Take Me To Your Heart

Take Me To Your Heart
Bab 68 - Meluluhkan hati Oma



Renatta dan Regan sudah pulang dari kediaman orang tua Regan. Di apartemen, Renatta tampak murung dan memikirkan sesuatu.


"Kenapa Nat?" tanya Regan.


"Apa Oma kamu bisa menyukai aku?" Renatta malah balik bertanya ke Regan.


Regan menaruh kedua tangannya di bahu Renatta lalu menatap mata Renatta dengan lembut.


"Oma itu sifatnya kaya aku, meski diawal, aku tidak suka kamu. Lama-lama aku jadi suka juga. Pasti Oma pun akan seperti itu. Jadi, jangan cemas berlebihan."


Renatta menghela napasnya kemudian menyingkirkan tangan Regan dan berbaring di sofa.


"Kalo mau tidur, di kamar aja, jangan di sofa. Nanti badan kamu pegal."


"Iya nanti aku pindah," jawab Renatta.


Regan hanya bisa geleng-geleng kepala dan membiarkan Renatta tetap pada posisinya. Ia pun pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.


*


*


Malam harinya di rumah keluarga Regan, Mommy Jessie mengajak Oma Lina untuk bicara berdua. Baru saja akan mulai bicara, Oma Lina malah menyerobot duluan.


"Jessie, mama tidak habis pikir sama kamu. Kenapa bisa-bisanya kamu membiarkan Regan dekat dengan wanita jahat. Bukan hanya itu saja, bahkan keluarganya pun memiliki banyak masalah dan tidak cocok dengan keluarga kita. Pokoknya mama tidak setuju kalau Regan sama Renatta. Mamanya setujunya kalau Regan sama Amanda."


Mommy Jessie menghela napasnya lalu meraih tangan Oma Lina untuk digenggamnya.


"Ma, tidak ada yang salah dengan Renatta. Dia wanita baik. Mungkin masa lalunya emang buruk. Tapi, kita berjalan di masa depan bukan di masa lalu Ma. Mengenakan keluarga Renatta aku memang tahu, tapi memangnya kenapa? Jangan terlalu mengedepankan harkat dan martabat Ma. Nanti mama lelah sendiri. Yang penting itu hati tenang, anak bahagia, itu sudah lebih dari cukup. Apa mama tidak bisa melihat bagaimana cintanya Regan ke Renatta? Bagaimana tatapan Regan ke Amanda yang sudah berubah bukan lagi cinta? Jadi jangan memaksakan sesuatu yang tidak Regan sukai."


"Sepertinya apa yang dikatakan Amanda memang benar. Kamu, Arthur dan Regan sudah dicuci otaknya oleh Renatta. Makanya kalian bisa mendukung Regan dan Renatta."


Sebenarnya Mommy Jessie kesal sekali mendengar nama Amanda disebut-sebut apalagi sepertinya wanita itu memang sengaja mencuci otak mamanya untuk tidak menyukai Renatta.


"Yang dicuci otaknya disini itu mama. Mama dicuci otaknya supaya tidak menyukai Renatta. Cobalah, lihat dan amati baik-baik Renatta orangnya seperti apa. Jangan hanya mendengar dari penjelasan orang lain aja Ma."


"Orang lain dari mana nya? Amanda bukan orang lain. Dia sudah mama anggap cucu sendiri."


"Ya, aku tahu. Tapi aku tidak menganggap dia sebagai anak ku. Dia hanya orang lain. Yang tiba-tiba ikut campur dalam hubungan Regan. Padahal dulu Regan tidak ikut campur dalam hubungan Amanda dengan Devan, meskipun dia patah hati."


Mommy Jessie mencoba mengingatkan Oma Lina supaya sadar dan jangan mudah termakan omongan orang lain. Tapi, karena percayanya sudah sangat penuh ke Amanda, mau diapain juga susah.


"Renatta lah yang ikut campur hubungan mereka. Renatta orang ketiga di pernikahan Amanda dan Devan."


Mommy Jessie tersenyum kecut.


"Dan mama percaya itu semua? Lalu kalau ia merasa Renatta adalah orang ketiganya, seharunya sekarang ia masih bersedih kan? Kenapa dia sepertinya mengincar Regan sekarang? Padahal dulunya Regan disia-siakan. Sudahlah Ma. Aku tidak mau bahas ini lagi. Mau mama menentang bagaimana pun aku dan Arthur akan tetap menikahkan Regan dan Renatta."


Mommy Jessie pergi dari ruang tamu menuju ke kamarnya.


Oma Lina tampak memikirkan kalimat-kalimat yang diucapkan oleh Mommy Jessie. Tapi tetap saja, ia lebih percaya ke Amanda.


*


*


Keesokan harinya, Renatta datang lagi ke rumah keluarga Regan. Ia datang sendiri tanpa ditemani oleh Regan. Ia ingin berusaha untuk meluluhkan hati Oma Lina dengan kerja kerasnya bukan atas bantuan Regan. Ia juga membawakan kue kesukaan Oma Lina.


Meski agak jutek, Oma Lina tetap menerima kue yang dibawa oleh Renatta.


"Oma, aku tahu Oma memang tidak menyukai aku. Tapi izinkan aku untuk dekat dengan Oma."


Oma Lina bahkan tidak menanggapi ucapan Renatta. Tapi, ia pun tidak pergi juga dari sana.


"Apa Oma suka acara komedi?" tanya Renatta tapi tidak dijawab oleh Oma Lina.


Walaupun tidak dijawab, Renatta menyalakan televisi dan menonton acara komedi.


"Dulu saat masih kecil, aku sering menonton acara komedi bersama dengan papa. Kita selalu tertawa terbahak-bahak bersama."


Oma Lina masih diam. Tapi ia tetap menonton juga acara komedi itu.


Disaat Renatta tertawa, Oma Lina masih stay cool dengan wajah datarnya.


"Katanya lucu, lucu dari mananya? Jokes nya terlalu garing. Kalau seperti itu mah aku juga bisa."


"Oma tidak suka? Ya sudah aku ganti siaran televisinya Oma," ucap Renatta.


"Tidak usah."


Oma Lina ini memang mirip sekali dengan Regan, haha. Bilangnya tidak suka tapi tetap mau menonton.


"Selain acara komedi itu, aku juga punya rekomendasi acara komedi lainnya Oma. Oma mau nonton yang sitkom? Drama komedi? Atau yang seperti ini?"


"Pasti semuanya garing begini. Tontonan mu tidak berkelas. Beda sekali dengan Amanda yang suka dengan acara reality show artis-artis terkenal."


"Hidupku sudah rumit, sudah pahit Oma. Kalau menonton acara artis-artis tidak ada gunanya. Acara komedi lebih membantu. Aku bisa dengan mudah tertawa, dan tanpa sadar, rasa sedih dan semua masalahku hilang seketika. Kalau memang Oma tidak suka tidak apa-apa. Aku tidak bisa memaksakan sesuatu pada seseorang kan?" ucap Renatta dengan senyuman.


Oma Lina memalingkan wajahnya. Lalu Renatta pun berinisiatif pergi ke dapur untuk memotong kuenya.


"Aku ke dapur dulu ya Oma untuk potong kuenya. Biar Oma nontonnya sambil makan kue. Oh, iya, meskipun Oma tidak suka acara komedi, aku tetap akan kasih tahu Oma rekomendasi acara yang menurutku sangat lucu."


Renatta menyebutkan berbagai acara komedi yang pernah ditontonnya, juga dengan dram komedi dan sitkom nya. Setelahnya, Renatta pergi ke dapur.


Di dapur, Renatta memotong kuenya dengan ukuran sedang. Mommy Jessie yang baru datang pun mengambil salah satu potongan kuenya dan memasukannya ke dalam mulutnya.


"Kamu lagi usaha untuk meluluhkan hati Oma?" tanya Mommy Jessie.


"Iya Mom. Tapi sepertinya memang sulit. Oma terlalu menyukai Amanda. Meski begitu, aku tidak akan menyerah."


Mommy Jessie tersenyum lalu menepuk punggung Renatta.


"Mommy yakin, kamu bisa membuat Oma Lina menyukai kamu. Mommy aja langsung suka saat pertama kali lihat kamu."


"Semoga ya Mom. Kalau begitu aku ke Oma lagi ya Mom."


Mommy Jessie mengangguk lalu menatap kepergian Renatta dari pandangannya.


Renatta datang membawa sepiring kue yang sudah dipotong-potong. Ia meletakkannya di meja.


"Ini tidak lucu, ganti ke acara komedi yang kamu bilang tadi."


"Baik Oma."


Renatta pun mengganti siaran televisinya ke acara komedi yang ia rekomendasikan tadi.


"Dimakan kuenya Oma. Kalo nonton itu pasti lebih seru sambil nyemil. Apalagi ditemani sama orang. Pasti lebih berasa nontonnya."


"Kamu berisik sekali!"


Bukannya marah atau kesal, Renatta justru tersenyum. Lagi-lagi hal ini mengingatkannya ke Regan. Dimana ia yang selalu berisik dimarahi oleh Regan. Namun meski begitu, Regan tetap mendengarkan omongannya.


"Maaf Oma. Habisnya kalau nonton cuma diam itu nggak seru Oma. Coba Oma liat komedian itu, lucu banget kan pakaiannya. Mana ekspresi wajahnya tanpa dosa gitu, hahaha."


"Hih! Berisik!"


"Maaf, maaf Oma."


Renatta dan Oma Lina menonton hampir 6 jam di ruang keluarga. Karena waktu sudah sore, Renatta pun memutuskan untuk pulang.


"Aku pulang dulu ya Oma. Takutnya Regan nyariin," ucapnya kemudian mencium tangan Oma Lina.


"Jangan lupa ditonton ya Oma. Aku tahu Oma nggak suka. Tapi daripada nonton acara artis-artis mending nonton acara komedi Oma. Dah Oma."


Renatta pamit dan pergi dari rumah keluarga Regan.


*


*


Malam harinya, Mommy Jessie bertanya tentang Renatta di mata Oma Lina. Karena hampir seharian ini, Renatta menemani Oma Lina nonton.


"Gimana Renatta, Ma? Cocok kan untuk Regan."


"Cocok apanya? Dia itu berisik sekali. Apaan coba, masa ngajakin mama nonton acara komedi. Nggak berkelas banget tontonannya. Mana garing-garing semua yang ngelucu nya."


"Ya, kan namanya juga usaha Ma. Mama kan juga butuh hiburan. Kalau tiap hari nontonnya acara artis-artis dan gosip-gosip itu yang ada nanti darah tinggi mama kumat. Kalau nonton acara komedi kan bawaannya senang, bahagia," ucap Mommy Jessie membela Renatta.


"Pokoknya besok kalau Renatta kesini lagi, mama mau di kamar aja. Biarin aja dia sendirian."


Sebuah senyum sedikit muncul dari Mommy Jessie. Tanpa sadar Oma Lina berharap Renatta datang lagi ke rumah mereka. Ini satu awalan yang bagus.


*


*


TBC