
Setelah Luna mengenakan gaun rancangan Mira, penampilannya kini terlihat semakin sempurna. Luna tampak sangat cantik dengan balutan gaun biru elektrik itu ditambah dengan riasan wajah dan rambut yang begitu pas membuatnya terlihat bak titisan dewi.
"Sekarang kau sudah siap sayang." Pergilah dan jalankan pekerjaanmu dengan semangat. Ucap Acha sambil memegang kedua bahu Luna.
"Tentu." Jawab Luna dengan senyum cerahnya.
Malam ini Luna akan menjadi MC di acara ulang tahun Grand TV yang dilaksanakan dikantornya.
Grand TV adalah salah satu stasiun tv yang digemari penduduk negeri ini.
Grand TV memulai jam terbang mereka sejak tahun 1994. Namun kala itu siaran mereka masih terhitung sebagai siaran percobaan. Namun berkat kerja keras dari semua pihak, Grand TV bisa menyiarkan program - program berkualitas yang mampu memberikan kontirbusi dalam membangun dan meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. Tidak heran diusia ke 25 tahun ini Grand TV sudah menjadi stasiun TV yang paling dimintati masyarakat jagat raya.
ulang tahun ke 25 tahun ini sengaja dirayakan dikantor Grand TV agar para atasan, karyawan senior dan junior bisa mengenang bagaimana perjuangan dan kerja keras mereka hingga mereka bisa sampai pada titik ini.
Luna telah berlalu meninggalkan Acha dan Mira. Kedua wanita itu kini tengah sibuk membersihkan ruangan tempat mereka berada.
"Kau ingatkan, kau masih memiliki hutang penjelasan padaku." Seru Acha sambil melihat ke arah Mira.
"Iya, aku tidak lupa." Ucap Mira.
"Jadi sekarang ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi". Kata Acha.
Mira pun mulai bercerita apa yang sebenarnya terjadi. Mulai dari kepanikan seluruh staff produksi dan kemarahan bosnya akibat insiden hilangnya gaun Luna, hingga perjalanan Jakarta Bandung - Bandung Jakarta yang dilakukan Mira untuk mengambil gaun itu. Semua diceritakan Mira pada Acha.
Acha yang mendengar penjelasan Mira hanya bisa menutup mulutnya dengan tangan. Dia tidak menyangka hal itu bisa terjadi mengingat Star Fashion adalah perusahaan profesional yang sangat mengutamakan pelayanan dan menjunjung tinggi kepuasan pelanggan, sehingga setiap karyawan diharuskan untuk melaksanakan SOP dengan taat dan disiplin.
Clek.... Pintu terbuka dan terlihat seorang wanita terengah - engah masuk ke dalam ruangan itu.
Wanita itu terlihat kelelahan seperti baru saja selesai lari maraton.
"Amira..." Seru Acha.
Kamu kenapa ?
Amira yang masih mengatur nafasnya yang terengah - engah berusaha memberikan penjelasab kepada Acha.
"Maafkan aku. Tadi aku terlibat kecelakaan." Ucap Amira singkat dengan suara sedikit bergetar.
"Dimana Luna Cha ?" Mata Amira menyapu seluruh ruangan itu mencari - cari keberadaan bosnya itu.
"Bagaimana wajahnya ? hmm... maksudku bagaimana penampilannya ? Siapa yang merias wajahnya?"
"Semua sudah teratasi." Untuk sekarang kamu bisa tenang. Kata Acha.
"Syukurlah kalau begitu." Kata amira dengan menampilkan wajah yang lega.
"Apa kau baik - baik saja ? Tanya acha sambil menatap Amira yang penampilannya tampak sedikit kacau.
"Iya aku baik - baik saja." Jawab Amira.
Aku hanya sial saja. Bertemu dengan Cowok tampan terkadang bukanlah sebuah anugerah melainkan sebuah musibah. Imbuh Amira.
"Apa maksudmu ?" Tanya Acha penasaran.
"Aku kan sudah bilang kalau tadi aku terlibat kecelakaan." Jawab Amira.
Acha dan Mira tampak tegang seperti menantikan kelanjutan cerita Amira.
Amira yang menyadari itu kembali membuka suaranya dan mulai menjelaskan.
"Tadi kan aku buru - buru, jadi aku sedikit ugal - ugalan dijalan. Entah mengapa tadi aku sangat berani melanggar lampu lalulintas.
"Aku tidak menyadari kalau ada mobil sudah melaju dari arah kanan. Alhasil mobilku ditabrak oleh mobil itu. Rusaknya cukup parah. Tapi untung aku tidak apa - apa. Mobil cowok tampan itu juga kerusakannya cukup parah. Jadi aku harus mengganti kerusakannya.
Amira menghembuskan nafas nya dalam - dalam.
Tadi kami sempat bernegosiasi sih. Mobilnya masih masuk asuransi. Tapi tetap saja aku harus ganti rugi. Aku gak bisa nolak karena memang aku yang salah.
"Terus dia mintanya berapa ?" Tanya Mira penasaran.
"Lima Juta." Jawab Amira dengan frustasi.
"Apa?"
"Apa gak bisa ditawar harganya ?" ucap acha.
"Gak tahulah." Aku malas nawar. Kan disini aku yang salah.
Tadi aku sudah transfer setengahnya sama tu cowok. Sisanya lagi nanti aku kasih setelah mobilnya selesai diservice.
"Terus tu cowok mau aja ? Tanya Acha.
"Iya."
"Gak pake jaminan apa githu ?" Seru Mira.
"Iya." Kami hanya bertukar nomor handphone.
Kalau begitu masih ada harapan. Tambah Mira.
"Maksundya ?"
"Maksudnya masih ada harapan bisa mendapat keringanan biaya ganti ruginya." Jawab Mira.
"Apa kamu sudah meminta maaf ?" Tanya Mira.
"Astaga... Aku lupa meminta maat tadi." Jawab Amira.
Kalau begitu kau harus menghubungi cowok itu dan meminta maaf.
Semoga dia bisa memaafkanmu dan memberikan kamu diskon. Ucap Mira dengan suara menggebu - gebu.
***
Hai Guys...
Mohon maaf, author ga bisa update setiap hari.
Karena ada hari - hari tertentu dimana aku sibuk dengan urusanku.
Semoga Kalian tetap mau bersabar dan terus setia menantikan kelanjutan ceritaku ini.
Bab 1 sampai Bab 9 itu masuk pada Tahap Perkelanan.
Nanti mulai dari Bab 10 dst masuk pada tahap munculnya masalah.
So, jangan lupa terus dukung author ya guys biar author bisa lebih semangat up episodenya 😁😁
Salam Cinta buat kalian 💕💕💕