Twin'S

Twin'S
Bab.41



"Loh! Dad, sudah pulang? Tumben," tanya Zea heran, biasanya Jimi akan pulang pukul sembilan malam atau pukul tujuh malam.


"Kerjaan daddy sudah beres, sayang. Lagian bosnya daddy juga sedang ada acara keluarga, jadi daddy bisa pulang cepat. Seperti karyawan lain pada umumnya," terang Jimi tersenyum pada Zea dan mengusap kepalanya dengan sayang, dan hanya di jawab anggukan oleh Zea.


"Oh ya dad, kapan kita akan bertemu dengan tante Dania?" tanya Zea lagi, setelah meletakan teh di meja untuk jimi. Kebetulan tadi Zea sedang membuat teh untuk dirinya.


"Sudahlah sayang, kita tidak akan pernah bisa bertemu dengan Dania. Daddy harap kamu melupakan rencana kita, untuk membawa Dania masuk ke keluarga kita." Jimi beranjak dari duduknya, kemudian masuk ke kamarnya setelah meneguk teh yang di buat oleh Zea, yang mengingatkan Jimi pada Delia.


"Dad apa kau patah hati, untuk yang ke dua kalinya?"


Zea menatap pintu dengan tatapan nanar, dia tidak ingin pengorbanan sang momy berakhir sia-sia.


"Karena tante Dania, ibu ku meninggal tekanan batin saat sedang mengandung ku dan ka Auriga. Memikirkan suaminya yang tak mencintai dirinya, menikah hanya untuk tanggung jawab saja." Zea menatap foto Dania yang berada di ruang keluarga, matanya berkaca-kaca.


*****


Sementara itu Mario yang sudah sampai di rumahnya, dia bergegas menemui Yusra yang sedang berada di kamarnya.


tok


tok


tok


"Sayang boleh papi masuk?" teriak Mario.


Yusra yang sedang asik menikmati senja, di balkon pun bergegas membuka pintu setelah mendengar ketukan dan teriakan Mario.


"Sebentar pih," sahut Yusra.


Pintu terbuka, menampilkan Yusra dengan setelan piyama tidur. Mario mengeryit melihat perban di kening sang anak.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Mario, menyentuh luka tersebut.


"Oh ini, aku jatuh pih," bohong Yusra, agar Mario tidak mengkhawatirkan dirinya dan tak banyak bertanya lagi.


Mario menghembuskan napasnya secara kasar, dia tahu Yusra telah berbohong padanya. Entahlah Yusra sulit sekali untuk terbuka pada dirinya.


"Lain kali kamu hati-hati,"


"Iya pih, maaf."


"Ou yah sayang, malam ini kita makan malam di luar yu," ajak Mario. "Sekalian Papi, akan memperkenalkan mu pada seseorang." Lanjutnya lagi.


"Seseorang? Siapa pih?"


"Suprise untuk mu," Mario tersenyum pada Yusra.


"Baiklah," putus Yusra.


"Ok kalo gitu, papi ke kamar dulu ya. Jangan lupa bersiap-siap yang cantik," pinta Mario terkekeh.


Yusra hanya tersenyum menanggapi permintaan Mario, dia menutup pintu dan bersandar.


"Pasti papi ingin mempertemukan aku dengan ibu kandung ku,"


Yusra merogoh ponsel yang dia kantongi, di saku celananya dan memberi pesan pada Dania bahwa Mario mengajaknya makan malam. Dan akan memperkenalkan seseorang pada dirinya, Dania pun membalas cepat mengizinkan Yusra untuk ikut Mario.


Beberapa jam kemudian, Mario dan Yusra sudah siap. Secara sekilas Yusra dan Mario tak terlihat seperti ayah dan anak, malah seperti adik kakak. Karena Mario yang selalu menjaga kebugaran tubuhnya dengan hidup sehat, membuatnya awet muda.


Mario mengenakan kemeja warna hitam dan celana bahan berwarna hitam pula, sedangkan Yusra dia mengenakan blus merah muda motif bunga-bunga lengan panjang dan rok pendek, dengan tas hitam dengan rambut di gerai dan bawahnya di curly.


"Terima kasih pi," jawab Yusra.


"Kamu begitu mirip dengan Laura, saat dia muda dulu. Nak," batin Mario, menatap Yusra yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil.


"Ayo pi, nanti kita telat," tegur Yusra, yang melihat Mario melamun.


"Ou ok,"


Dengan tergesa Mario masuk ke dalam mobil, kemudian melajukan mobilnya menuju sebuah hotel tempat janjian mereka.


*****


"Memangnya kita mau bertemu dengan siapa bu?" tanya Yumna kesekian kalinya.


"Adalah, kejutan untuk mu." Jawab Laura, membuat Yumna cemberut.


"Jangan cemberut dong, nanti cantiknya ilang," goda Laura, membuat Yumna terkekeh.


"Ibu nih, emangnya bisa cantik ilang." Yumna tertawa lepas. "Aku udah cantik dari lahir bu," sambungnya lagi.


"Iya kamu anak ibu yang paling cantik,"


Yumna tersenyum, kemudian memeluk lengan Laura. Dan menyandarkan kepalanya di bahu Laura.


"Jika seperti ini, aku merindukan masa kecil ku. Bersama dengan mu." Celetuk Yumna.


"Kenapa memangnya?"


"Aku rindu saat ibu mengajak ku jalan-jalan, tidur dengan ibu dan lain-lainnya. Bagaimana aku cepat menikah, dan meninggalkan rumah ikut dengan suami ku? Aku bakal rindu ibu," ujar Yumna.


"Memangnya ada yang mau sama kamu?" goda Laura, membuat Yumna lagi-lagi cemberut.


"Ibu nih ihh, ngeselin deh."


"Iya... Iya maaf, memangnya siapa pacar kamu? Apa Keano?" tebak Laura.


"Iya," jawab Yumna tersipu.


"Apa ibu setuju?"


"Ibu setuju sayang, asal kamu bahagia." Laura mengelus pipi Yumna, dan Yumna memeluk Laura dengan erat.


"Terima kasih," gumam Yumna.


Tak terasa Yumna dan Laura telah sampai di tempat tujuan, saat mereka keluar dari taxi. Semua mata tertuju pada mereka, seperti halnya Mario dan Yusra. Yumna dan Laura pun terlihat seperti adik kakak, Yumna mengenakan blus yang sama dengan Yusra. Hanya saja blusnya berwarna hitam polos dan celana panjang bahan, Yumna berdandan ala-ala Korea. Rambutnya dia biarkan lurus dan tergerai, sedangkan Laura dia memakai dress berbentuk sabrina, dengan panjang di bawah lutut.


Pelayan menuntun Laura dan Yumna keruangan VIP, yang sudah di pesan oleh Mario. Setelah sampai di ruangan tersebut, Laura menggumamkan terima kasih kepada pelayan.


Saat Laura membuka pintu, tatapan Mario dan Laura terkunci. Dengan pesona masing-masing, sedangkan Yusra dan Yumna mereka dibuat sulit bernapas, mereka tak percaya ada orang yang mirip dengan mereka walau dominan wajah Mario dan Laura. Ada di diri mereka masing-masing. Jantung mereka berdetak lebih cepat dari biasanya, seperti habis lari marathon.


"Bisa papi jelaskan, semua ini?" tanya Yusra dengan nada dinginnya, membuat Mario dan Laura memutuskan kontak mata mereka. Sedangkan Yumna hanya terpaku, di belakang tubuh Laura. Banyak pertanyaan-pertanyaan, yang dia ingin tanyakan pada sang ibu. Dia memang sudah tau tentang Mario ayahnya, tapi untuk gadis di depan Mario. Yang Yumna taksir umurnya hampir sama dengan dirinya, dia tidak tahu sama sekali dan butuh penjelasan sama dengan Yusra.


tbc....


Maaf typo


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, guys Makasih 🙏


slow update.