
Karena kecurigaan Mario terhadap gadis yang begitu mirip dengan Yusra, Mario memerintahkan Jimi untuk menyelidiki gadis tersebut.
Setelah menemui Jimi dan menjelaskan semuanya, Mario kembali ke rumah sakit tapi sebelum ke rumah sakit dia terlebih dulu mampir ke rumahnya. Untuk melihat keadaan Dania.
Berpuluh menit kemudian, Mario sudah sampai di halaman rumah yang tampak sepi tersebut. Saat dia turun dari mobil tiba-tiba Wina ibu dari Hito datang dan bertanya bagaimana keadaan Yusra.
"Mario, bagaimana keadaan Yusra?" tanya Wina.
"Baik, keadaannya membaik mungkin besok dia akan pulang."
"Syukurlah, jika dia baik-baik saja. Maaf saya belum bisa menengoknya karena kesibukan saya dalam bekerja," terang Wina.
"Tidak apa-apa Wina, terima kasih kamu sudah mengkhawatirkan anak saya. Kalau begitu saya permisi," pamit Mario.
Yang dijawab anggukan oleh Wina.
"Seandainya Dania bisa sekhawatir Wina," gumam Mario, terus melangkah masuk ke dalam rumah.
Saat sampai di depan kamarnya, dia masuk dan mendapatkan kamarnya kosong. "Dimana Dania?"
Mario keluar dari kamar dan bertanya pada pelayan, yang kebetulan lewat kamar Mario dan Dania.
"Kemana Dania?"
"Nyonya Dania sedang berada di ruang perpustakaan nya tuan," jelas pelayan.
Mario pun mengangguk dan berlalu dari hadapan pelayan tersebut, beberapa menit kemudian Mario sudah sampai di ruangan tempat favorit Dania.
Saat Mario membuka pintu, dia melihat Dania yang sedang menatap keluar jendela.
"Ingat aku juga kamu," ucap Dania dengan nada dinginnya.
Mario menghela napasnya secara kasar. "Aku selalu mengingatmu, bahkan Yusra berharap kamu mau menjenguknya."
"Buat apa?dia bukan anakku."
"Setidaknya kamu melihat dia dan ada rasa sedikit khawatir, walau dia bukan anak kandungmu Dania," desis Mario.
Dania berdiri dan menghadap Mario, dia melipat tangan di dada.
"Dia begitu mirip dengan Laura, membuat hati ku selalu sakit tiap kali melihatnya. Jika dulu Laura tidak memintamu dan tidak memberitahuku bahwa dia mencintaimu, mungkin aku akan mencintai Yusra." Jelas Dania, dengan menahan sesak di dada, menatap lekat wajah tampan laki-laki yang menemaninya sampai selama ini.
Mario bergeming mendengar penjelasan Dania, dia tidak menyangka bahwa Laura mencintai dirinya. Mario menghela nafas secara kasar dia dibuat bingung dengan hati dan cintanya dia mencintai dua orang wanita sekaligus.
"Sekarang apa yang akan kamu lakukan Mario?siapa yang akan kamu pilih?aku atau Yusra?jika kau memilihku kembalikan Yusra pada Laura dan kita bisa memulai hidup baru berdua dengan di negara lain," ujar Dania, menatap mata Mario.
Mario yang di tatap seperti itu pun tak kuasa, dia selalu lemah menatap mata Dania dan berakhir dia menuruti semua keinginan Dania, tapi mungkin sekarang dia tidak bisa memenuhi keinginan Dania tersebut. Bayangan raut kekecewaan Yusra terlintas dipikirannya.
"Maafkan aku Dania, aku tidak bisa melakukannya. Bagaimana pun Yusra adalah anakku darah dagingku, walaupun dia tidak terlahir dari rahimmu. Tapi dia tetap anakku dan aku menyayanginya Dania," jelas Mario panjang lebar.
Dania tersenyum dia sudah menduga jawaban yang Mario berikan, dia pasti akan memilih Yusra. Dania menyunggingkan senyumnya dengan mata berkaca-kaca.
"Kalau begitu, mari kita berpisah." Ucap Dania.
Membuat Mario membulatkan matanya dan menggeleng, memeluk Dania dengan erat.
"Jangan pernah berkata seperti itu Dania, aku mohon aku mencintaimu."
Dania menangis dalam pelukan Mario, dia juga tidak ingin berpisah dari Mario. Tapi mau bagaimana lagi, mereka berdua larut dalam kesedihan dan sebuah dilema.
tbc..
Jangan lupa komen dan like, makasih 🙏
Jangan lupa bunganya 🌹🌹