
💞💞💞
2 hari berlalu setelah permintaan Dania, hubungan Mario dan Dania mulai merenggang. Dan Yusra sudah pulang ke rumahnya.
"Mala, dimana mami?" tanya Yusra.
"Nyonya Dania sedang berada di kamarnya, nona."
Yusra pun mengangguk, kemudian menerima obat yang sudah Mala sediakan.
"Jika butuh sesuatu, anda bisa memanggil saya nona." Ucap Mala, di jawab anggukan oleh Yusra.
Setelah kepergian Mala, Yusra memutuskan untuk menemui Dania. Dia sangat merindukan Dania walau Dania selalu berbuat jahat padanya, Yusra juga sangat menyayangi Dania walau Dania tidak.
Yusra berjalan gontai, menuju kamar Dania dan Mario. Setelah sampai Yusra sempat ragu untuk mengetuk pintu kamar. Saat Yusra akan mengangkat tangannya, tiba-tiba pintu kamar terbuka.
"Mami," lirih Yusra.
Dania menatap datar Yusra. "Ada apa?" tanyanya dingin.
"Aku merindukan mami,kenapa mami tidak menjengukku?"
"Kamu bukan anakku, jadi aku tidak peduli mau kamu pulang atau tidak?mau kamu sehat atau tidak," kata Dania.
Hati Yusra pun sakit saat Dania berkata seperti itu, apa salahnya?sehingga Dania membenci dirinya.
"Pergi kamu dari hadapan saya," desis Dania, Yusra pun berlalu dari hadapan Dania dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
Dania membanting pintu dengan kasar, membuat Yusra yang tak jauh dari kamar Dania mendengar itu semua.
💞💞💞
Yusra sudah sampai di rumah Wina ibunya Hito, dia memeluk Wina erat sambil menangis. Beruntung sore itu Wina sudah pulang dari tempat kerjanya, hanya dengan Wina lah Yusra bisa menumpahkan kesedihannya dan berbagi masalah.
"Sudah jangan nangis lagi, kan masih ada tante." Ujar Wina, menghapus jejak air mata di pipi Yusra.
"Kamu sudah makan?"
"Belum, dari siang aku belum makan tan. Aku rindu masakan tante," ucap Yusra manja.
"Ya sudah kalo gitu, tante masakin kamu dulu." Wina melirik jam tangannya.
"Sebentar lagi Hito juga pulang, jadi kamu tunggu saja yah."
Yusra pun mengangguk sebagai jawaban, dia duduk di meja makan memperhatikan Wina memasak.
Wina tersenyum menatap Yusra sebentar, kemudian dia kembali berkutat dengan alat masaknya.
"Dengan senang hati tante, akan mengajari mu."
"Tante memang yang terbaik."
Wina dan Yusra pun tertawa lepas, tak lama Yusra mendengar deru suara mesin mobil. Kemudian dia mendengar suara Hito yang memanggil ibunya.
"Bu aku pulang," teriak Hito.
"Hito." Pekik Yusra, Yusra berjalan cepat ke arah Hito.
Setelah sampai Yusra memeluk erat Hito. "Ya ampun, aku kangen banget sama kamu. Kamu gak pernah datang ke rumah sakit," rajuk Yusra.
Hito tersenyum pada Yusra, melepaskan pelukan mereka. "Bukannya aku tidak mau menjengukmu, tapi tugas-tugas ku banyak sekali Ra," kilah Hito, padahal dia selalu datang ke cafe Keano untuk melihat Yumna.
Yusra mencebik dia memukul pelan lengan Hito, kemudian mengajak Hito menuju dapur dimana Wina sedang memasak.
"Duduk lah, sebentar lagi makan sore sudah siap."
Hito dan Yusra pun menurut, mereka duduk sambil bercengkrama. Wina yang melihat wajah bahagia Yusra pun merasa lega setidaknya dia melupakan masalahnya bersama Hito.
💞💞💞
Sementara itu di perusahaan Wiriadinata, Mario yang sedang mengerjakan berkas-berkas penting, di buat terkejut akan ketukan pintu ruangannya.
Setelah memberi izin untuk masuk, Jimi masuk dengan wajah datar dan dingin, yang sudah biasa Mario lihat. Jimi menyodorkan sebuah map berwarna biru.
"Info yang anda minta, tuan."
Mario membuka map tersebut, membaca setiap isinya dan dia sangat terkejut bahwa faktanya Laura melahirkan bayi perempuan kembar.
"Yumna Nada Anjani, Laura kenapa kamu menyembunyikannya?bagaimana pun juga, dia adalah putriku," gumam Mario.
"Kalo tidak ada lagi yang di butuhkan, saya permisi dulu tuan." Celetuk Jimi.
Mario pun hanya mengangguk sebagai jawaban, tanpa mengalihkan perhatiannya dari informasi tentang Yumna.
tbc..
Maaf typo
Jangan lupa komen dan like, makasih 🙏