Take Me To Your Heart

Take Me To Your Heart
Bab 78 - Klarifikasi



Hari demi hari terus berlalu, berita tertangkapnya Amanda masih jadi trending topik di dunia maya. Bahkan sudah sampai membuat saham perusahaan Wijaya anjlok seketika. Mau tidak mau, keluarga Wijaya harus memberikan klarifikasi atas permasalahan yang sebenarnya.


"Pa, lebih baik kita adakan acara klarifikasi di aula perusahaan kita dan di depan para wartawan dan investor kita. Aku takut, kalau terlalu lama kita biarkan lama-lama perusahaan bisa bangkrut Pa."


"Kamu benar Karen."


Wijaya pun menyetujui saran putrinya dan langsung menelpon seseorang untuk mengadakan konferensi pers dadakan.


"Ayo kita keluar bersama," ajak Wijaya ke putrinya.


Keduanya keluar dari rumah dengan tangan tuang saling bergandengan. Kemudian memasuki mobil dan segera menyalakan mobilnya. Ketika gerbang dibuka, mobil Wijaya tak bisa berjalan karena dihadang oleh para wartawan.


Kaca mobil di sebelah Karen sengaja wanita itu buka.


"Kalau kalian ingin penjelasan, datanglah ke aula perusahaan kami. Kalian bisa tanya sepuasnya disana."


Setelah mengatakan itu, Karen menutup kembali kaca mobilnya. Dan wartawan yang tadi menghadang pun, satu per satu menyingkir dari sana.


*


*


Ozy yang tanpa sengaja sedang scroll berita di internet pun, sedikit kaget dengan acara konferensi pers yang akan diadakan oleh perusahaan Wijaya. Ia berlari dari ruangannya ke ruangan Regan.


Renatta pun jadi penasaran dan malah ikut-ikutan masuk ke dalam ruangan Regan.


"Hosh ... hosh ... "


Ozy kelelahan berlari dan ia pun menaruh tangannya di lututnya. Regan yang tiba-tiba didatangi tanpa ada angin dan hujan dibuat terheran-heran.


"Ada apa sih? Sampai kamu lari-lari ke ruanganku? Terus kamu juga Nat? Kenapa ikutan masuk?"


Renatta hanya diam tak menjawab. Ozy pun langsung memberikan ponselnya ke Regan.


"Kamu mau memberikan ponsel bekas untukku? Aku masih punya banyak uang! Kamu menghinaku jika seperti itu!"


"Dilihat bodoh!" kesal Ozy ke Regan.


"Gelap oon!" timpal Regan juga.


Ozy pun menarik ponselnya dan benar saja, rupanya layarnya mati, ia pun menghidupkan lagi layarnya dengan memasukan pin. Lalu menunjukkan berita terkini yang ia dapatkan.


Regan membacanya secara detail. Ia pun tak mau ketinggalan informasi. Ia langsung membuka akun sosial medianya dan mencari akun media sosial perusahaan Wijaya. Ia akan mendengarkan dan menonton klarifikasi itu secara online.


Ozy pun menarik Regan untuk duduk di sofa supaya mereka bisa menonton siaran itu bersama-sama. Regan duduk di tengah, Ozy di sebelah kiri dan Renatta di sebelah kanan.


Acara siaran belum dimulai, karena mungkin dari pihak perusahaan belum siap segalanya. Setelah menunggu puluhan menit, siaran langsung pun dimulai.


Di dalam siaran itu, Wijaya didampingi putri satu-satunya untuk melakukan klarifikasi. Putrinya berada di samping kiri dan pengacara keluarga nya berada di samping kanan. Lalu para wartawan dan orang-orang yang hadir, duduk di kursi yang sudah disediakan.


Acara dimulai dengan seorang MC yang menjadi pemandu acara. Lalu ia memberikan waktunya kepada Wijaya selalu presdir dari perusahaan Wijaya untuk memberikan klarifikasi atas berita heboh dalam kurun waktu terakhir ini.


"Saya tidak mau bertele-tele, saya akan langsung bicara pada intinya. Amanda memang ditangkap polisi atas tuduhan sengaja meracuni seseorang dan telah terbukti bekerjasama dengan Gio untuk mencemarkan nama baik Renatta. Untuk berita lainnya yang ikut meledak juga mengenai pemberhentian Amanda dari posisinya yang sebagai direktur. Itu juga benar. Karena saya dan ibunya Amanda memutuskan untuk bercerai. Mungkin dalam kualifikasi, Amanda memang berbakat dan kompeten tapi dalam bersikap begitu sangat disayangkan. Intinya, hanya itu yang bisa saya sampaikan."


Wijaya mengentikan penjelasannya. Hal itu langsung diambil alih oleh MC lagi.


Ketiga orang yang sedang menonton di satu ruangan, benar-benar tidak menyangka. Rupanya Wijaya memilih untuk membuang ibu dan anak itu sekaligus. Benar-benar sesuatu yang tak pernah terbayangkan. Tapi Regan malah tersenyum senang. Berbeda dengan Ozy dan Renatta yang tampak prihatin.


Siaran masih berlangsung dengan diberikannya kesempatan untuk bertanya.


Wijaya langsung menjawab, "Ya, itu benar. Nenek dari Regan lah yang diracuni oleh Amanda."


Lalu pertanyaan lain pun bermunculan.


"Apa Anda tahu motif dia melakukan itu semua? Padahal keluarga Anda dan keluarga Artajasa terlihat sangat akur dan akrab. Kenapa Amanda sampai melakukan hal sekeji itu?"


Kali ini Karen lah yang angkat bicara.


"Mengenai hal tersebut, kami tidak tahu. Jadi kalian bisa cari tahu sendiri. Kalian kan memiliki tingkat penasaran di atas kewajaran orang lain."


Karen langsung mengucapkan kata-kata itu sampai membuat wartawan ada yang tersinggung.


"Tuduhan penangkapan yang satunya adalah karena bersekongkol untuk mencemarkan nama baik Renatta. Itu artinya dia sangat membenci Renatta. Lalu apa hubungannya Renatta dengan neneknya Regan? Ini sangat aneh sekali. Mau ditarik dari arah mana pun benang merahnya, rasanya sulit sekali."


Karen yang tahu letak benang merahnya itu hanya bisa diam. Karena ia tak mau membocorkan privasi orang lain. Ia pun berbisik ke papanya, supaya klarifikasi dihentikan saja. Karena jika keterusan, para wartawan akan semakin mengorek sampai mereka puas dan mendapatkan headline berita yang menggemparkan.


Klarifikasi pun selesai, MC menyudahi acara siaran langsung mereka lalu siaran online pun mati seketika.


"Siap-siap deh Re, pasti kalian berdua akan ditanya-tanyai oleh wartawan habis ini. Karena mereka belum menemukan jawaban atas pertanyaan mereka tadi."


Regan malah tenang-tenang saja tidak khawatir. Toh ia tinggal aja Renatta adalah tunangannya. Lalu semuanya beres. Para wartawan pasti bisa menyimpulkan sendiri. Bahwa Amanda cemburu itulah motifnya.


Tapi, isi pikiran Regan seperti diketahui oleh Ozy.


"Kamu jangan berpikir untuk mempublikasikan hubungan kalian berdua dulu. Masih banyak hal yang ahrus diurus lebih dulu. Kamu tidak mau kan kalau nantinya keluarga Renatta diusut sampai ke akar-akarnya oleh para wartawan? Jadi kita harus punya rencana dulu. Misalnya cari pelaku yang memfitnah papanya Natta. Supaya namanya kembali baik di mata masyarakat. Aku tahu kamu memang tidak memikirkan perbedaan itu, tapi tetap saja, hal itu pasti akan disorot pada akhirnya. "


Ide spontan dari Ozy itu langsung disetujui oleh Regan. Regan langsung memerintahkan Ozy untuk mencari tahu semuanya. Ozy malah mendengus sebal. Sudah menentukan ide cemerlang, eh malah dia lagi yang kena. Harusnya, yang langsung beraksi ya Regan sendirilah.


"Untuk saat ini aku akan berpura-pura tidak tahu dan tidak ingat akan pertanyaan wartawan yang aku dengar tadi."


"Terserah mu lah. Karena kamu kan yang akan didatangi wartawan nantinya," sahut Ozy.


Regan langsung menolehkan tubuhnya ke arah Renatta, meraih tangan wanita itu dan menyakinkan kalau dia bisa mencari orang yang memfitnah papa Renatta dan menyakinkan kalau ini semua akan berakhir dengan bahagia.


"Yeah, kang bucin! Masih ada aku disini. Kalian jangan mesra-mesraan dulu!"


Regan langsung menyikut lengan Ozy sampai laki-laki itu terbaring di sofa.


Untung-untung.


Ozy bersyukur, ia tidak jatuh ke lantai yang bisa dipastikan akan sakit.


"Nat, percayalah kita bisa melewati ini semua. Kamu sudah melewati banyak hal di dalam hidup kamu. Aku percaya kamu bisa kuat sampai akhir. Maaf, kita harus merahasiakan hubungan kita dulu."


"Iya aku mengerti. Dan aku pun tidak akan mempermasalahkan itu."


Regan langsung memeluk Renatta di depan Ozy. Ozy kesal karena dirinya jadi obat nyamuk disana. Dulu aja pas lagi galau-galaunya ia direpotkan dengan tingkah Regan. Sekarang pas lagi bucin-bucinnya, ia yang ngenes karena tak bisa pamer kemesraan juga.


Dasar Regan sialan!


*


*


TBC