Twin'S

Twin'S
Pengumuman




Feli duduk di tempat biasa sambil memandangi anak-anak yang tengah bermain sore. Feli tersenyum membayangkan dirinya memiliki anak kecil yang berlari dan memanggilnya mamah.


Tak lama Yudis pun datang, dan menyapa Feli.


"Sudah lama?" tanya Yudis.


"Belum," jawab Feli sambil tersenyum manis, senyum yang selalu meluluhkan hati Yudis.


Hingga beberapa menit mereka hanya diam, menatap lurus ke depan. 


"Tumben ngajak ketemuan, ada apa?" tanya Feli membuka suara terlebih dulu. Feli sudah berubah tak pernah berbicara ketus pada Yudis.


Yudis tak menjawab, dia menoleh mengamati wajah cantik yang sudah menghiasi hari-harinya untuk yang terakhir kali. Karena tak ada jawaban dari Yudis Feli menoleh dan tatapan mereka beradu, mereka saling tatap sampai Yudis memutuskan pandangannya terlebih dulu.


"Fel, bagaimana jawabanmu? Apa masih belum bisa ngasih jawaban?"


"Maksudnya, bagaimana?" Feli bertanya pada Yudis dengan heran, membuat Yudis menghela napas secara kasar dia bosan, sangat bosan Feli selalu begitu pura-pura tidak tahu.


"Jangan pura-pura tidak tau, dan tidak mengerti Feli." Desis Yudis mencoba mengontrol emosinya.


"Yudis aku..." Feli tidak bisa meneruskan kata-katanya, karena Yudis memotongnya sebelum Feli berbicara.


Feli hanya diam, mendengar perkataan Yudis. Dia tidak menjawab.


"Dan seperti biasa kamu hanya bisa diam, atau mengalihkan pembicaraan ke topik lain." Yudis berucap dengan ketus, menahan emosi.


"Yudis aku..." Feli sampai sekarang masih bingung, dengan hatinya. Setiap hari Yudis selalu bersama dengannya walau Feli tidak memberi kepastian.


"Sudah cukup Feli, aku tau jawaban kamu. Dan mulai sekarang aku menyerah memperjuangkan cintamu, aku lelah berjuang sendiri, sementara kamu tidak pernah berusaha untuk mencintaiku. Kamu tidak bisa move on dari masa lalu mu," ujar Yudis.


Yudis berdiri di hadapan Feli.


"Aku pergi Feli, jangan pernah mencari ku atau menghubungiku lagi."


Setelah mengatakan itu, Yudis pergi dari hadapan Feli sebelum Feli berbicara dan tanpa menoleh ke belakang.


Feli memejamkan matanya, dia menoleh ke belakang. Dan melihat Yudis sudah menjauh, kemudian Feli bangkit dari duduknya, berusaha mengejar Yudis. Dia tidak akan membiarkan, laki-laki sebaik Yudis pergi. Dia tidak akan, mengulangi kesalahan yang sama.


"Yudis... Yudis tunggu, Yudis jangan seperti ini, jangan tinggalkan aku," teriak Feli.


Tapi sayang Yudis tetap tak menoleh ke belakang dia sudah benar-benar menyerah, memperjuangkan cintanya pada Feli. Tapi Feli seperti mempermainkannya.


Jangan lupa mampir yah di karya baru ku 'Still Love you'