
Kabar kepulangan Mommy dan Daddy nya Regan sudah sampai ke telinga Amanda. Untuk itu, Amanda pun bersiap-siap untuk mengunjungi rumah keluarga Regan. Ia bahkan berdandan sangat cantik dan modis.
"Wah, anak wanita mama mau kemana ini? Pagi-pagi sudah cantik sekali!" tanya Tante Dewi.
"Mau ke rumah Oma Lina, Ma. Katanya Tante Jessie dan Om Arthur pulang ke rumah. Aku mau mengunjungi mereka."
"Wah, benarkah? Kalau begitu, mama juga ikut deh, sudah lama juga mama nggak ketemu Jessie."
"Jangan lama-lama Ma, siap-siapnya," ucap Amanda ketika mamanya pergi ke kamar.
Tak lama kemudian, Tante Dewi sudah bersiap. Keduanya pun sudah siap untuk pergi ke rumah keluarga Regan.
*
*
Di rumah keluarga Regan, Amanda dan mamanya disambut dengan baik. Apalagi Oma Lina yang begitu menyukai Amanda. Keduanya duduk di teras samping rumah dan mengobrol bersama.
"Katanya kamu dan Devan sudah resmi bercerai ya?" tanya Oma Lina.
"Iya Oma. Aku dan Devan bercerai lebih cepat satu bulan dari perceraian Kak Karen. Aku jadi menyesal sudah menolak lamaran Regan dulu itu. Seandainya aku memikirkannya dulu sebelum menjawab lamaran dari Devan. Mungkin aku akan memilih Regan. Maaf ya Oma. Aku baru menyesalinya sekarang karena pernikahanku yang gagal."
"Iya tidak apa-apa. Lagipula sekarang kamu sudah single dan Regan pun masih single. Kalau Regan masih suka sama kamu dan kamu masih mau memberikan kesempatan ke Regan. Oma pasti akan senang sekali mendengarnya."
Amanda tersenyum senang mendengarnya. Ia merasa di atas awan karena Oma Lina masih menginginkan dirinya jadi cucu mantu padahal dirinya sudah jadi janda.
"Regan juga sebentar lagi akan pulang ke rumah. Nanti coba kita bicarakan dengannya."
"Baik Oma."
*
*
Di ruang tamu Tante Dewi dan Mommy Jessie saling bertanya kabar dan mengobrol hal-hal ringan sampai menjurus ke kedekatan anak mereka dulu.
"Kenapa mau pulang ke Jakarta nggak bilang-bilang Jes. Padahal kalau aku tahu dari jauh-jauh hari, pasti aku buatkan kamu kue brownis kesukaan kamu. Untung aja tadi aku tanya ke Amanda mau kemana. Kalau tidak, mungkin aku nggak tahu kalau kamus udah pulang."
"Aduh, maaf ya Dew, aku nggak sempet ngabarin soalnya emang dadakan," jawab Mommy Jessie.
"Begitu ya. Sebelumnya aku mau minta maaf karena Amanda malah memilih laki-laki lain daripada Regan untuk jadi suaminya. Aku ngerasa tidak enak sebenarnya sama kamu. Tapi, mungkin karena salah memilih juga, akhirnya pernikahan Amanda dan Devan berlangsung sangat cepat bahkan belum ada satu tahun mereka sudah memutuskan untuk bercerai."
"Sudah, masalah itu mah tidak usah dibahas lagi. Mungkin mereka memang bukan jodohnya. Lagipula Regan juga sudah memiliki penggantinya," ucap Mommy Jessie sambil tersenyum.
Tante Dewi terkejut, ia pikir anaknya akan jadi menantu dari keluarga Artajasa karena mengira Regan masih single. Ia jadi penasaran wanita seperti apa yang bisa menggantikan anaknya di hati Regan. Apakah setara dengan atau tidak? Apa wajahnya juga secantik anaknya atau tidak.
"Wah, wanita mana yang membuat Regan bisa move on dari Amanda? Aku benar-benar penasaran."
"Datanglah ke rumah ini 3 hari lagi. Regan akan pulang membawa wanita itu. Nanti aku kenalkan. Anaknya baik, cantik, jujur, apa adanya. Aku suka sekali dengan kepribadiannya itu," ucap Mommy Jessie memuji calon menantunya di hadapan Tante Dewi.
Tante Dewi agak kesal. Karena baginya, anaknya lah yang paling cocok dengan Regan. Ia akan melihat wanita itu dan datang ketika Regan akan memperkenalkan wanitanya ke keluarga besarnya.
*
*
Amanda dan Tante Dewi sudah ada di rumah lagi. Keduanya pulang dengan raut wajah yang berbeda. Amanda tersenyum senang karena ternyata Regan masih single. Sementara Tante Dewi kesal karena Regan sudah memiliki calon pengganti Amanda.
"Kenapa kamu senyum-senyum begitu?" tanya Tante Dewi.
Ucapan Amanda itu langsung dibantah oleh Tante Dewi.
"Kamu salah, Regan sudah move on dari kamu. Dia bahkan nanti akan pulang dengan membawa calon istrinya. Makanya Jessie sampai pulang ke Indonesia. Jessie bahkan memuji-muji calon mantunya di depan mama. Membuat mama kesal saja. Semua ini gara-gara kamu yang memilih Devan daripada Regan. Padahal mama sudah sangat berharap sekali kamu jadi menantu dari keluarga Artajasa. Kalau begini jadinya, sudah tidak ada harapan lagi Manda," kesal Tante Dewi ke anaknya yang salah memilih pasangan.
Amanda yang tak ingin disalahkan. Jadi ikutan kesal juga.
"Aku memilih Devan juga karena punya alasan Ma. Mama kan tahu sendiri, bagaimana bencinya aku ke Natta. Aku tidak ingin melihat dia bahagia. Makanya aku mengambil semua hal yang ia miliki, termasuk Devan yang saat itu Natta sukai dan percayai."
Tante Dewi menghela napas karena kesal dengan alasan anaknya itu.
"Kenapa kamu nggak bilang ke mama? Kenapa kamu ambil keputusan sendiri sih? Harusnya kamu tetap memilih Regan saja. Kalau untuk membalas Natta bisa pikirkan cara lain yang tidak akan merugikan kamu."
Amanda jadi kesal juga karena dimarahi mamanya. Tapi seketika ia tersenyum miring.
"Oma masih mendukung aku untuk jadi cucu menantunya Ma. Aku akan membuat Oma tidak menyukai wanita yang dibawa Regan nantinya. Mama tenang saja. Lagian Mama juga diajak untuk datang kan sama Tante Jessie?"
Tante Dewi mengangguk. Ia pun sangat berharap Amanda bisa membuat Oma Lina benar-benar tidak setuju sehingga Amanda bisa jadi menantu dari keluarga Artajasa itu.
*
*
Malam harinya, Mommy Jessie mengobrol di ruang tamu dengan Oma Lina. Mommy Jessie menjelaskan alasan kepulangannya kali ini.
"Ma, maaf aku baru bisa pulang. Urusan pekerjaanku di London sebelumnya sangatlah banyak. Tapi aku menyempatkan waktu untuk pulang karena Regan akan membawa calonnya ke rumah dan mengenalkannya ke keluarga kita. Ya, sebenarnya aku sih sudah kenal."
Mendengar hal tersebut, Oma Lina tampak terkejut. Karena ia tak pernah diberitahu kalau Regan sedang dekat dengan wanita.
"Wanita seperti apa pilihan Regan itu? Apa yang seperti Amanda?"
Mommy Jessie menggeleng.
"Dia cantik wajah dan hatinya. Jujur dan murah senyum. Tapi, keluarganya tidak seperti kita. Walaupun begitu, Regan sangat mencintainya."
"Apa kamu yakin kalau dia tidak mengincar harta Regan? Mama takut kalau dia tidak tulus."
Mommy Jessie menggenggam tangan Oma Lina.
"Mama tenang aja, aku tidak mungkin salah dalam menilai orang. Pokoknya dia itu cocok banget sama Regan."
"Tapi Amanda? Mama berniat menjodohkan Amanda dengan Regan. Apalagi Amanda sudah bercerai juga. Amanda juga dekat sekali dengan keluarga kita."
Mommy Jessie mengangkat bahunya tidak tahu. ia tidak mau memikirkan hal yang bukan ranahnya. Lagipula, Regan sudah memilih dan ia pun suka dengan pilihan Regan yang sekarang.
"Mama, aku harap mama menerima siapapun pilihan Regan."
Oma Lina menghela napasnya.
"Kita lihat saja nanti. Mama akan lihat bagaimana sikap dan sifatnya dulu. Kalau mama tidak suka, mama akan benar-benar menjodohkan Regan dengan Amanda."
"Mama pasti akan suka."
*
*
TBC