
...~Terkadang cinta itu bisa jadi kekuatan seseorang, tapi cinta juga bisa menjadi kelemahan seseorang~...
Karena kebenciannya pada Mario, Jimi ingin melukai orang-orang yang paling di sayang oleh Mario. Jimi tahu bahwa kelemahan Mario ada pada Laura dan Yumna, Jimi tidak mungkin melukai Dania, karena Dania adalah wanita yang dia cintai. Tak mungkin jiga melukai Yusra saudara kembarnya Yumna, karena jika itu terjadi maka Dania akan sedih. Dan Jimi tidak mau itu terjadi.
Sekuat apa pun, dan seberusaha apa pun Jimi berniat untuk melupakan Dania. Nyatanya tidak bisa Dania akan tetap menjadi cinta pertamanya.
Jimi masih menanti kabar dari anak buahnya yang sedang mencari Yumna.
Sementara itu di kediaman Mario, dia bukannya tak tahu jika Jimi mantan asistennya itu mengincar Laura dan keluarganya. Semenjak anak Jimi berhubungan dengan Keano, Jimi selalu memberi ancaman secara tak langsung.
"Pantau saja, jika dia melakukan kekerasan pada mereka. Lakukan apa yang aku perintahkan," ujar Mario dingin.
"Baik tuan,"
Mario menghembuskan nafasnya secara kasar, walau dia telat mengetahui ini semua. Tapi dia berharap keselamatan untuk Yumna dan Laura, terutama Yumna.
Mario tidak terlalu khawatir jika dengan Yusra, karena dia ada di rumah ini. Apalagi Yusra selalu bersama Dania, Mario yakin Yusra akan aman.
****
Sementara itu Laura yang sudah gelisah dari beberapa hari yang lalu, selalu menanyakan kabar Yumna jika dia ada di luar rumah. Dan dengan santainya Yumna selalu berkata dia baik-baik saja.
"Ada Bara yang menjaga ku," ucapnya kala itu.
Seperti sekarang entah mengapa Yumna belum juga pulang, padahal biasanya dia selalu pulang pukul lima sore. Dia pun menghubungi nomornya, tapi tidak di angkat.
Laura menghembuskan nafasnya secara kasar, tak lama suara salam dari Bara. Membuat Laura bergegas menemui Bara.
"Bara dimana Yumna?"
Bara mengerutkan keningnya bingung.
"Jadi Yumna belum pulang?
Laura menggeleng.
"Tadi temannya bilang, Yumna sudah pulang." Jelas Bara.
"Lalu kemana dia Bara?"
"Tante tenang dulu yah, aku akan cari Yumna,"
Bara terus mencari hingga petang berganti malam, tapi dia tidak bisa menemukan Yumna dimana. Bara memutuskan untuk pulang terlebih dulu, dan meminta bantuan sang ayah untuk membantu Yumna.
****
Sementara itu anak buah Jimi berhasil menangkap Yumna dan Yusra sekaligus, entah mengapa mereka malah membawa Yusra. Saat itu, Yusra sedang berjalan-jalan di taman. Dia kesal karena Hito selalu mengabaikannya.
Dan mereka kini sudah berada di hadapan Jimi, di sebuah tempat yang tak tau dimana.
"Hey!! Lepaskan aku, kenapa kalian membawa ku?" teriak Yusra, dia terus meronta minta di lepaskan.
"Diam bodoh," umpat salah satu anak buah Jimi.
Sedangkan Yumna, dia tidak sadarkan diri karena di beri obat bius saat mereka membawanya.
Tak lama Jimi pun datang dan menatap tajam anak buahnya.
"Kenapa kamu membawanya?"
"Maaf tuan, saya tidak tahu bahwa mereka kembar,"
"Maaf tuan dia anak baru," sahut salah satu bos mereka.
"Ya sudah biarkan saja, sekali-kali aku ingin memberi pelajaran pada Mario dan Dania. Bangunkan dia, jika tidak bangun. Siram pakai air," titah Jimi.
"Baik tuan,"
Salah satu anak buah Jimi, datang membawa air kemudian menyiramkannya pada Yumna. Membuat dia terperanjat dan langsung bangun, Yumna merasakan pusing, karena bangun tiba-tiba. Dan dia mengedarkan pandangan menatap seseorang yang dia hafal suaranya.
"Yusra," lirih Yumna.
Kemudian tatapannya beradu dengan Jimi.
"Kau," desis Yumna.
"Kenapa kau membawa ku? Urusan kita sudah selesai, saat anak mu sudah menikah," pekik Yumna.
Hilang sudah rasa hormat pada Jimi, dia tidak memanggil Jimi dengan embel-embel Om.
"Urusan kita belum selesai, anak saya menderita karena mu."
"Itu bukan urusan saya," bentak Yumna.
Yusra diam-diam mendengar perdebatan itu, dia tahu suara itu Yumna dan tidak tahu suara laki-laki yang berbicara dengan Yumna.
"Hey!! Yumna, suruh dia lepaskan aku, aku tidak ada urusannya dengan mu." Pinta Yusra.
"Diam kamu," bentak Jimi.
Membuat Yusra langsung terdiam.
"Lepaskan dia, dia tidak salah. Urusan mu dengan ku, bukan dengan dia." Ujar Yumna.
"Tidak semudah itu, kamu harus membayar apa yang kamu lakukan pada anak ku. Kurung mereka," perintah Jimi.
Mereka pun membawa Yumna dan Yusra bersama, adik kakak tersebut. Terus meronta dan berteriak, membuat anak buah Jimi kewalahan karena aktifnya Yusra dan Yumna.
*****
Sementara itu di rumah sakit, Zea sudah sadar dan dia di temani oleh Auriga.
"Ka Riga," lirih Zea.
"Zea kamu sudah sadar? Syukurlah, kakak takut sekali kamu kenapa-napa."
"Kenapa kamu menanyakan dia? Lebih baik kamu bercerai saja dengan dia," ketus Auriga.
"Aku sudah memintanya untuk menceraikan ku ka,"
"Baguslah itu yang terbaik untuk mu,"
"Dimana daddy ka?"
"Kakak gak tahu, dia bilang ada urusan. Tapi nanti dia janji bakal jenguk kamu," ujar Auriga dijawab anggukan oleh Zea.
"Lebih baik, kamu istirahat saja. Supaya cepat sembuh,"
Kabar kecelakaan Zea tidak di beritahukan pada keluarga Keano, yang sedang berada di luar kota. Keano ingin menyelesaikan ini sendiri.
"Zea," panggil Keano.
"Mau apa lo ke sini?" sahut Auriga dengan ketus.
"Aku ingin menemui istri ku,"
"Istri, istri yang lo sia-siain," ucap Auriga tersenyum sinis.
"Pergi lo sana, selagi gue masih baik."
"Zea,"
Tapi yang di panggil malah, memalingkan wajah tak ingin menatapnya. Dengan terpaksa, Keano keluar dari ruangan Zea. Dia dengan setia duduk di ruang tunggu, dekat ruang perawatan Zea.
Dering ponsel membuyarkan lamunan Keano.
"Yumna," gumamnya.
Keano menerima panggilan dari Yumna, yang mengatakan bahwa dia ingin bertemu. Dan Keano menyanggupinya, setelah panggilan berakhir. Keano berjalan dengan tergesa menuju tempat bertemunya Yumna.
Beberapa menit kemudian, Keano telah sampai. Di sebuah gedung yang letaknya tak jauh dari rumah sakit. Saat dia sampai, ternyata Yumna sudah tiba di sana. Yumna tersenyum pada Keano, seperti biasa senyum Yumna, selalu menggetarkan hati Keano.
"Yumna," panggil Keano, memeluk Yumna.
Tapi Yumna tidak membalas pelukan Keano, dia hanya diam mematung.
"Kamu kemana saja? Aku rindu,"
Yumna melepaskan pelukan Keano, dengan kasar.
"Cukup Keano, jangan pernah memikirkan aku. Lupakan masa lalu kita dan kamu harus menjalani kehidupan mu dengan istri mu,"
"Tapi aku tidak mencintainya,"
"Belajarlah mencintainya Keano, jangan menutup hati kamu harus move-on."
"Berjuang untuk melepaskan atau berjuang untuk bertahan, keduanya adalah hal sulit untuk di lakukan," ujar Keano.
"Maka kamu harus belajar, melakukannya Keano." Pekik Yumna frustasi.
Dia sudah lelah, ingin hidup tenang. Tadi Jimi memberikannya penawaran dengan membujuk Keano supaya dia mau menerima Zea sepenuh hati. Dengan berlutut di hadapan Yumna, Jimi menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang atasan, Jimi rela melakukan itu asal putri kesayangannya bahagia.
"Aku mohon, Yumna. Aku tidak akan menyakiti mu aku janji, bicaralah pada Keano, sayangi anak ku. Sedari dia bayi dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu, mungkin kamu tidak pernah merasakan itu." Terang Jimi, dengan lemah.
"Apa anda lupa, jika saya besar tanpa seorang ayah,"
"Maafkan saya, saya lupa."
Yumna memutar bola mata jengah.
"Yumna kabulkan lah permintaan seorang ayah,"
Mungkin jika di lakukan dengan lembut, Yumna akan mau. begitu pikir Jimi.
"Baiklah," jawab Yumna pasrah.
"Dasar Jimi aneh," batin Yumna.
Dan disinilah Yumna, melakukan keinginan Jimi membujuk Keano agar menerima Zea. Yumna menggenggam tangan Keano, menatapnya dalam.
"Keano aku tahu, ini sulit untuk mu. Tapi Zea adalah jodoh mu, lakukanlah kewajiban mu sebagai seorang suami Keano. Aku tahu kamu baik, dan mampu menerima Zea."
"Tapi aku merasa bersalah pada mu, aku laki-laki yang lemah dan pengecut." Isak Keano.
"Tidak Keano, kamu laki-laki yang hebat. Kamu berbakti pada orang tua mu. Mungkin kita tidak berjodoh Keano, kamu tahu aku akan segera menikah," ucap Yumna dibumbui kebohongan.
Entahlah dia akan menikah atau tidak dengan, Bara biar waktu yang menjawab.
"Kamu tidak perlu merasa bersalah pada ku, aku yang merasa bersalah pada mu. Dan lagi aku dan Zea bisa jadi teman, buat menggangu Yusra," bisik Yumna terkekeh.
Beberapa jam mereka bersama, membuat hati Yusra melembut. Karena pada dasarnya Yusra baik dan Yumna selalu berusaha melindungi Yusra. Membuat Yusra luluh, dia juga berjanji akan memperbaiki kesalahannya pada ibu mereka.
"Kamu bisa ketemu sama ibu, dengan izin dari mami Dania. Yusra, setidaknya jangan buat ibu sedih terus." Ujar Yumna, menatap Yusra menatap kosong ke depan, dan Yusra hanya mengangguk sebagai jawaban.
Anak buah Jimi memang kejam, tapi Jimi tidak tahu itu. Di depan Jimi mereka baik, tapi di belakang mereka pura-pura.
Saat itu juga pertemuan Keano dan Yumna selesai, Yumna juga minta maaf pada Keano selalu merepotkan dirinya terus. Mereka pun berpisah dan hubungan mereka telah berakhir.
Memang sulit untuk melepas masa lalu, dan memulai hidup yang baru. Tapi jika kita mau, maka akan mudah jika dari hati dan niat.
Untuk Jimi, Mario melaporkan Jimi ke polis dan dengan cepat polisi mencari Jimi yang menculik Yusra dan Yumna. Tak butuh waktu lama, Jimi dan anak buahnya di tangkap, mereka akan di hukum sesuai kejahatan mereka. Karena anak buah Jimi adalah narapidana yang kabur, jadi hukuman mereka berat, Jimi pun akan di hukum sesuai aturan yang berlaku.
tbc...
Maaf typo
Jangan lupa tinggalkan jejak, makasih 🙏