
Bukan hal yang mudah untuk kita, menjauh dari orang yang kita sayangi. Begitupun yang Yumna rasakan saat ini, semua rasa dia rasakan menjadi satu. Dan tak tahu harus seperti apa menceritakannya.
Yusra memutuskan untuk ke Bandung, ke kediaman Antiah sang nenek. Berharap di sana dia bisa mengadu pada Antiah.
Yumna melirik uang di dompetnya, yang pasti cukup untuk membayar bus menuju Bandung. Menempuh perjalanan selama kurang lebih 3 jam, Yumna akhirnya tiba di terminal Lembang. Kemudian Yumna naik angkutan umum dari terminal, menuju rumah Antiah. Walau setelah sampai dia harus berjalan kaki selama kurang lebih sepuluh menit, sebab rumah Antiah memang jauh dari keramaian, dan hanya ada beberapa warga di sekitarnya.
Beberapa menit kemudian Yumna sudah sampai, dia melihat sekeliling masih asri dan sejuk. Dia menatap anak muda yang baru keluar dari rumah Antiah.
"Bara," teriak Yumna.
Bara yang di panggil pun menoleh dan menatap Yumna dengan senyum di wajahnya, Yumna berlari menghampiri Bara dan memeluk dengan erat.
"Kejutan sekali kamu datang, aku kangen banget, sama kamu. Dan sekarang kamu juga udah besar," ucap Bara.
"Aku juga Bara, aku kangen sama kamu. Dan apa ini tubuh mu lebih tinggi dari aku," protes Yumna.
Bara adalah anak Jakie dan Amira asisten Antiah, Yumna mengenal Bara karena hanya Bara temannya saat dia berada di rumah Antiah. Rumah Bara tidak jauh dari rumahnya Antiah.
"Ayo masuk, nyonya Antiah pasti senang kamu datang," ajak Bara, mengabaikan protes Yumna.
Bara pun kembali masuk ke rumah Antiah, mengajak Yumna bertemu dengan neneknya.
"Kamu sedang sibuk apa, sekarang Bara?" tanya Yumna.
"Menjadi asisten ayah lah, apalagi memang." Kekeh Bara, Bara memang menjadi asisten Jakie di villa milik Antiah.
"Harusnya tuan Mario yang mengelola usaha milik nyonya Antiah, bukannya aku dan ayah ku."
"Ish kamu ini, kamu tau om Mario sibuk dengan pekerjaannya sendiri." Bela Yumna.
"Ko om sih, dia kan ayah mu Yumna,"
"Aku tau, sudah lah lupakan,"
"Nenek," pekik Yumna saat melihat Antiah keluar dari kamar.
"Yumna sayang," Antiah menyambut Yumna dengan pelukan.
"Kenapa kamu kesini? Tumben sekali,"
"Ya sudah ayo masuk, Amira baru selesai masak. Kita makan siang terlebih dulu, Bara. Kamu juga ayo ikut makan," ajak Antiah.
Dan di jawab anggukan oleh Bara, mereka makan siang bersama dengan ocehan Yumna dan Bara. Memang seperti itu jika mereka bertemu, Bara 3 tahun lebih muda dari Yumna.
*****
Di tempat lain Keano yang mengetahui Yumna tidak bekerja dan tidak bisa di hubungi, langsung menuju rumah Laura.
"Mau kemana nak?" tanya bunda Zalfa.
"Aku mau ke rumah Yumna, Bun." Jawab Keano.
"Acaranya belum selesai, sayang. Setidaknya kamu menghormati om Jimi. Yang sudah mengundang ayah mu," bisik bunda Zalfa.
Keano menghembuskan nafasnya secara kasar, dia pun kembali duduk di tempat semula.
"Acara yang sangat membosankan," gumam Keano, dan di dengar oleh zalfa, kemudian Zalfa menepuk pelan lengan Keano.
Keano menghadiri peresmian restauran baru milik Auriga dan Zea, setelah sukses dengan ZeZone. Zea dan Auriga memutuskan membuka restauran, tentu dengan dukungan dari Jimi. Jimi dan Radit adalah sahabat semasa kuliah dan baru bertemu kembali, dan karena Radit ayah Keano sedang berada di luar negeri. Jadi dia dan Zalfa yang menggantikan Radit.
"Kapan selesainya sih bun?" keluh Keano.
"Sabar,"
Keano terus menghubungi Yumna, tapi tetap saja hanya operator yang menjawab. Dan akhirnya dia pun menyerah dan memutuskan untuk mencari tahu nanti saat acara selesai.
tbc...
maaf Typo
**Setelah di baca-baca lagi, ternyata Yumna manggil Laura mamah, tapi disini aku nulisnya Ibu duh maaf keun ya karena terlalu lama Hiatus, jadi lupa.
Mungkin mau di rubah jika sudah tamat saja, Makasih pengertiannya.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, Makasih 🙏**