Take Me To Your Heart

Take Me To Your Heart
Bab 66 - Mengunjungi rumah Regan



Regan dan Renatta pun sudah sampai di apartemen Regan saat pukul 3 dini hari. Mereka langsung mendaratkan tubuhnya di sofa. Terlihat sekali wajah-wajah lelah dari keduanya setelah menempuh perjalanan jauh. Namun karena tiduran di sofa kurang nyaman karena terlalu sempit, keduanya berpindah ke kamar. Regan pindah ke kamarnya dan Renatta pun pindah ke kamar yang dulu pernah ia pakai untuk menginap.


Sinar mentari pagi masuk ke dalam celah-celah ventilasi kamar Renatta. Ia mengucek-ngucek matanya sambil mengubah posisinya jadi duduk dan menatap ke jendela. Kemudian ia mengambil ponselnya dan melihat jam yang ada di layar ponselnya.


"Sudah pukul 8 rupanya. Aku tidur terlalu pulas."


Renatta segera bergegas bangun dan mandi. Lalu selesai mandi, ia hendak menyiapkan sarapan. Sayangnya, ketika melihat ke dalam kulkas. Hanya ada beberapa produk susu, sosis, dan makanan olahan lainnya yang sudah kadaluarsa. Ia hanya bisa menghela napasnya.


Kemudian matanya melihat ke pintu kamar Regan yang masih tertutup. Bisa dipastikan kalau orang yang ada di dalamnya masih tertidur dengan pulas. Renatta yang tahu kalau Regan pasti kecapean pun memilih untuk pergi keluar untuk mencari makanan pagi-pagi. Ia pun mendapatkan menu soto ayam di pinggir jalan, dekat gedung apartemen Regan.


Ketika Renatta kembali, pintu kamar Regan masih tertutup. Renatta pun berniat untuk membangunkan Regan setelah memindahkan soto ayam itu ke dalam mangkuk.


Betapa terkejutnya ia, ketika ada seseorang yang memeluknya dari belakang ketika sedang memindahkan soto. Untungnya, ia tidak membuang soto itu karena saking terkejutnya.


"Kamu sudah wangi. Aku malah baru bangun tidur. Kenapa tidak membangunkan aku? Kita kan bisa makan di tempat saja daripada kamu harus repot-repot memindahkannya ke dalam mangkuk."


"Supaya kamu bisa istirahat lebih lama. Mandilah, katanya baru bangun."


Regan pun melepas pelukannya dan duduk di meja makan.


"Karena sudah disiapkan sarapan. Aku mau sarapan dulu," ucapnya.


"Baiklah, kamu memang tidak ada malu-malunya. Biasanya laki-laki akan malu jika belum mandi ketika bertemu kekasihnya. Tapi kamu malah bodo amat."


"Untuk apa malu? Lagian nantinya kita akan jadi suami istri. Hal seperti ini pasti akan sering terjadi," ucap Regan dengan entengnya.


Renatta tak mau menanggapinya lagi karena pastinya ialah yang akan kalah. Ia pun membawa dua mangkuk itu ke meja makan dan sarapan bersama.


Dua jam kemudian, Regan pun mandi. Seperti biasa Regan selalu meminta Renatta untuk menyiapkan pakaian untuk dipakainya untuk mengunjungi rumah keluarganya. Selesai itu, Renatta pun pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian dengan memakai gaun dibawah lutut yang berwarna sage green. Ia pun merasa wajahnya dengan riasan yang natural.


Selesai bersiap, Renatta menunggu Regan keluar dari kamarnya di sofa sambil memberikan kabar ke kakaknya kalau ia sudah sampai di Jakarta dan sedang bersiap pergi ke rumah keluarga Regan.


Semangat Nat. Semoga keluarga Regan menerima kamu dengan baik. Kakak sangat berharap kamu menemukan kebahagiaan kamu.


Renatta yang membaca pesan kakaknya itu jadi tersenyum. Ia pun berharap demikian.


Tak lama kemudian, Regan sudah selesai bersiap dan telah keluar dari kamarnya. Keduanya pun keluar dari apartemen dan menuju ke parkiran mobil.


"Beli kue untuk Oma dulu. Aku mau memberikan kesan baik untuk Oma."


Regan tersenyum mendengar ucapan Renatta itu.


"Beli kue yang dulu kamu rekomendasikan. Oma sangat menyukainya."


Renatta mengangguk.


Mobil Regan pun melaju dengan kecepatan normal menuju ke rumah keluarganya.


*


*


Di kediaman Artajasa, Mommy Jessie sudah menyiapkan berbagai masakan untuk menyambut kedatangan Regan dan Renatta. Meskipun bukan ia langsung yang memasaknya ia benar-benar mencicipinya satu per satu, takutnya rasanya tidak enak.


Mommy Jessie menunggu di ruang tamu, sambil membaca pesan dari Regan kalau mereka sedang dalam perjalanan ke rumah.


Tak lama, Oma Lina pun keluar dari kamar. Wanita tua itu pun begitu penasaran seperti apa wanita yang dicintai oleh cucunya kali ini. Ia duduk di sebelah Mommy Jessie.


Pintu rumah diketuk dari luar, Oma Lina mengira kalau itu Regan dan wanitanya. Tapi Mommy Jessie menyangkalnya karena Regan dan wanitanya masih berada di jalan.


"Apa mereka belum datang juga Oma?" tanya Amanda.


"Belum, katanya masih di jalan," jawab Oma.


"Baru pertama kali kesini aja udah telat Oma. Benar-benar tidak punya kesan baik untuk keluarga ini."


Amanda mencoba untuk membuat kekasihnya Regan buruk di depan Oma Lina. Namun, Mommy Jessie malah menanggapi ucapan Amanda dengan santainya.


"Ini bukan kerja yang harus tepat waktu. Lagian wajar saja kalau agak telat. Mereka baru sampai di Jakarta dini hari tadi. Pasti kelelahan dan akhirnya bangun kesiangan."


Tante Dewi tampak kesal, tapi tak menunjukkannya secara langsung.


Sampai akhirnya, yang ditunggu-tunggu pun tiba. Regan menggandeng Renatta masuk ke dalam rumahnya. Walaupun ketika masuk, ia agak kesal karena ada Amanda di rumahnya. Di dalam hatinya ia benar-benar heran kenapa wanita itu bisa ada di rumah keluarganya. Tapi ia tidak mau ambil pusing dan fokus untuk memperkenalkan Renatta saja.


Mommy Jessie menyambut Renatta dengan pelukan sambil menanyakan kabar. Renatta pun menjawab pertanyaan itu dengan senyuman.


"Aku baik Mom. Bahkan lebih baik dari sebelum-sebelumnya."


Mommy Jessie pun tersenyum senang, karena Renatta sudah memanggil dirinya Mommy lagi.


Beda halnya dengan Amanda yang merasa cemburu karena selama ia mengenal Mommy Jessie. Ia hanya memanggil ibunya Regan dengan sebutan Tante saja.


Tapi di hadapan Mommy Jessie, ia akan bersikap baik dan lemah lembut. Lalu nanti ia akan memprovokasi Oma Lina supaya tidak menyukai Renatta. Apalagi banyak sekali aib Renatta yang dipegangnya. Bisa dipastikan Oma Lina tidak akan setuju begitu saja.


"Selamat pagi Oma. Aku Renatta. Ini untuk Oma," ucap Renatta sambil memberikan bingkisan kue untuk Oma Lina.


Oma Lina masih terus mengamati Renatta dari ujung rambut sampai kaki. Kalau dilihat dari wajah, memang tak kalah cantik dari Amanda. Tapi Oma Lina masih agak judes ke Renatta karena memang belum kenal. Namun, meski begitu, Oma Lina tetap menerima bingkisan kue yang Renatta berikan.


Renatta tersenyum melihatnya. Ternyata benar apa yang diucapkan oleh Regan. Ia harus sedikit berusaha untuk bisa membuat Oma menyukai dirinya.


"Kue yang dibawa Natta adalah kue yang waktu dulu aku belikan ke Oma dan itu adalah pilihan dari Natta," ucap Regan untuk sedikit membantu Renatta.


"Iya kah?" tanya Oma Lina.


"Iya Oma."


Karena melihat ada Tante Dewi dan Amanda. Renatta pun menyapa keduanya. Meskipun ia agak sedikit tidak suka. Apalagi ia sudah tahu topeng yang dipakai Amanda.


"Hai Tante, hai Manda. Senang bertemu kalian disini. Aku benar-benar tidak menyangka," ucap Renatta.


"Kami pun sangat tidak menyangka. Kami pikir wanita hebat mana yang bisa membuat Regan melupakan Amanda. Rupanya wanita seperti kamu. Sayang sekali, sepertinya Regan salah memilih pasangan," ucap Tante Dewi yang sedikit menyindir Renatta.


Renatta tersenyum tanpa mau menanggapi ucapan Tante Dewi.


Mommy Jessie pun mengajak semua orang untuk makan. Di meja makan, suasana terasa sangat mencekam karena Oma Lina mulai bertanya tentang keluarga Renatta.


Tapi, Regan menyerobotnya dan meminta obrolan dilanjutkan nanti saja setelah makan.


Padahal di dalam hati Amanda, ia sudah ingin membuat Renatta buruk di hadapan Regan dengan membongkar semua keburukan sifat Renatta dan keluarganya.


*


*


TBC