Twin'S

Twin'S
Bab.50



Tidak ada seorang pun yang mau melihat, kekasih yang selama ini berjanji akan menjadikan satu-satunya, malah bersanding dengan wanita lain. Begitu pun Yumna malam ini, dia sudah mengerjakan perintah dari ayahnya Keano. Bahkan dia sendiri yang harus menghidangkan makanan tersebut saat mereka semua sudah kumpul.


Dan parahnya lagi, Bagas memberitahu bahwa Yumna lah, yang akan memberikan cincin kepada Keano dan calonnya. Sakit itu yang kini dia rasakan.


Dan disinilah sekarang di hadapan keluarga Keano dan Jimi, Yumna tersenyum menatap Keano yang begitu tampan, mengenakan jas berwarna hitam.


"Kamu selalu tampan, di setiap waktu," gumam Yumna


Dia melirik sekilas pada calon Keano, yang bernama Zea anak dari Jimi. Dia juga cantik tak terlihat lebih tua dari Keano, malah seperti awet muda. Zea di apit oleh Jimi dan Auriga.


"Maafkan orang tua saya, yang tak bisa hadir. Tapi acar pernikahan mungkin mereka akan di usahakan hadir," jelas Jimi.


"Sudahlah santai saja, toh putri bungsuku belum datang dia masih di negeri sebrang," kekeh Radit, menepuk pundak Jimi.


Mereka melakukan makan malam, di ruangan VIP. Yumna pun melakukan pekerjaannya bersama Bagas, yang memang di tunjuk oleh bunda Zalfa.


Sesekali Keano melirik Yumna yang berwajah datar, tanpa sadar Jimi memperhatikan Keano.


"Kalian sudah kenalan?" tanya Jimi pada Keano, membuat Keano cepat-cepat menoleh pada Jimi.


"Belum om,"


"Kenalan dulu dong Zea, masa sama calon gak kenal, kalo perlu nih ya. Minta no ponsel sekalian, tapi jangan kangen-kangen ya," goda Auriga, membuat semua orang terkekeh. Termasuk Zea yang tersipu.


"Kalian boleh keluar berdua setelah makan malam," putus Radit "Mari makan," sambungnya.


Mereka makan malam dengan tenang, sesekali Radit dan Jimi berbicara berdua. Sedangkan Yumna dan Bagas sudah keluar dari ruangan tersebut. Di sela makan malam, mereka sepakat bahwa besok adalah hari pertunangan Keano dan Zea, yang akan di adakan di cafe milik Keano.


Jangan tanyakan Keano, dia hanya pasrah dengan keputusan sang ayah.


****


"Minum dulu nih, biar adem,"


Bagas menyerahkan segelas jus dingin pada Yumna.


"Makasih,"


Yumna menyesap minumannya, membuat tenggorokannya terasa segar kembali.


"Gimana? Udah adem liat yang panas-panas tadi?"


"Ngeselin banget sih lo, Gas." Kesal Yumna.


Bagas terkekeh, merasa senang mengerjai Yumna sampai kesal.


****


Sedangkan Yusra dia memberitahu Mario yang baru pulang, bahwa Hito dan keluarganya akan kerumah. Mereka sudah siap dengan hidangan yang mereka pesan secara online. Dengan tergesa Mario bersiap di kamar, di bantu Dania.


Beberapa menit menunggu, Hito dan keluarganya datang, lengkap dengan sang ayah dan ibu serta adik tirinya.


"Selamat datang tuan Haikal, suatu kehormatan saya bertemu dengan anda," ujar Mario menjabat tangan Haikal, yang di balas oleh Haikal.


"Mari masuk," ajak Mario.


Mereka semua masuk dan duduk di ruang tamu, Haikal memperkenalkan istri dan anaknya.


"Perkenalkan tuan Mario, ini Carina Azizah istri saya, dan yang paling cantik putri kami Naysa Navalia." beritahu Haikal.


"Langsung saja tuan Mario, saat Wina memberitahu bahwa Hito ingin melamar kekasihnya saya cukup terkejut, sebab dia tidak pernah membawa satu orang wanita pun menemui saya, selaku ayahnya," terang Haikal, menatap Hito.


Sedangkan Yusra hanya tersipu malu.


"Apalagi saya tuan, saya baru kembali dinas, dan Yusra memberitahu bahwa Hito akan melamarnya malam ini," kekeh Mario.


Dua lelaki yang kepincut Yumna sama-sama pasrah, dengan keadaan mereka akan menjalani hubungan ini secara perlahan, khususnya Keano.


"Kalau begitu mari kita makan malam, kami sekeluarga sudah menyiapkannya," ajak Dania.


Kemudian Dania menuntun semua tamu menuju meja makan, termasuk Mario dan Yusra.


"Silahkan di nikmati, setelah selesai baru kita akan membahas tanggal pertunangan anak-anak," ujar Mario, dan semua mengangguk setuju.


Setelah makan malam, keluarga itu pun kembali ke ruang keluarga. Kali ini menu penutupnya mereka bawa ke ruang keluarga.


"Jadi bagaimana, tuan Mario. Apa anda menerima lamaran anak saya?" tanya Haikal.


Mario menatap Yusra sekilas, dan Yusra mengangguk kecil sambil tersenyum pada Mario.


"Baiklah, kami setuju dan menerima lamaran dari Hito, untuk putri saya Yusra," putus Mario.


Yusra tersenyum bahagia, dia menatap Mario dan tersenyum sumringah.


"Terima kasih, tuan Mario, nyonya Dania," sahut Wina, yang sedari tadi diam.


"Sama-sama, untuk niat baik jangan di tunda, itu gak baik. Maka dari itu kami menerima secepatnya, menurut ku pertunangan Hito dan Yusra, akan di adakan 2 minggu lagi. Bagaimana?" tanya Dania.


"Baiklah kami setuju, nyonya Dania." Kali ini Carina, menjawab pertanyaan Dania. Karena bagaimanapun Hito juga putranya.


"Baiklah kalau begitu, hari sudah semakin malam. Besok masih banyak pekerjaan, maka dari itu kami pamit undur diri tuan, nyonya," ujar Haikal.


"Silahkan tuan, hati-hati di jalan. Maaf kami tidak memberi apa-apa," sahut Dania.


"Tidak apa-apa nyonya," Carina melakukan cipika-cipiki bersama, Dania kemudian di susul sang anak perempuan.


"Yusra salam kenal dari tante," ucapnya memeluk Yusra.


"Terima kasih, tante." Balas Yusra.


Yusra pun bersalaman dengan papahnya Hito, ibu dan saudara tiri Hito. Kemudian Carina berpamitan pada Wina dan Hito, yang masih bertahan di rumah Mario.


Setelah mobil papahnya Hito tak terlihat, Wina berpamitan kembali ke rumah. Dia berjanji akan mempersiapkan kebutuhan tunangan sang anak.


"Kalau begitu saya permisi tuan Mario, nyonya Dania," pamit Wina, mencium pipi Dania dan mengatupkan tangan pada Mario, terakhir Wina mencium Yusra.


Hito pun berpamitan pada keluarga Yusra, mengekor sang ibu. Entahlah Hito harus bagaimana mengekspresikan perasaannya, apa dia harus bahagia? Atau sedih, karena tidak mendapatkan Yumna. Hito mengacak rambutnya frustasi.


"Kenapa aku begitu lemah, selalu menurut apa yang Yusra mau, akhhh...." teriak Hito frustasi, saat dia sudah berada di kamarnya.


tbc...


maag typo


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, makasih 🙏