Twin'S

Twin'S
Bab.25



💞💞💞


Menjelang pagi Yusra pun masih asik terlelap dalam tidurnya, Laura yang puas memandangi sang anak akan berpamitan kepada Mario.


"Mario sebaiknya aku, kembali ke ruangan ibuku." Jelas Laura, setelah membangunkan Mario. Tanpa menunggu persetujuan Mario, Laura sudah keluar terlebih dulu.


Mario menghela napas secara kasar, dia menatap pintu yang sudah tertutup. Ada keinginan untuk membawa Laura kembali dalam hidupnya.


Sementara itu Laura sudah berada di ruang perawatan nyonya Anjani. "Kata perawat yang merawat ibu, kamu menemani anaknya Mario ?" tanya nyonya Anjani, saat Laura duduk di hadapannya.


"Iya bu, kasian." Bohong Laura, nyonya Anjani menatap tajam Laura.


"Kenapa ibu melihatku, seperti itu ?"


"Kamu tidak bohong kan ?"


"Tidak bu, aku tidak bohong. Buat apa aku bohong." Balas Laura cepat. "Ya sudah aku akan membeli sarapan untuk kita." Putus Laura, tanpa menunggu jawaban dari sang ibu. Laura berlalu begitu saja.


Bukannya apa-apa, dia takut keceplosan. Bukan saatnya semuanya tahu bahwa dia memiliki satu orang anak lagi.


"Huhh...belum, saat nya." Gumam Laura.


💞💞💞


Sementara itu Yumna hari ini bangun kesiangan. "Ya ampun, aku kesiangan." Pekik Yumna. "Keano, dia sudah bangun apa belum yah?" Yumna terus mengomel, sepanjang mencari baju untuk bekerja.


Setelah selesai dengan ritual mandi, dan sudah rapih. Yumna keluar dari kamar mandi sang oma, Yusra melangkahkan kakinya, ke kamar yang di tempati oleh Keano.


"Astaga Ano, belum bangun juga dia." Yumna berdecak, saat melihat Keano masih memeluk guling.


"Keano." Pekik Yumna.


Membuat Keano terlonjak kaget. "Astaga, Yumna kamu. Kalo bangunin gak gitu juga kali." Kesal Keano, Yumna meringis menatap Keano yang kesakitan.


"Ya udah, sini aku bantu." Tawar Yumna.


Yumna membantu Keano bangun. Tiba-tiba Keano mengelitik perut Yumna membuat Yumna tergelak. "Aduh !ampun Keano, aku geli. Udah ihh." Mohon Yumna, namun tidak di gubris oleh Keano.


"Keano." Rengek Yumna, Keano pun menghentikan aksi menggelitik perut Yumna.


"Aduh..cape, ish kamu nyebelin." Keluh Yumna.


"Makanya, jangan iseng." Ledek Keano. "Ya udah aku mandi dulu, ou yah ambilin baju ganti di bagasi mobil yah." Pinta Keano, setelah memberikan kunci mobilnya. Dijawab anggukan oleh Yumna


Keano pun telah selesai dengan ritual mandinya, langsung memakai baju yang Yumna bawa. Setelah selesai Keano keluar kamar menemui Yumna yang sibuk dengan aktifitasnya, membuat susu hangat.


"Gak apa-apa, yang penting perut terisi. Nanti kita makan siang di cafe." Balas Keano, Yumna pun mangangguk sebagai jawaban.


💞💞💞


Sementara di rumah sakit, Yusra yang baru bangun mengingat-ingat kejadian yang menimpanya kemarin.


Dia ingat bahwa Dania bukanlah ibu kandungnya. "Lalu, siapa ibuku ?apa benar aku anak yang tak di inginkan ?" Lirih Laura, dengan mata berkaca-kaca.


Tanpa sepengetahuan Yusra, Laura mendengar kata-kata Yusra. "Seandainya, dulu aku tidak memberikanmu pada ayahmu. Maafkan mamah nak, maaf." Gumam Laura.


Laura pun melangkahkan kaki kembali ke ruangan perawatan nyonya Anjani, niat ingin melihat Yusra malah mendengar kata-kata yang tak mengenakkan.


Mario membuka pintu ruang rawat, melihat putrinya sudah terbangun dan sedang melamun. "Kenapa melamun ?" tanya Mario.


"Siapa ibuku ?" setelah lama Yusra terdiam.


"Papi tidak bisa memberi tahumu." Balas Mario.


"Kenapa ?" pekik Yusra. "Kenapa, aku tidak boleh tahu siapa ibuku ?apa karena aku anak yang tidak di inginkan ?" tanya Yusra dengan emosi, yang tak bisa di tahan.


Mario mendekati Yusra, memeluknya dengan erat. Yusra berontak ingin lepas dari pelukan Mario tapi tidak bisa, tenaganya kalah dengan Mario. Yusra membiarkan Mario memeluknya.


Setelah dirasa Yusra tenang, Mario melerai pelukannya duduk di tepi tempat tidur. Menatap Yusra. "Papi, tidak bisa memberikan alasan yang pasti kepadamu. Tapi satu hal yang harus kamu tau Yusra ibumu, menginginkanmu." Jelas Mario.


Yusra tidak menjawab, dia memalingkan wajah ke sembarang arah. "Lalu dimana dia ?" cicit Yusra.


"Dia ada disini, semalam menemanimu." Tutur Mario.


Membuat Yusra menoleh, menatap Mario tak percaya. "Benarkah ?dia menemaniku ?"


"Iya, dia menemanimu. Jadi jangan menganggap ibumu tidak menginginkanmu, ini semua kesalahan papi nak."


Raut wajah Mario berubah menjadi sendu, dia menerawang mengingat masa lalu. Dia menyesal telah menyiayiakan seseorang yang tulus mencintainya, dibutakan oleh cintanya pada Dania.


Yusra yang melihat itu, dibuat penasaran akan apa yang terjadi di antara Mario dan ibu kandungnya.


"Aku harus mencari tahu." Gumam Yusra.


tbc...


Maaf typo.


Jangan lupa like dan komen. Makasih 🙏