Twin'S

Twin'S
Bab.48



...~Begitu banyak manusia di dunia dan begitu sedikit yang bisa menghargai perasaan manusia~...


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam, Keano dan Yumna sudah sampai di halaman depan rumah Yumna.


"Akhirnya sampai," gumam Yumna.


Keano melirik Yumna.


"Berjanjilah Yumna, jangan pernah pergi," pinta Keano.


"Aku berjanji, terima kasih Keano. Kamu gak mau mampir dulu?"


"Tidak, bunda menyuruhku cepat pulang. Jadi lain kali saja,"


"Baiklah, salam buat bunda Zalfa ya, aku turun hati-hati di jalan Keano,"


Saat Yumna akan membuka pintu, Keano menahan Yumna. Kemudian tanpa di duga Keano mengecup pipi Yumna, kemudian dia mencium bibir Yumna lama. Yumna membulatkan matanya.


"Ciuman pertama ku," batin Yumna menjerit, Yumna pun memejamkan matanya.


"I Love you, Yumna," bisik Keano.


Sekarang Yumna merasakan bahwa pipinya terasa panas, sebelum turun Yumna menetralkan debaran jantungnya.


"Love you to," balas Yumna tersenyum manis, kemudian dia turun dari mobil.


Dan menunggu mobil Keano berlalu, sambil melambaikan tangannya. Setelah Keano menghilang dari pandangannya, tak lama sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di depan Yumna.


Yumna mengerutkan keningnya bingung, dia tidak mengenal lelaki di hadapannya tersebut.


"Ada apa tuan? Anda mencari sesuatu?" tanya Yumna sopan, setelah Jimi membuka kaca mobil.


"Masuk lah, aku ingin bicara. Berdua dengan mu," pinta Jimi, ya Jimi menemui Yumna.


Jimi tahu semua tentang Yumna, secara dia adalah putri kandung Mario. Jadi Jimi tahu semua tentang Yumna, termasuk hubungannya dengan Keano.


Yumna pun melirik ke belakang, memastikan bahwa ibunya belum melihatnya keluar. Setelah memastikan aman, Yumna masuk kedalam mobil Jimi dan melaju ke sebuah taman, yang tak jauh dari kediaman Laura.


Disinilah mereka sekarang, Jimi dan Yumna duduk memperhatikan anak-anak, anak muda, serta orang dewasa, yang sedang bermain, ada juga mengobrol dan lain-lainnya, menghabiskan senja di taman.


"Perkenalkan, nama saya Jimi. Mantan asisten tuan Mario ayah mu," jelas Jimi.


Dan Yumna mengangguk sebagai jawaban.


"Lalu ada apa? Apa, om Mario meminta mu, untuk membujuk ku?" cerca Yumna.


"Bukan, aku tidak peduli pada Mario, tapi aku peduli pada hati anak ku,"


Yumna semakin bingung saja, dengan orang bernama Jimi ini. Terlalu berbelit-belit pikirnya.


"Maaf tuan, kenapa anda tidak langsung saja pada inti dari pembicaraan kita. Jangan terlalu berbelit-belit," ucap Yumna dingin.


"Baiklah, saya langsung saja. Bisakah anda menjauhi Keano nona?"


"Kenapa?"


Apa-apa orang ini, tiba-tiba menyuruh ku menjauhi Keano, memangnya siapa dia? batin Yumna, melirik Jimi berwajah tampan tak kalah dari Mario, tapi lebih dingin dan tatapan datar.


"Karena dia calon tunangan anak saya, Zea. Dan anda harus sadar diri nona, siapa anda," Jimi tersenyum sinis.


"A-apa, tidak mungkin,"


Yumna tersenyum dan menggelengkan kepala tidak percaya, selama ini Keano tidak bicara apa pun padanya. Dia sadar siapa dia, tidak perlu Jimi memberitahu pun dia sudah tahu.


"Itu mungkin nona," ucap Jimi dingin, menatap tajam Yumna. "Dua hari lagi, mereka akan mengadakan pertunangan, dan anda bisa datang untuk melihat. Saya mengundang anda secara pribadi, di kediaman saya, malam ini akan ada pertemuan antar dua keluarga," ujar Jimi


"Ahh.... Ya, dan satu lagi. Kamu hanya anak wanita kedua, saya tidak yakin jika. Keluarga Keano akan menerima anda, terutama ayah dari Keano. Dia sangat tidak menyukai wanita kedua," kata Jimi, Jimi tahu bahwa Radit sangat membenci wanita kedua, karena wanita kedua telah menghancurkan kehidupan ibunya Radit. Sampai dia masuk rumah sakit jiwa dan meninggal.


Yumna menatap tak percaya pada Jimi, begitu jahatnya mulut seorang pria bergelar ayah di depannya tersebut. Hatinya berdenyut nyeri, dan dia merasakan air matanya akan meluncur bebas, tapi dia berusaha untuk tahan, agar terlihat lebih kuat.


"Kalau begitu, saya permisi. Saya ingatkan sekali lagi, akhiri kisah cinta anda, sebelum mekar terlalu jauh." Papar Jimi membuyarkan lamunan Yumna, kemudian berlalu dari hadapan Yumna.


Yumna menatap kepergian Jimi, kenapa semua orang selalu meminta dirinya yang mengalah. Setelah adik kandungnya sendiri, sekarang orang lain meminta dirinya menjauh dari Keano.


Begitu banyak orang di dunia ini, kenapa sedikit sekali orang yang bisa menghargai perasaan dirinya. Jimi tidak pernah tahu saja, bahwa cinta itu sudah mekar dan tumbuh, sejak pertemuannya pertama dengan Keano. Yumna sudah jatuh cinta, namun dia sadar akan keadaan mereka yang berbeda. Namun siapa sangka, semua di patahkan oleh keadaan.


"Apa kah aku bisa menyalahkan takdir?" gumam Yumna, tiba-tiba dia tidak bisa menahan air matanya.


Yumna memutuskan untuk lebih lama di tamat tersebut, dia tidak ingin Laura mengetahui dirinya bersedih.


*****


Sementara itu di kediaman Keano, Keano yang baru sampai, langsung di minta duduk terlebih dulu di ruang keluarga.


"Ada apa yah?" tanya Keano.


"Malam ini kita akan kerumahnya om Jimi, sahabat ayah," jawab Radit.


"Om Jimi? Tapi untuk apa?"


"Iya ayah dari anak pemilik cafe, yang kemarin kamu hadiri bersama bunda." jelas Radit.


"Bunda dan ayah, akan melamar Zea," sahut Zalfa, karena terlalu lama sang suami menjelaskan.


"Apa?" pekik Keano. "Tapi aku tidak bisa, bun, yah. Aku sudah punya kekasih," sambungnya lagi.


"Ayah tidak peduli, putuskan kekasih mu itu," tegas Radit.


"Ayah," marah Keano.


"Keano," bentak Radit. "Jaga intonasi suara mu, kamu tahu, bagaimana bersikap di depan orang tua hah!!" Radit menatap tajam sang anak, yang berkilat marah.


Sementara itu Zalfa sangat bingung, siapa yang akan dia tenangkan.


"Mereka berdua sama-sama keras kepala," gumam Zalfa, memutuskan hanya diam saja.


"Ayah mengalah, saat kamu ingin membuka usaha sendiri. Ayah selalu membebaskan kamu, karena apa? Karena ayah sangat menyayangi mu, tapi tidak bisakah kamu, membahagiakan ayah nak?"


"Aku tidak bisa ayah, aku mencintai wanita lain dan dia kekasih ku," lirih Keano.


"Ayah tahu, latar belakang kekasih mu dan ayah tidak merestuinya. Awalnya ayah memang menyukai Yumna, tapi ayah tidak menyukai ibunya,"


"Apa hubungannya ayah?" Keano menundukan kepalanya, dan menjambak rambutnya.


"Ayah tidak bisa bercerita," Radit memalingkan wajahnya, kenangan masa lalunya terlintas di pikirannya.


Jeritan kesakitan Radit saat akan menginjak remaja, karena siksaan ibunya yang depresi selalu terbayang-bayang. Dan bagaimana terpuruknya sang ibu, saat tahu ayahnya berselingkuh dan di rebut oleh wanita kedua.


"Lakukan yang kamu mau, tapi jangan pernah menolak permintaan ayah mu ini," jelas Radit, kemudian dia beranjak dari duduknya. Meninggalkan anak dan istrinya, dia mulai merasakan keringat dingin.


"Turuti apa kata ayah mu, sayang."


"Tapi bunda tau, siapa yang aku cinta,"


"Bunda tahu, tapi bisakah kamu tidak menolak keinginan ayah mu ini? Bunda tidak ingin kehilangannya Keano. Hubungan mu, dengan Yumna jika berlanjut, tidak akan pernah berhasil nak. Mengertilah," pinta Zalfa


"Tapi kenapa bun?"


"Bunda tidak bisa menjelaskan, tapi terimalah dulu, cinta akan hadir seiring berjalannya waktu. Sayang," Zalfa mengusap kepala sang anak, kemudian menyusul sang suami, karena khawatir.


Keano beranjak dari duduknya, kemudian berjalan gontai menuju kamarnya di lantai dua dekat sang adik. Keano memilik adik perempuan bernama Viana Putri, Keano melirik pintu kamar sang adik yang sudah lama tak di tempati. Viana sedang menimba ilmu di negeri sebrang, setiap ada masalah Keano selalu berbagi dengan sang adik yang kadang bijak dan manja tersebut.


"Ana, kakak rindu," lirih Keano.


tbc...


Maaf typo.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, makasih 🙏


Ou ya, disini aku mau jelasin umur mereka mau di ubah tapi harus baca dari awal 😂 nantilah Insya allah kalo udah mau tamat, aku ubah semua dari awal 😊


Jadi Keano sama Hito itu seumuran kira-kira 24 atau 23an lah, kalau Yumna dan Yusra 22thn, trus Bara 3thn lebih muda, yg jelas Auriga sma Zea paling tua aja. Maafkan novel ku yang banyak kurangnya ini maklumlah pemula 😭


Jadi segitu aja intinya Makasih pengertiannya 🙏