela. Yumna berharap Dela tak marah lagi, sebelum ke rumah sakit. Bara teringat pesanan Dela yang menginginkan ayam goreng serundeng kesukaannya.


***


"Kamu yakin Auriga?" tanya Jimi, setelah kedatangan Yumna. Auriga bergegas menuju rumah Zea, sekalian menjemput Lula.


"Iya aku yakin dad, aku akan melakukan kejutan untuknya."


"Apa ka Dela akan jadi ibu ku yah?" tanya Lula tiba-tiba.


"Doakan saja," ujar Auriga mengusap puncak kepala Lula.


"Aku selalu berdoa yang terbaik untuk ayah, dan keluarga kecil kita." Lula memeluk Auriga dengan erat.


"Menurut Dokter yang memeriksa Dela, besok dia bisa pulang ke rumah. Harusnya sih hari ini tapi Bara menolak," kata Jimi.


"Baiklah aku akan mempersiapkan kejutan untuknya besok, sayang tolong panggilkan tante Zea." Pinta Auriga.


Lula pun keluar dari ruang kerja Jimi, dan memberitahu Zea bahwa Auriga ingin berbicara.


"Ada apa?" tanya Zea, dan duduk di sebelah Auriga.


Auriga pun membicarakan rencananya pada Zea, dan meminta tolong untuk mengatur kejutan tersebut.


"Baiklah aku juga akan minta tolong pada Dika, anaknya Mario dan Laura. Dika pasti mau membantu keponakannya tersebut," ujar Jimi.


"Jangan lupa yah Zea, kasih tau Keano."


"Iya." Balas Zea.


****


Sedangkan di rumah sakit, saat Yumna datang Dela masih marah. Yumna berusaha membujuk Dela dan memberikan perhatian padanya.


"Nak maafin bunda, sampai kapan kamu terus marah sama bunda?" tanya Yumna.


"Bunda gak suka kalau kamu marah lama," celoteh Yumna.


Membuat semua orang yang ada di ruangan Dela tersenyum, Yumna dan Dela seperti adik kakak yang marahan. Laura menatap anak dan cucunya, melihat Dela seperti itu. Rasanya melihat dirinya yang membujuk Yumna kecil marah.


"Walau waktu cepat berlalu, tapi semua terasa sama." batin Laura.


"Halah ka Dela ini, masa mau nikah kaya anak kecil. Nanti anaknya yang ngalah," ledek Tiana.


Membuat Dela melotot pada adiknya tersebut.


"Ayah, mening jangan nikahin ka Dela dulu. Sama aku aja masih ribut kok ya mau urus anak orang," omel Tiana. "Memangnya ada yang mau sama kaka?" lanjutnya lagi, membuat tawa semua orang pecah.


"Tiana kok kamu gitu sih," ketus Dela.


"Ya lagian, aku geli liat ka Dela cemberut kaya gitu. Aku mana pernah marah sama bunda, karena aku sayang." Ucapnya.


"Pintar cucunya Grany," ujar Laura mengusap kepala Tiana.


Tatiana tersenyum pada Laura, dan mengedipkan matanya pada Yumna. Yumna tersenyum menatap Tatiana, putrinya bungsunya yang cantik tersebut mengerti bagaimana membuat Dela memaafkan dirinya.


"Dela, maafkan bunda nak." Lirih Yumna.


Dela menghela napas secara perlahan, kemudian menatap Yumna sekilas. Semua kebaikan Yumna memang untuk melindungi dirinya, tapi caranya yang salah.


Dela merentangkan tangannya, meminta di peluk dan Yumna pun mengerti. Yumna memeluk sang anak dengan erat.


"Bun boleh gak, aku pulang sekarang?" tanya Dela.


"Engga boleh," potong Bara cepat, karena tadi Auriga memberitahu Bara bahwa dia akan memberikan kejutan pada Dela saat pulang dari rumah sakit.


"Kenapa?" tanya Yumna.


"Ayah hanya ingin, Dela benar-benar sembuh sayang. Jika kamu khawatir dengan biaya. Kita bisa minta sama papi Mario," ucap Bara enteng.


"Terserahlah, aku pasrah." Kata Dela.


Laura, Tatiana dan Yumna memutuskan untuk pulang, setelah Mario menjemput mereka.


Semoga suka 💞


tbc..


Maaf typo