Take Me To Your Heart

Take Me To Your Heart
SAHABAT BAIK



Ini adalah karya pertamaku.


Semoga kalian suka 😉


Happy Reading ya guys 💕💕💕


***


Jam menunjukan pukul 11.45 malam ketika Mira dan Jeri tiba di Trans Luxury Hotel.


Hotel bintang 5 yang dibangun dengan begitu mewah.


Tentu saja tujuan mereka kesini bukan untuk bersenang - senang, tapi untuk bertemu dengan Nyonya Melinda karena


Gaun yang Mira cari ada pada Nyonya cantik itu.


Sebelum berangkat Mira menghubungi Jeri salah satu sahabatnya untuk menemani Mira ke Bandung.


Semasa kuliah Mira memiliki 2 sahabat yaitu Lisa dan Jeri. Sebenarnya Lisa dan Jeri terlebih dahulu berteman karena mereka tinggal di lingkungan yang sama dan mereka juga pernah satu sekolah waktu SMA.


Ketika kuliah Mira bertemu dengan Lisa. Karena kepribadian Mira yang baik dan mandiri, tak butuh waktu lama bagi Lisa untuk berteman dengan Mira.


Lisa yang terbiasa hidup manja entah mengapa tetap merasa nyaman berteman dengan Mira meski terkadang sahabatnya itu menuntut Lisa untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa dan mandiri.


Entahlah... Lisa merasa sepertinya Mira benar - benar tulus berteman dengannya.


Tentu saja Jeri pun ikut berteman dengan Mira. Setiap kali Lisa dan Mira hangout, Jeri selalu ikut bersama mereka.


Keikutsertaan Jeri sebenarnya bukan tanpa alasan. Jeri sebenarnya menyukai Lisa. Namun ia tak pernah mengutarakannya. Baginya persahabatan mereka lebih penting daripada rasa suka. Jeri tidak mau merusak persahabatan mereka.


"Cinta tidak harus memiliki. Selama orang yang kau sayang ada didekatmu dan dia bahagia, itu sudah cukup."


Karena persahabatan mereka yang begitu erat membuat Jeri dengan senang hati membantu Mira. Terlebih sekarang hanya Mira yang bisa diajak untuk hangout atau sekedar menjadi teman bicaranya. Semenjak Lisa menikah dengan Arifin, Lisa hampir selalu absen dari pertemuan mereka. Bagaimana tidak, Arifin si pria posesif itu selalu saja melarang Lisa pergi. Arifin tahu kalau Jeri menyukai Lisa, dan itu membuatnya over protektif terhadap Lisa.


"Jer, sepertinya kita perlu istirahat. Aku sudah sangat mengantuk dan lelah. Lagipula tidak sopan jika aku mengganggu Nyonya Melinda tengah malam begini."


"Kamu benar Mir. Aku juga sudah sangat mengantuk. saut Jeri sambil berjalan ke arah meja resepsionis."


Lalu apa kita akan memesan 2 kamar Mir ? Tanya jeri sambil menutup mulutnya karena menguap.


"Apa Kau gila ? Kau pikir uangku banyak apa ?" Jawab Mira.


"Lalu ?"


"Apa?" Suara Jeri tinggi membuat beberapa orang disekitar mereka memperhatikan Jeri dan Mira.


"Hahahahaa . . . Mira tertawa melihat ekspresi Jeri.


Kau telihat lucu dengan wajah seperti itu Jer. Kau jangan khawatir, aku hanya bercanda.


Hahahahahaa . . . Mira kembali tertawa.


"Sialan kamu Mir. Ini bukan saat yang tepat untuk bercanda." gerutu Jeri.


"Iya . . . iya maaf. ucap Mira.


Mira membooking 1 kamar dengan double bed. Ini jauh lebih baik ketimbang tidur di sofa.


Kata Mira sambil tersenyum manis menatap Jeri.


"Tapi kan kita bisa pesan 2 kamar Mir. Dan soal biayanya, biar aku yang bayar. Kamu tidak perlu khawatir uangmu akan berkurang."


Ucap Jeri.


"Itu tidak perlu. Aku sudah cukup merepotkanmu dengan memintamu mengantarkan aku kemari.


Aku tidak ingin menyusahkanmu lagi.


lirih Mira dengan wajah kusut.


"Ya ampun Mir. Aku tidak pernah merasa kamu menyusahkan aku. Kamu ini adalah sahabat baikku. Dan tidak ada salahnya kan membantu sahabat yang sedang dalam masalah." Ucapannya terdengar tulus.


Pria Jangkung itu memang adalah pria yang baik. Dia tidak pernah perhitungan soal uang. Jiwa sosialnya sangat tinggi. Mungkin karena dia terlahir dari orang tua yang berprofesi sebagai dokter.


Menurut Lisa, sedari dulu Jeri memang suka membantu orang.


Apalagi sebentar lagi dia pun akan menjadi dokter. Sepertinya perhatian dan jiwa sosialnya tambah meningkat.


"Kamu sudah cukup membantuku Jer. Aku sangat senang dan bersyukur memiliki sahabat sepertimu. Kamu memang sahabatku yang baik."


Ting . . . Bunyi lift yang baru saja berhenti ditempat dimana mereka berada.


Mira menarik tangan jeri dan masuk kedalam lift.


Mereka menuju kamar mereka yang berada di lantai 7.