Twin'S

Twin'S
Bab.31



💞💞💞


Semenjak kejadian di rumah sakit tersebut, Yumna mendesak Laura untuk menceritakan semua rahasia yang Laura sembunyikan darinya.


Dengan terpaksa Laura pun menceritakan semuanya tanpa ada satu pun yang terlewat.


Flashback on


"Jadi aku memiliki saudara kembar?dan seorang ayah?"


Laura pun mengangguk sebagai jawaban, dia bisa melihat kekecewaan di mata Yumna.


"Kenapa ibu menyembunyikannya dariku?aku juga berhak mengetahui siapa ayah ku bu." lirih Yumna.


"Dari kecil aku selalu iri pada teman-temanku, yang selalu menceritakan tentang ayah mereka dan selalu menjemput mereka, terkadang aku ingin bertanya padamu bu. Tapi setiap aku bertanya ibu selalu berkaca-kaca membuat aku menjadi sedih jika ibu menangis," terang Yumna.


Kemudian terjadi keheningan antara ibu dan anak tersebut, Laura menatap Yumna yang hanya melamun. Kemudian Laura menyentuh lengan Yumna tapi Yumna dengan cepat menepis tangan Laura.


"Maafkan aku bu," ucap Yumna, kemudian pergi meninggalkan Laura yang sedang duduk di kursi tunggu depan ruang rawat nyonya Anjani.


"Tidak nak, seharusnya ibu yang minta maaf padamu." Lirih Laura, menatap kepergian putrinya dengan tergesa.


💞💞💞


Sementara itu Hito yang penasaran akan Yumna pun memutuskan untuk mencari tahu, tapi dia juga bingung memulai mencari tahu dari mana.


Suara ketukan membuat Hito terkejut.


"Masuk mah gak di kunci," teriak Hito.


Wina tersenyum kepada Hito, putra semata wayangnya.


"Kenapa?tumben."


Wina duduk di tepi ranjang, dekat dengan meja belajar Hito, Hito memutar kursinya menghadap Wina.


"Memangnya kenapa?mamah gak boleh ke kamar mu?"


Hito menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, semenjak Hito pindah rumah dan tidak bersama dengan ayahnya. Hubungan mereka menjadi canggung.


"Bukan begitu, biasanya mamah jarang mengunjungi kamar ku. Langsung saja ada apa?" tanya Hito.


"Kamu mau yah menikah dengan Yusra," pinta Wina, membuat Hito membulatkan matanya.


"Ma--maksud mamah apa?kenapa bisa berbicara seperti itu?"


"Kamu tahu, mamah sangat menyayangi Yusra Hito. Mamah tidak tega melihat dia yang selalu di marahi oleh Dania," jelas Wina.


Wina memegang tangan Hito.


"Mamah mohon nak, untuk kali ini saja dan untuk yang terakhir kali kamu menuruti keinginan mamah." Mohon Wina.


Dulu dia selalu meminta anaknya untuk menuruti keinginan Wina, termasuk untuk ikut dengannya ketimbang dengan ayahnya.


Hito menghembuskan napasnya secara pelan, dia memang menyayangi Yusra. Dan dia tidak bisa menolak keinginan Wina, jika menolak maka Wina akan mengancam untuk bunuh diri seperti halnya dulu saat dia memilih bersama ayahnya.


"Baiklah, aku akan menikahi Yusra mah." Putus Hito, membuat Wina tersenyum semringah.


Wina memeluk Hito dengan erat dan menciun kedua pipi Hito, membuat Hito mencebik.


"Mah, aku bukan anak kecil," protes Hito.


"Maafkan mamah, nak. Mamah sangat bahagia," ujar Wina.


Setelah Wina keluar, Hito menyandarkan tubuhnya di kursi yang dia duduki menatap langit-langit kamar dan menerawang jauh. Dia sangat menyayangi Yusra dan Wina, kedua wanita yang selalu ada dalam hatinya. Tapi setelah melihat Yumna gadis manis dengan tatapan lembut dan senyum manisnya, membuat Hito terpesona walau menurut Hito Yumna sangat cerewet berbanding terbalik dengan Yusra yang pendiam dan pemalu jika bersama orang baru.


💞💞💞


Taman


Yumna menatap lurus ke depan dia memperhatikan anak-anak yang sedang bermain bersama orang tuanya, Yumna tersenyum sejak kecil dia tidak pernah merasakan kasih sayang dari sosok ayah. Ketika dia ingin bermain hanya omanya yang selalu membawanya ke taman untuk bermain bersama anak lain, sedangkan ibunya Laura dia sibuk bekerja sampai dia bisa membuka toko kue sendiri.


Tapi sayang toko kue tersebut harus tutup karena ibunya harus mengurus Omanya yang sakit-sakitan, sehingga sekarang Yumna tidak bisa melanjutkan pendidikannya dan memutuskan bekerja di tempat Keano, karena toko roti milik Laura selalu sepi saat dia buka.


Suara baritone mengagetkan Yumna yang sedang melamun.


"Kamu..." Yumna menyipitkan mata, mengingat siapa laki-laki yang berdiri di sebelahnya. Dan ya dia baru ingat laki-laki yang meminta izin temannya tidak masuk kerja.


"Kamu kenapa ada disini?" tanya Yumna, bukannya menjawab Hito malah balik bertanya.


"Boleh saya duduk di sini," tunjuknya pada tempat kosong, di samping Yumna.


"Duduk aja, ini tempat umum." Ketus Yumna.


"Jangan galak-galak, nanti jelek."


Yumna mendelik pada Hito, kemudian dia menghiraukan Hito yang sedang mengikuti arah pandang Yumna.


"Kita belum kenalan, nama saya Hito." Ucap Hito, tanpa menoleh sedikit pun.


Yumna tidak merespon, membuat Hito menatap Yumna yang masih melihat anak-anak sedang bermain.


"Hey nama ku Hito," teriak Hito di depan telinga Yumna.


Membuat Yumna terkejut refleks memukul Hito, membuat Hito meringis.


"Apa-apain sih kamu, pake teriak segala. Aku gak budek," bentak Yumna.


"Ya maaf, lagian kamu gak jawab ya aku teriak," jelas Hito mengedikan bahunya.


Hito mengulurkan tangannya dan Yumna pun menyambut uluran tangan Hito. "Yumna," ucapnya ketus.


Hito terkekeh merasa lucu dengan sikap Yumna yang sedang ngambek.


"Kamu lucu banget sih, aku suka." Celetuk Hito, mencubit pipi Yumna.


Membuat Yumna menepuk lengan Hito pelan. "Hey lepas, sakit." Pekik Yumna.


Hito pun melepaskan cubitan di pipi Yumna, kemudian tertawa.


"Memangnya ada yang lucu hah?dasar cowok aneh," ketus Yumna.


"Ada kamu yang lucu." Hito tersenyum menatap Yumna.


"Hii dasar cowok aneh,"


Yumna beranjak dari duduknya, meninggalkan Hito yang tertawa terbahak. Yumna berbalik menatap Hito kemudian tersenyum, melanjutkan langkahnya sekarang dia sudah merasa lebih baik untuk menemui ibunya.


tbc...


Jangan lupa like dan komen, makasih 🙏


jangan lupa bunganya juga 🌹