Take Me To Your Heart

Take Me To Your Heart
BERTEMU NYONYA MELINDA



Keesokan paginya Mira terbangun dengan kepala yang berat. Semalam dia tidak benar - benar tidur. Bagaimana bisa tidur ? Selain karena terlalu lelah, suara dengkuran Jeri sungguh sangat mengganggunya.


Tapi tak apalah. Dengan begitu Mira tidak takut akan terlambat bangun pagi ini.


Jam menunjukan pukul 05.00,


Mira segera bergegas membersihkan diri dikamar mandi dan langsung mengganti pakaiannya yang sudah dia siapkan sejak semalam.


Untunglah Mira selalu membawa sepasang pakaian didalam mobilnya untuk berjaga - jaga jika hal seperti ini terjadi.


Mendadak keluar kota atau mendadak ada urusan penting, pakaian tidak akan menjadi sebuah masalah lagi.


Mira menatap wajahnya didepan cermin sambil merapihkan rambut panjangnya yang lurus.


"Oke, Cukup. Tidak perlu cantik, yang penting sudah bersih dan rapih."


Meski wajahnya hanya dipoles dengan day cream dan bedak tipis serta lipstik berwarna nude, itu sungguh tidak mengurangi pesona Mira. Wanita itu tetap saja cantik dan manis.


Mira segera beranjak dari depan cermin dan meraih tas jinjing miliknya yang berada di nakas. Sekilas Mira melihat Jeri yang masih tertidur lelap.


Belum saatnya membangunkan manusia satu itu. Mira tahu sahabatnya itu kelelelahan. Bagaimana tidak. Dalam perjalanan mereka, Mira berkali - kali menawarkan diri untuk membantu Jeri dengan mengambil alih kemudi.


Namun Jeri tidak mengijinkannya.


Meski Jeri sebenarnya merasa tidak enak badan karena pilek yang ia rasakan sejak tiga hari lalu, namun Pria itu tidak akan membiarkan wanita siapapun yang pergi bersamanya mengendarai mobil selama ia masih mampu melakukannya.


Mira keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar Nyonya Melinda. Sambil berjalan, Mira mengambil ponselnya dari dalam tas.


Untunglah kamar Nyonya Melinda berada dilantai yang sama dengan kamarnya. Jadi Mira hanya perlu berjalan sedikit.


"Tok tok tok "


Mira berada didepan pintu kamar hotel tempat Nyonya Melinda menginap dan mulai mengetuk pintu.


"Semoga Nyonya Melinda tidak memarahiku karena membangunkannya sepagi ini". gumam Mira sambil menatap jam pada ponselnya. Dan Jam masih menujukan pukul 06.00."


"Ting Tong" Mira menekan bell.


Berkali - kali mengetuk pintu, menekan bell bahkan memberanikan diri memanggil nama Nyonya Melinda sudah ia lakukan, namun tak jua ada suara apalagi jawaban dari dalam kamar.


Akhirnya Mira menekan tombol pada ponsel milliknya.


Ia memberanikan diri menghubungi Nyonya Melinda.


"Apa Nyonya Melinda sudah pergi ? Tapi kan aku sudah mengabarinya kalau aku akan datang mengambil gaun itu.


Huffft... Mira membuang napas beratnya.


Bagaimana ini ?


Semoga saja nyonya Melinda belum pergi dari Hotel ini."


"Hallo... suara dari seberang menyapa Mira."


"Hallo Nyonya Melinda. Selamat pagi." Maafkan aku mengganggu waktu sibuk anda Nyonya. Namun aku sekarang ada di depan kamar nyonya. Apa nyonya sudah pergi dari hotel ini ? Tanya Mira.


"Sebentar lagi aku akan pergi. Sekarang aku masih berada di lobby hotel. Turunlah Mira. Aku akan menunggumu."


"Baik Nyonya." saut Mira.


Mira segera berlari menuju lift yang kebetulan sudah terbuka.


"Selamat...selamat... terimakasih Tuhan masih memberikan kemudahan pada urusan hamba."gumam Mira dalam hati.


Sesampainya di lobby, Mira melayangkan pandangannya mencari - cari dimana Nyonya Melinda berada.


Seketika senyum terpampang diwajah cantik Mira.


"Itu dia." Mira melihat seorang wanita dengan balutan dress berwarna hitam selutut sedang duduk manis di ruang tunggu lobby hotel. Wanita itu benar - benar terlihat cantik dan mempesona, meski usianya sudah tidak muda lagi.


Mira kemudian berjalan menghampiri wanita itu dengan wajah yang riang.