Twin'S

Twin'S
Bab.21



💞💞💞


Mario melangkahkan kakinya, menuju tempat Laura berada. Sesampainya di depan Laura Mario memeluknya dengan erat, membuat Laura membulatkan matanya.


Laura hapal betul siapa yang memeluknya, Laura pun menangis dan tanpa sadar membalas pelukan Mario. Mereka larut dalam kerinduan yang mendalam.


Setelah selesai melepas rindu, Mario melerai pelukannya. Dan menangkup wajah Laura dengan kedua tangannya, dan menghapus air mata yang membasahi pipi Laura. 18 tahun berlalu tapi dia masih tetap cantik.


"Aku merindukanmu, Laura sangat." Lirih Mario.


Laura mendorong tubuh Mario, dengan susah payah. "Kamu bukan milikku." Cicit Laura, membalikan badannya. Dia enggan untuk bertemu laki-laki yang selama ini dia rindukan.


Walau dalam hati kecilnya, dia juga merindukan Mario. Tapi dia ingat jika Mario milik Dania. Laura melangkahkan kakinya, dengan cepat Mario menahan tangan Laura dan hampir limbung, jika Mario tidak ada.


"Lepas, apa maumu ?kita sudah berpisah dengan baik, kamu yang memilih dia, kamu yang membuatku seperti ini." Bentak Laura, dengan mata berkaca-kaca.


"Laura maafkan aku, beri aku kesempatan sekali saja." Mohon Mario, dan Laura pun menggelngkan kepalanya. Dia tidak mau sesuatu terjadi kepada putri-putrinya.


"Tidak Mario, kita sudah berakhir. Jauh sebelum ini aku selalu memberimu kesempatan. Bahkan kamu selalu menyiayiakan kesempatan itu." Lirih Laura.


"Ikut aku." Ajak Mario, tanpa basa basi. Mario membawa Laura pergi dari taman tersebut, Mario yang butuh udara segar di sore hari, nyatanya dia di pertemukan dengan wanita yang sudah merubah hidupnya, dan memporak porandakan hatinya.


💞💞💞


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di restauran Jepang. Yumna dan Keano terlebih dulu membayar makanan mereka, sedangkan Yusra, dan Hito mereka memilih berbincang terlebih dulu.


"Ra, itu Keano kan ?bos pemilik cafe yang kamu tadi interview itu. Masa kamu lupa sih."


"Masa sih, aku kan gak tahu dia bosnya atau bukan. Tapi tadi sekilas sih aku liat dia, yang mencuri peehatianku hanya satu, gadis yang bersama Keano." Tutur Yusra panjang kali lebar.


"Mungkin pacarnya, kenapa ?kamu cemburu yah ?" goda Hito, membuat Yusra mencebik.


"Bukan," kesal Yusra. "Gadis itu, mirip banget sama aku." Jelas Yusra, dari tadi memang Yusra memperhatikan gadis yang duduk tak jauh dari dirinya dan Hito.


Yusra tak menyangka gadis itu, begitu mirip dirinya hanya saja dia berambut hitam panjang, dan memakai kacamata jadi tidak begitu jelas.


"Diakan sama Keano, coba besok kamu cari tahu apa dia kerja di sana atau enggak." Saran Hito, Yusra yang mendengar saran dari sahabatnya tersebut langsung tersenyum sumringah.


"Kamu memang pintar, Hito." Gemas Yusra, sambil mencubit pipi Hito.


"Iyalah, aku pintar, tamvan, dan mapan." Sombong Hito, membuat Yusra mencebik tapi terkekeh kemudian. "Ya udah sekarang abisin, makanannya abis itu kita pulang. Nanti kamu kena marah lagi."


"Iya." balas Yusra singkat, dan mereka melanjutkan kembali makan.


💞💞💞


"Apa yang kamu pikirkan ?" tanya Keano.


"Aku memikirkan, siapa ayahku Ano." Jawab Yumna, sambil menyandarkan punggung ke jok mobil, dan menatap langit-langit mobil.


"Kamu gak pernah tanya sama mamah mu ?"


Yumna pun menggelengkan kepalanya. "Tiap aku bertanya, mamah selalu berkata dia tidak tau. Lalu malamnya aku selalu memergoki dia menangis sambil menatap sebuah foto. Diam-diam aku selalu mencari foto itu, tapi mamah selalu menyimpannya dengan rapi." Yumna menghembuskan napasnya secara perlahan.


Kaeno yang mengerti akan kesedihan sahabatnya pun, mengelus puncak kepala Yumna dengan sayang.


"Nanti aku bantu, aku akan cari tahu siapa ayah kamu. Yah jadi gak usah di pikirkan, kamu hanya perlu mikirin aku aja." Goda Keano, membuat Yumna memukul lengannya dan ikut terkekeh.


"Gombal terus."


"Aku serius, Yumna." Ucap Keano, membuat Yumna terdiam.


"Aku sayang sama kamu, saat kita pertama bertemu. Gadis manis yang menolongku dari preman." Kata Keano, membuat Yumna mengingat kejadian beberapa tahun lalu, saat di mana dia yang baru pulang. Menemukan Keano sudah tak berdaya di keroyok preman.


"Yah, aku gak akan lupa." Yumna tersenyum manis, senyum yang menular pada Keano.


"Jadi, bagaimana ?kamu mau jadi kekasihku ?" tanya Keano, untuk yang kesekian kalinya dia menyatakan cinta pada Yumna, tapi Yumna selalu menolak dirinya. Dengan alasan yang sama sekali Keano tidak suka.


Padahal orang tua Keano, tidak mempermasalahkan gadis yang Keano cintai. Terlebih lagi bunda Zalfa menyukai Yumna.


Keano menatap Yumna yang sedang berpikir. "Baiklah, aku mau jadi pacar kamu." Putus Yumna, membuat Keano senang luar biasa.


"Terima kasih sayang, sudah mau menerimaku." Ucap Keano, dan menggengam tanga Yumna.


"Sama-sama." Balas Yumna.


tbc...


Maaf typo


jangan lupa like, dan komen biar semangat 🤭


Makasih 🙏