Twin'S

Twin'S
Bab.76



Hari berlalu begitu cepat tak terasa, kini dua minggu sudah berlalu. Besok adalah hari dimana yang di nantikan oleh Laura dan Mario, Yumna dan Bara. Mereka akan melakukan pernikahan secara bersamaan, membuat Yusra cemberut karena ingin juga di adakan bersama-sama dengan mereka.


Yumna dengan senang hatinya mengejek Yusra, tapi Yusra tetap ikut melakukan fitting baju pengantin.


"Ahh... Seharusnya, aku juga bareng sama kalian resepsinya," keluh Yusra, sambil melihat-lihat gaun yang akan dia kenakan di resepsi nanti.


"Ada-ada aja kamu ini, gak cukup apa resepsi dua kali kemarin? Siang malam full," cibir Yumna.


"Engga, karena Hito gak cinta sama aku jadi aku gak menikmati moment itu. Karena dia mikirin kamu terus," omel Yusra, membuat Hito meringis sedangkan Laura dan Yumna mendengarnya pun terkekeh.


"Ya sudah, nanti ibu bilang sama papi mu. Kita tidak usah melakukan resepsi, biar kamu saja dan Yumna," sahut Laura.


"Benar ya bu?" tanya Yusra antusias.


"Iya,"


"Makasih, ibu yang terbaik." Yusra memeluk Laura dengan erat.


"Dasar," ketus Yumna.


Setelah mendapat apa yang di inginkan mereka bersiap untuk pulang, dan melihat akan mengawasi para pekerja yang sedang mendekor halaman depan rumah Laura. Semua persiapan sudah hampir selesai.


****


Pagi pun tiba, dua orang MUA di sewa oleh Mario. Karena Yusra terus merengek pada Mario ingin resepsi kembali, tanpa banyak kata Mario mengiyakan permintaan sang anak.


Yumna di rias di kamarnya, sedangkan Yusra dan Laura di kamar Laura.


"Ibu aku kan mau sama Yumna," rengek Yusra, setelah Laura selesai di rias sederhana namun terlihat cantik.


"Sudahlah sayang jangan, ganggu kakak mu. Kami sudah menikah," jawab Laura membuat Yusra cemberut.


Setelah mereka selesai di rias, Laura dan Yusra menuju kamar Yumna. Yumna dan Laura mengenakan kebaya yang senada berwarna putih tulang, sedangkan Yusra memakai dress karena dia akan melakukan resepsi saja. Dress berbelahan dada rendah tanpa lengan, dengan hiasan bunga di bawah bajunya dengan brukat di bagian atas badan. Tak lupa rambutnya di gerai indah.


Pintu terbuka, Laura pun melihat Yumna sudah selesai.


"Ibu dan Yusra cantik sekali," puji Laura.


"Kamu juga sayang," ucap Laura, dan di setujui oleh Yusra.


Tak lama mereka di panggil oleh pihak WO, untuk segera ke depan. Karena sebentar lagi acara akan di mulai, Laura dan Yumna berjalan terlebih dulu sedangkan Yusra mengekor di belakang.


Setelah sampai di meja ijab, sudah menunggu Mario. Karena ijab akan di lakukan Mario dan Laura terlebih dulu, semua mata memandang kagum pada Laura dan kedua anaknya. Mereka sangat cantik, bahkan jika orang sekilas melihat bukan sebagai ibu dan anak. Tapi mungkin bisa saja mereka kembar.


Tak lama acaranya di mulai, dengan berbagai macam sambutan dan doa-doa. Lalu Mario menjabat tangan wali hakim, dan sah Laura dan Mario pun menjadi suami istri sah secara agam dan negara.


Kini giliran Yumna dan Bara, yang sudah menunggu. Bara selalu mencuri pandang pada Yumna yang begitu cantik.


Bara mengucap janji suci dengan lantang dan satu tarikan napas, membuat semua orang lega dan bahagia. Tak terkecuali Yumna, dia merasa bahagia dan haru. Yumna tersenyum pada Bara, saat mereka akan foto buku nikah.


"Dasar pengantin basi," cibir Yumna.


Sementara Mario, dia duduk di meja yang di sediakan oleh pihak WO bersama anggota keluarga.


"Abis resepsi selesai, kita ke hotel ya," bisik Mario.


"Apaan sih, kaya anak muda aja. Kita udah tua di rumah aja," kekeh Laura.


"Justru itu kita gak boleh kalah sama yang muda," ujar Mario, membuat Laura menyikut perutnya.


"Ada-ada saja,"


****


Resepsi pun selesai, pengantin baru dan pengantin lama pun menuju hotel yang sudah di siapkan oleh Mario.


Mario memesan tiga kamar Presidential Suite untuk mereka malam pertama.


"Papi mengerti sekali, kita langsung di bawa ke hotel," celetuk Yusra.


"Ya memang kamu mau di rumah? tanya Mario.


"Engga dong Pih," kekeh Yusra.


Lift pun terbuka, mereka sudah sampai di lantai dimana kamar mereka berada. Terdapat lima buah kamar di hotel tersebut.


"Papi sama ibu, masuk dulu." Kata Mario.


"Papi gak sabar amat sih," ejek Yusra.


"Sudah memang Hito yang sabar, mau-maunya aja di tunda." Cibir Mario pada anak dan menantunya yang tertawa.


Mario pun menarik Laura ke dalam, dan meninggalkan anak mereka dengan suaminya.


Hening yang terjadi, mereka malah diam mematung di depan kamar masing-masing.


"Ayo masuk," ajak Bara pada Yumna.


"Kita duluan," goda Yumna, membuat Yusra memutar bola mata malas.


Kemudian Yusra dan Hito pun menyusul masuk kamar, ketiga kamar tersebut di hias seindah mungkin untuk mereka pengantin baru yang akan malam pertama. Melebur menjadi satu menuju surga dunia yang indah.


tbc...


Jangan lupa tinggalkan jejak, makasih 🙏


Beberapa bab lagi tamat ya makasih