Twin'S

Twin'S
Bab.47



Satu minggu berlalu hari ini Yumna memutuskan kembali ke Jakarta, dia sudah rindu pada Laura, Anjani dan Keano. Mengingat tentang Keano membuat Yumna tersipu.


Sebuah tepukan membuyarkan lamunannya, Yumna tersenyum pada Bara.


"Kamu ngagetin aja," omel Yumna.


"Lagian melamun sih,"


Yumna hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Yumna, ayo sarapan dulu," ajak Antiah, keluar dari kamar.


"Iya nek,"


Antiah menuju meja makan terlebih dulu, kemudian di susul oleh Yumna. Saat mereka sedang asik menyantap sarapannya, tiba-tiba Bara datang memberitahukan bahwa ada anak muda, yang ingin bertemu dengan Yumna.


"Siapa?" tanya Yumna heran.


"Entahlah, kamu lihat saja sendiri. Dia tidak memberitahu siapa dia," ujar Bara.


"Aku ke depan dulu, nek." Izin Yumna pada Antiah, dan di jawab anggukan oleh Antiah.


Bara mengikuti Yumna dari belakang, saat tiba di depan. Yumna tersenyum melihat mobil yang begitu dia kenali.


"Keano," seru Yumna, berlari dan memeluk Keano.


Keano menyambut pelukan Yumna tak kalah erat.


"Ko tahu, aku pulang hari ini?"


"Firasat seorang kekasih," kekeh Keano, melepaskan pelukan Yumna.


Bara yang melihat itu pun langsung memalingkan wajah, ada debaran aneh yang hinggap di dadanya.


"Ayo masuk, kita sarapan dulu," ajak Yumna.


"Nek, kenalin ini Keano. Kekasih ku,"


Yumna mengenalkan Keano, saat dia sudah di depan Antiah, Keano mencium punggung tangan Antiah. Kemudian Antiah mengajak Keano sarapan terlebih dulu, sebelum mereka kembali ke Jakarta.


Meja makan yang selalu di isi oleh Antiah, terkadang Bara selalu menemani Antiah sekarang terlebih hangat. Antiah selalu berharap Mario menetap bersamanya disini, dan mengelola bisnis yang sudah lama dia jalankan, bisnis milik almarhum suaminya.


****


Sementara itu di Jimi dan Radit memutuskan bertemu di restauran milik Zea dan Auriga, Jimi mengundurkan diri dari kantor Mario, setelah mendapatkan ganti dirinya.


"Hai Jim, apa kabar?" tanya Radit, setelah sampai di hadapan Jimi. Kemudian memeluk Jimi.


"Baik," jawab Jimi singkat, setelah melepas pelukan mereka.


"Kamu selalu tahu, minuman kesukaan ku," kekeh Radit.


"Itulah gunanya sahabat Dit,"


"Aku terserah mereka, tidak ingin memaksakan kehendak anak-anak." Jimi mengedikan bahu acuh, begitulah Jimi dan Radit selalu mengerti.


"Kita atur pertemuan keluarga nanti," putus Radit dan di jawab anggukan oleh Jimi.


Mereka pun melanjutkan obrolan seputar bisnis, dan anak-anak mereka. Hanya dengan Radit dan kedua anaknya lah Jimi bisa menjadi dirinya sendiri, selama ini sikap hangatnya tertutup dengan sikap dingin dirinya.


*****


Sebelum ke Jakarta, Keano dan Yumna sepakat untuk menghabiskan waktu berdua dengan berlibur ke Farm House. Karena padatnya aktifitas Keano, membuat mereka tidak sempat berkencan layaknya pasangan yang lain.


Sebagai salah satu tempat wisata lembang baru, Farm house Lembang mulai beroperasi sekitar tahun 2015. Tempat wisata di Bandung biasanya terbantu naik oleh medsos, terutama facebook dan instagram. Tampaknya tempat ini memaksimalkan banget hal ini.


Dengan desain atmosfer eropa, banyak spot unik yang pastinya bakal menarik untuk swafoto/selfie, dan di posting di media sosial. memang, Farmhouse Lembang sejauh ini menawarkan ‘wisata foto’ sebagai daya tarik utamanya. Mirip-mirip dengan Dago Dream Park, hanya berbeda konsep tempatnya saja.


Keano dan Yumna berkeliling melihat keindahan Farm House, mereka memutuskan untuk menyewa kostum bergaya Eropa, kemudian mereka berfoto di spot terbaik, mereka kembali berjalan menuju rumah Hobbit. Dan yang terakhir gembok cinta, Keano sudah membeli gembok tersebut, dan menulis nama mereka.


Yumna dan Keano memasang gembok tersebut, berdampingan dengan gembok-gembok yang lain. Kemudian Keano membuang kunci tersebut, Yumna tersenyum menatap Keano.


"Semoga cinta kita, selalu bersama," ucap Keano tersenyum manis, dan di aminkan oleh Yumna.


"Tapi aku tidak yakin." Sambung Yumna dalam hati.


Setelah selesai berfoto, Keano dan Yumna memutuskan mengembalikan baju yang di sewa, kemudian mereka menuju cafe untuk makan siang. Beberapa menit kemudian, dua chiken katsu, cheese cake dan minuman mereka sudah sampai.


"Terima kasih," ucap Yumna, setelah mereka selesai makan.


"Untuk?"


"Untuk semuanya Keano, aku gak bisa sebut satu-satu." ujar Yumna.


"Aku akan melakukan apa pun, untuk wanita yang aku cintai, Yumna."


Yumna mengulum senyum, dengan malu-malu dia meminum minumannya yang belum habis, guna menghalau ke debaran yang hinggap dihatinya.


"Jangan lagi lari, jika kamu sedang ada masalah ok. Kamu bisa cerita sama aku, jika kamu percaya, jika tidak. Alu tidak masalah Yumna,"


Keano sengaja tidak membahas Yusra terlebih dulu, dia ingin Yumna menceritakannya dengan suka rela.


"Aku percaya sama kamu, tapi aku belum siap untuk cerita. Maaf," lirih Yumna.


"Tidak apa-apa, udah jangan sedih. Sekarang kita ke tempat oleh-oleh ya, kita beli sesuatu untuk ibu mu dan oma mu," ajak Keano.


Yumna pun mengangguk dan mereka keluar dari cafe, mereka berjalan menuju tempat oleh-oleh dan souvernir. Setelah asik berbelanja, Keano dan Yumna memutuskan untuk pulang.


tbc...


Maaf typo


Jangan lupa tinggalkan jejak makasih 🙏