
💞💞💞
22 tahun kemudian
Ketika waktu berjalan begitu cepat kini usia kedua gadis kembar yang terpisah sudah beranjak dewasa, Yumna dan Yusra memiliki kisah hidup yang berbeda, dan takdir yang berbeda meski mereka kembar.
Kehidupan Yusra yang di gadang-gadang akan bahagia, karena memiliki orang tua lengkap, dan harta yang di miliki orang tuanya. Nyatanya tak membuatnya bahagia. Dia selalu merasakan kesedihan yang mendalam, karena sang ibu tidak menyayanginya.
Dan Yusra tidak tau kenapa maminya, tidak menyayangi dirinya. Kadang dia selalu bertanya-tanya apa kesalahannya. Dia ingat saat berumur lima tahun dan dia mengalami demam, sehingga menyebabkan dia harus di rawat di rumah sakit. Maminya tidak pernah datang untuk menjenguknya atau menjaganya, seperti ibu lain pada umumnya. Hanya papinya sajalah yang setia merawatnya sampai dia sembuh, dan saat papinya bekerja Yusra di temani oleh Mala. Pelayan yang sudah menjaganya dari bayi.
Yusra memejamkan matanya, jika di ingat semua perlakuan maminya terhadapnya selalu membuatnya sakit hati, dan dia berpikir selalu menjadi anak yang tak di harapkan.
"Melamun lagi ?" tanya Hito mengagetkan Yusra.
"Kamu ishh, ngagetin tauk." Balas Yusra, sambil mengerucutkan bibirnya. Yang membuat Hito terkekeh merasa gemas.
"Kenapa ?tante Dania, marahin kamu lagi ?" tebak Hito.
"Iya, aku gak tau kenapa mami marah-marah terus sama aku." Ucap Yusra lirih.
Hito adalah sahabat Yusra dari kecil, mereka sudah berteman saat Hito pindah ke perumahan tempat dimana Yusra tinggal.
Flashback
Pada saat itu Hito yang berumur tujuh tahun, dia benar benar kesal kepada ibunya yang membawa dia pindah.
"Kenapa kita harus pindah mah ?aku udah nyaman sama teman-temanku yang di sana, dan kenapa juga harus jauh dari papah ?" Pekik Hito.
"Hito sayang..." Belum sempat Wina berbicara, Hito sudah pergi keluar.
"Maafkan mamah Hito, kamu akan mengerti saat kamu sudah dewasa." Lirih Wina, dia membiarkan sang anak keluar dari rumah nanti dia akan mencarinya. Dia harus menyelesaikan semua urusan kepindahan sekolah Hito.
Hito berlari keluar, dan mendapati gadis kecil menangis terisak. Hito mendekati gadis kecil tersebut.
"Hai, kenapa menangis ?" tanya Hito, berjongkok di depan Yusra. Dan mengulurkan tangannya untuk membantunya berdiri.
"Terima kasih." Gumam Yusra.
Kemudian Hito mengajak Yusra duduk di kedai es kelapa muda yang tak jauh dari rumah mereka, Hito memesan kelapa muda untuk Yusra.
"Kenapa kamu menangis? Ou.... Yah kenalkan namaku Hito Ryu Wijaya." Ucap Hito, dan mengulurkan tangannya.
Dengan ragu Yusra menerima uluran tangan Hito. "Yusra." Cicitnya.
Hito tersenyum mendengar nama gadis kecil yang sedang menangis tersebut. "Kenapa kamu menangis?" tanyanya lagi.
"Aku di marahi sama mami," lirih Yusra, dengan menundukan wajahnya.
Minuman yang Hito pesan datang. "Nih buat kamu, minum dulu."
"Kamu gak minum ?" tanya nya dengan polos.
"Enggak, buat kamu uang ku kurang sih." Kekeh Hito.
Setelah menyesap minumannya, Yusra menceritakan kenapa dia di marahi oleh maminya. Dengan mata berkaca-kaca, dan celotehan khas anak-anak.
Dan sejak saat itu mereka berteman, hingga satu sekolah, dan kuliahan mereka tetap bersama.
Flashbackend
Lamunan Hito buyar, saat Yusra menggoyangkan lengannya.
"Ish malah ngelamun, kamu gak dengerin aku yah ?" kesal Yusra, beranjak dari duduknya.
Hito berdiri, dan mengejar Yusra. "Jangan marah dong, nanti jelek." Goda Hito.
Yusra berdecak kesal, dan meninggalkan Hito dari taman tersebut.
💞💞💞
Sementara itu kembaran Yusra, Yumna walaupun dia tidak merasakan kasih sayang dari seorang ayah. Tapi dia merasakan kasih sayang dari ibunya, dan kedua neneknya.
"Ibu..." teriak Yumna, dan berlari menuju dalam rumah.
"Jangan lari, kamu tuh kaya anak kecil." Tegur Laura, membuat Yumna meringis.
"Tante." Sapa Keano, dan mencium punggung tangan Laura.
"Ayo duduk." Ajak Laura.
"Gimana? Kamu masuk ke fakultas yang kamu mau?" tanya Laura, Yumna sempat kuliah, hanya saja satu tahun pertama dia berhenti karena Anjani sakit dan membutuhkan biaya yang besar.
Walau pun dia bisa meminta tolong pada neneknya Antiah, tapi Laura tidak ingin terus merepotkan wanita tersebut. Antiah dengan berbaik hatinya, memberikan toko kepada Laura. Tapi sayang banyaknya pesaing membuat tokonya sepi, dan pemasukan berkurang akhirnya Laura menutup sementara toko tersebut.
"Enggak bu, aku gak mau kuliah. Aku mau bantuin ibu saja kerja." Ucapnya tersenyum manis.
Laura mengelus wajah sang anak dengan sayang, wajah yang sangat mirip dengan Mario. Menyebut nama Mario membuat hati Laura sesak, hingga saat ini pun rasa untuk Mario masih ada.
"Kenapa? Bukannya itu yang kamu inginkan, sayang?" tanya Laura, membuat Yumna menggeleng setelah di pikir-pikir kebutuhan mereka sangat banyak, apalagi omanya sering sakit-sakitan dan keluar masuk rumah sakit membuatnya tidak tega.
"Tidak bu, aku akan bekerja di cafenya Keano. Untuk menambah pemasukan kita," balas Yumna cepat, sebelum Laura melayangkan protesnya. "Bu izinkan aku membantumu," Mohon Yumna dengan wajah sememelas mungkin.
Laura menghembuskan napasnya secara perlahan, dan memejamkan matanya.
"Ya sudah, ibu mengizinkanmu untuk bekerja." Putus Laura, membuat Yumna kegirangan, Yumna memeluk Laura dan mencium wajah Laura secara bertubu-tubi.
Membuat Keano yang melihat itu pun merasa gemas sendiri, Yumna gadis kesayangannya, sekaligus sahabatnya sejak masuk sekolah dasar. Walau mereka beda dua tahun.
"Sudah Yumna, kamu ini." Keluh Laura, membuat Yumna terkekeh. "Ibu mau masak, Keano kamu makan siang di sini yah." Pinta Laura.
"Baik tan." Balas Keano.
Laura beranjak menuju dapur, dan memulai aktifitas masaknya. Karena toko roti selalu sepi maka Laura memutuskan untuk menutup sementara.
tbc...
Maaf typo
feel nya gak dapet, beberapa hari gak mood maaf kurang sreg sama pembaca yang masih setia baca makasih 🙏