Twin'S

Twin'S
Exstra Part.23



Setelah melewati malam panjang, pasangan pengantin baru masih betah di dalam selimut. Semalam Auriga dan Dela terus meneguk manisnya madu malam pertama.


Dela menggeliat saat merasakan tengkuk dan dadanya di cium, dan di gigit dengan keras. Membuat dia menjerit.


"Aku ganggu yah?" kekeh Auriga dengan wajah tak berdosanya.


Membuat Dela mencebik tak suka, badannya sakit semua. Terlebih daerah intinya serasa sobek dan perih.


"Sudah tau nanya," ketusnya, kemudian masuk kedalam pelukan Auriga.


Auriga tertawa akan tingkah istrinya, ternyata bangun tidur Dela begitu lucu dan menggairahkan. Dela merasakan sesuatu menusuk perutnya, mereka belum memakai pakaian sama sekali.


"Jangan bilang kamu mau lagi!" tebak Dela, dengan memincingkan mata. Membuat Auriga terkekeh.


"Satu lagi yah! Please," mohon Auriga.


Dela mendesah lelah, Auriga tak ada lelahnya. Semalam saja dia sampai tidur karena Auriga yang belum juga keluar, sedangkan dirinya sudah berkali-kali keluar.


"Ya sudah," pasrahnya tak bisa menolak, membuat Auriga senang bukan main.


Dan mereka pun melakukannya kembali.


****


"Dik kenapa kamu?" tanya Yumna saat akan turun ke lantai satu.


"Gak papa ka," jawabnya


Setelah semalam mengantar Anyelir ke kontrakannya, Dika harus menelan kekecewaan bahwa Anyelir memutuskan hubungannya secara sepihak.


"Nye, jelaskan! Kenapa kamu ingin putus dari ku? Apa salah dan kurang ku?" cerca Dika, dia menatap Anyelir yang terduduk di sebelahnya.


"Aku gak pantas buat mu ka, dan aku akan menikah dengan orang lain," ungkapnya bohong.


"Lebih baik kamu pulang Dika," tanpa menunggu jawaban Dika, Anyelir menutup pintu dengan kasar.


"Akhh... Sial," teriak Dika, yang mampu di dengar Anyelir.


Saat setelah Dika mengantar Anyelir pulang dari rumah Yumna, saat itu dia akan masuk ke dalam kontrakan. Tiba-tiba seseorang menahan Anyelir.


"Maaf mbak, apa benar anda dengan nona Anyelir?" tanya laki-laki bertubuh tinggi tersebut.


"Iya saya sendiri, ada apa yah?"


"Mari ikut saya.


"Tapi saya harus bersiap untuk bekerja," tolak Anyelir.


"Saya berjanji hanya sebentar nona, karena nona saya ingin bicara dengan anda."


"Nona? Siapa?"


"Makanya ikut saja," paksa laki-laki yang bernama Dani.


"Ya sudah,"


Anyelir pun mengikuti langkah Dani, dia menuju ke tempat parkir dimana mobil majikannya terparkir.


"Silahkan masuk," ucapnya setelah membuka pintu.


Anyelir pun menurut, dan mengeryit melihat wanita cantik di depannya. Saking cantiknya membuat Anyelir insecure.


"Maaf kenapa anda mencari saya?"


"Tidak terlalu penting saya mencari mu, kalau bukan karena seseorang." Ucapnya sinis.


"Kamu kekasih Radika?"


"I-iya, memang kenapa?" tanya Anyelir gugup.


"Lebih baik kamu, jauhi dia. Karena dia sudah di jodohkan dengan ku," ucapnya langsung to the poin.


Anyelir menatap tak percaya perempuan di depannya ini, pasalnya Dika kata dia tak punya kekasih. Bahkan semua orang menyangka bahwa Dela lah kekasihnya.


"Ya sudah kalau kamu gak percaya, gue cuma kasih tau lo aja sih ya! Ya sudah pergi lo," usirnya.


"Ohh.. Ya, kenalkan nama saya. Jenny Sanova, Dika pasti kenal dengan perusahaan Sanova Corp." Ujarnya tersenyum sinis.


Anyelir pun keluar, dan menatap kepergian mobil Jeny. Dan semenjak itu Anyelir menjauhi Dika, lamunan Anyelir buyar saat notifikasi ponselnya berbunyi.


"Dika." Gumam Anyelir.


"Aku gak rela, putus sama kamu. Nye, jadi aku akan kejar kamu."


Anyelir mendesah lelah, dia duduk dan melamun di meja ruang tamu.


"Aku mencintai mu Dika, tapi aku tahu bahwa aku gak pantas bersanding dengan mu."


****


"Tuan, perusahaan Sanova ingin membuat janji menemui anda," kata Tio pada Mario.


"Sanova?"


"Iya tuan, perusahaan yang bergerak di bidang seni dan perfilman."


Mario tampak memikirkan, kenapa mereka ingin menemui dirinya. Yang jelas perusahaannya bergerak di bidang batu bara.


"Ya sudah, buatkan janji siang ini, dengan mereka."


"Baik tuan,"


"Ohh... Ya Tio, panggilkan Radika."


Tio pun mengangguk, dan melangkah keluar menuju ruangan wakil CEO.


"Masuk."


Setelah mendapat izin, Tio pun masuk dan menyampaikan pesan dari Mario.  Dika pun mengikuti langkah Tio, dia masuk ke ruangan sang ayah.


"Ada apa Pih?"


"Ada masalah?"


"Tidak ada, aku baik-baik saja. Memang kenapa?"


"Rapat tadi pagi, kamu kurang fokus Dika. Berulang kali sekretaris mu menegur tapi kamu kembali melamun, ada apa? Aku ayah mu, Dika."


"Aku baik-baik saja Pih, sungguh."


Dika tidak ingin menceritakan, masalahnya dengan Anyelir biarlah hanya dia dan Dela yang tahu permasalahan ini.


"Ya sudah, papi gak maksa kamu buat cerita. Tapi kamu harus fokus bekerja nak," tegas Mario.


"Iya Pih, maaf."


"Ohh... Ya, nanti siang temani papi ketemu klien."


"Iya," balas Dika, kemudian dia keluar dari ruang kerja Mario.


Dika memandang ponselnya yang sepi, dulu selalu ada chat dari Anyelir.


"Aku gak terima putus sama kamu Nye, alasan yang tak masuk akal untuk putus."


Dika menghembuskan napasnya secara panjang, kemudian dia fokus pada pekerjaannya.


Semoga suka 💞


Maaf typo


Tadinya, mau nunggu pembaharuan, tapi udah 6 hari gak di proses lama jadinya update aja we 😅


Tinggal cerita Dika sama Anyelir aja, Dela sama Auriga kan udah bahagia 🤭