
Hai...Hai apa kabar semua, pembaca setia Twins 🤭 mudah-mudahan masih ada yang bacanya yah 😂
mohon maaf aku gak up selama sebulan ini, soalnya gak dapet sama sekali moodnya di Twins, insya allah aku akan update tapi gak sering sih sesuai mood 😁
💞💞💞
Sebelum berangkat menuju cafe, Yumna dan Keano terlebih dulu menemui nyonya Anjani. Mereka sudah tiba dihalaman rumah sakit.
Saat berada di lorong, Yumna bertemu Mario yang sedang membawa kantong plastik.
"Om." Sapa Yumna dan Keano, saat berpas-pasan. Walaupun Yumna tidak mengetahui nama Mario, tapi dia tetap menyapanya. Karena yang dia tahu laki-laki tersebut adalah teman ibunya.
Mario tersenyum hangat pada Yumna dan Keano, saat mereka telah masuk keruang rawat nyonya Anjani. Mario baru sadar bahwa Yumna dan Yusra memiliki kemiripan, hanya saja Yusra seperti Laura sedangkan Yumna seperti dirinya.
"Jangan-jangan, tidak..tidak mungkin." Gumam Mario.
"Nanti aku akan cari tahu."
Mario melanjutkan langkahnya ke ruangan Yusra, saat membuka pintu. Yusra sedang asik dengan ponselnya.
"Sayang, sarapan dulu," pinta Mario.
"Iya, pih bentar lagi," balas Yusra.
Mario hanya geleng-geleng kepala, akan keras kepala Yusra. Mario menatap lekat wajah Yusra dan mengingat wajah yang tadi dia temui di lorong.
"Mirip." Gumam Mario, didengar oleh Yusra.
"Siapa yang mirip, pih ?" tanya Yusra.
"Tidak, ayo cepat makan." Mario mendorong meja makan pada Yusra. "Habis itu, kamu minum obat." Lanjutnya lagi, Mario menyiapkan obat-obatan yang akan diminum oleh Yusra.
💞💞💞
Sedangkan di tempat ruang perawatan nyonya Anjani, Yumna baru selesai menyuapi nyonya Anjani.
"Kapan oma pulang, mah ?" tanya Yumna.
"Kata dokter, mungkin nanti sore," balas Laura.
"Nanti aku sama Keano yang jemput yah," pinta Yumna manja.
"Oma memang, terbaik." Seru Yumna. "Kalo gitu, aku sama Keano berangkat dulu ke cafe yah. Mah, oma," pamit Yumna, kemudian mencium punggung tangan Laura dan nyonya Anjani disusul oleh Keano.
Keano dan Yumna berjalan keluar dari ruang perawatan nyonya Anjani. "Keano, kamu duluan aja aku mau ke toilet dulu." Ujar Yumna, dijawab anggukan oleh Keano.
Yumna dengan tergesa melangkah ke toilet, saat berbelok tanpa sengaja dia menabarak Mario. Yang baru saja dari kantin rumah sakit yang melewati toilet.
"Astaga, maafkan saya tuan."
"Tidak apa," ucap Mario. Mario menatap wajah Yumna lekat.
"kamu yang waktu itu ada di ruangannya nyonya Anjani, ibunya Laura kan?" tanya Mario.
Yumna pun mengangguk, tanpa bersuara.
"Kamu mirip sekali dengan putriku."
"Putri memangnya anda sudah memiliki anak?"
"Sudah dia seumuran denganmu, bahkan kalian hampir mirip. Tapi gaya rambutnya saja yang berbeda," jelas Mario.
Sebelum Yumna menjawab, tiba-tiba ponselnya berdering. Dan mengangkat panggilan dari Keano.
Setelah selesai menerima panggilan, Yumna berpamitan pada Mario sebelumnya dia masuk terlebih dahulu ke dalam toilet.
Mario menatap punggung Yumna dengan intens, dia yakin Yusra dan gadis itu sama.
"Nanti aku akan mencari tahu, siapa gadis itu dan apa hubungannya dengan nyonya Anjani dan Laura."
Mario kemudian berjalan ke ruang rawat Yusra, selama Yusra dirawat Mario lah yang menemani Yusra, kadang bergantian dengan Mala pelayan yang mengasuh Yusra dari dia bayi sampai sekarang Yusra dewasa. Sedangkan Dania dia sama sekali tidak peduli pada pada Yusra, dulu sebelum Mario menikahi Laura Dania berjanji akan menerima anaknya dengan Laura. Tapi sekarang entah mengapa Dania membenci Yusra dan selalu memperlakukan Yusra dengan tidak baik.
^^^Maaf bila kurang greget 😭^^^
tbc...
jangan lupa komen dan love, makasih 🙏
beri aku bunga 🌹