Take Me To Your Heart

Take Me To Your Heart
TIDAK PENGERTIAN



Happy reading ya kakak - kakak 😊😊😊


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Keesokan paginya Mira bersiap - siap untuk pergi ke kantor. Sementara George terlihat sibuk didapur menyiapkan sarapan.


Mira baru saja keluar dari kamar dan matanya langsung menyapu George yang sementara menata makanan dan minuman diatas meja makan.


"Kamu sedang apa?" Tanya Mira.


"Membuat sarapan dan susu cokelat untukmu. Duduklah dan makanlah ini." Pinta George sambil menaruh roti panggang dan susu cokelat di depan Mira.


"Bagaimana kau tahu aku suka susu cokelat ?"


"Aku hanya menebak. Syukurlah tebakanku tidak salah."


"Makanlah roti panggang itu. Aku telah mengolesinya dengan selai cokelat. Semoga saja rasanya enak." Ucap George penuh harap.


"Kalau tidak enak?"


"Kau harus tetap memakannya."


Mulut Mira menganga tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan George.


"Lebih baik mati kelaparan daripada makan makanan yang tidak enak." Batin Mira.


"Bahkan untuk sarapanpun kau harus mengaturku." Ucap Mira kesal


"Aku tebiasa mengatur dan bahkan mengontrol, dalam hal kecil sekalipun." Ucap George penuh penekanan.


"Ya, aku paham. Jika tidak begitu mungkin kau tidak sesukses sekarang."


"Bagus kalau kau mengerti."


Dengan patuh Mira menghabiskan dua potong roti panggang dan segelas susu cokelat buatan George.


"Aku akan mengantarmu ke kantor." Ucap George dengan suara datar.


"Terimakasih atas tawarannya. Tapi kurasa itu tidak perlu. Aku bisa pergi naik taxi atau grab. Aku tidak ingin merepotkanmu."


"Ini bukan penawaran Mira, ini perintah. Bisakah sekali saja kau tidak membantah ?"


"Bisakah sekali saja kau tidak memaksa ?" Gumam Mira dengan suara pelan.


"Apa katamu?"


"Tidak ada. Ayo kita pergi sekarang biar aku tidak terlambat." Ucap Mira lembut.


"Tunggulah sepuluh menit lagi. Aku akan mandi dan mengganti pakaian. Ini tidak akan lama." Pinta George.


"Iya." Jawab Mira ketus.


Mengapa kamu tidak pengertian sih ? Bayangkan kalau temen - temen kantor aku melihat kamu mengantarku, bisa - bisa aku tidak bisa bekerja karena sibuk menjawab pertanyaan mereka.


Huffttttt


Sementara menunggu George selesai mandi dan berpakaian, Mira merogoh ponsel miliknya dari dalam tas.


"Tuh kan! Baru saja dipikirkan, eh malah sudah langsung terjadi." Gerutu Mira.


Mira membaca pesan dari Lisa sahabatnya.


Bisakah kita bertemu sebentar ? Mungkin kita bisa makan siang bersama. Ada yang harus aku tanyakan kepadamu. - Lisa


*Kurasa aku tidak bisa makan siang denganmu. Hari ini aku banyak kerjaan. Memangnya kamu mau tanya apa ? - Mira


Bagaimana kalau kita bertemu setelah kamu selesai bekerja ? Aku mau bicara tentang dirimu. Please, jangan buat aku penasaran. - Lisa


Baiklah. Bagaimana kalau kita bertemu di kafe biasa. - Mira.


Ok. See you later. - Lisa*.


Sepuluh menit kemudian George sudah siap dengan setelan kerjanya. Mira memperhatikan George dengan saksama.


"Kamu mau kemana dengan pakaian seperti itu?"


"Ke kantor mana?" Mira melototi George.


"Ke kantor kamu."Jangan lupa aku client kamu. Jadi aku bisa berkunjung dan melihat kantor kamu.


"Ya,tentu kau bisa." Ucap Mira lirih.


"Siap untuk pergi?" Tanya George antusias.


"Hmmm."


Mira meraih tas balenciaga berwarna hitam miliknya lalu berjalan mendahului George. Pria itupun bergegas mengikuti langkah Mira.


Kini keduanya berjalan beriringan menuju lobby apertemen.


George memegang erat jemari tangan kanan Mira seolah ia tidak ingin wanita itu menjauh darinya.


Tangan pria itu besar sesuai dengan tubuh gagahnya sehingga jemari mungil Mira tertutup oleh genggaman tangan George.


Didepan gedung apertemen sebuah mobil sedan BMW 7 yang terlihat begitu mewah sudah menunggu mereka.


George membuka pintu belakang sisi kiri mobil dan mempersilahkan Mira masuk.


Pri itupun segera masuk dan duduk bersebelahan dengan Mira. Sementara Lucas tampak fokus mengemudikan mobil.


Situasi hening seperti ini membuat Mira sedikit canggung.


"Hmmm..."Mira berdeham.


"Pak Lucas, bisakah anda menyetel lagu atau setidaknya menyetel radio." Pinta Mira.


George tertawa mendengar ucapan Mira. Bukan permintaannya yang lucu, melainkan panggilannya kepada Lucas.


Lucas menyadari hal itu. Dia pun merasa geli dengan panggilan wanita itu kepadanya.


"Baik nona, tapi kumohon jangan panggil aku pak. Panggil saja Lucas."


Mira tersenyum melihat ke arah Lucas.


"Oh iya, baiklah kalau begitu Lucas."


Setelah menempu perjalanan selama satu jam , kini tibalah mereka didepan gedung kantor Mira.


"Sudah kukatakan turunkan aku dipersimpangan jalan tadi, biar aku berjalan saja kemari. Kenapa kamu tidak pengertian sekali sih ? Lihat, begitu banyak orang disini. Bagaimana aku bisa turun ?" Protes Mira.


"Sudah kukatakan aku tidak pernah menurunkan kekasihku ditengah jalan. Aku selalu memastikan keselamatan kekasihku hingga ia tiba di ditempat tujuannya." Ucap George tegas.


Wajah Mira merona mendengar ucapan George.


"Kalau begitu kau tunggu sebentar disini. Biarkan aku keluar terlebih dahulu." Pinta Mira lalu bersiap turun dari mobil.


George menahan lengan Mira.


"Tunggu sebentar!" Kau melupakan sesuatu.


"Apa?" Mira memperhatikan sekitarnya.


"Kurasa tidak ada yang aku lupa." Ucap Mira ragu - ragu.


"Kau melupakan ciuman selamat pagimu sayang." Ucap George dengan seringai menggodanya.


"Apa?" Teriak Mira tidak percaya.


"Aku atau kamu yang melakukannya?" Ucap George tegas.


Mira melihat ke arah Lucas sebagai tanda bahwa ia malu mencium George dihadapan pria itu.


"Tidak usah pedulikan dia." Gerutu George.


"Hmmm, baiklah kalau begitu." Ucap Mira terpaksa.


Mira mendekatkan bibirnya di pipi George tetapi George segera memalingkan wajahnya sehingga yang dicium Mira bukanlah pipinya melainkan bibir seksinya.


George tidak ingin menyia - nyiakan kesempatan. Segera dilumatnya bibir mungil Mira dengan liar sehingga lipstik merah wanita itu menjadi berantakan.


Mira mendorong tubuh George sambil menggerutu.


"Kenapa kamu tidak pengertian sekali sih ? Tidak bisakah aku hanya mencium pipimu saja ? Lihat perbuatanmu, makeup ku berantakan dan lipstikkku sudah tidak ada lagi."


"Itu bagus. Aku tidak suka kau memakai lipstik merah seperti itu. Ini terakhir kali kamu menggunakannya." Ucap George tegas.


"Apa???"


"Demi Tuhan...Bahkan untuk warna lipstik saja ada aturannya. Ada apa dengan pria ini ?


🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀


Jangan lupa klik tombol like ya kak, dan tinggalkan komentar kalian.


Terima kasih 🙏