
Mira membaringkan tubuhnya diatas ranjang.
Dia belum bisa tidur. Benaknya dipenuhi George Goldsmith. Pria itu tampan dan mempesona. Tinggi badan pria itu mungkin sekitar 187 sentimeter dan rambut pirangnya yang lurus serta mata hazelnya yang indah membuat setiap wanita mendambakannya. Ditambah lagi kekayaan yang melimpah. Semua perempuan pasti tertarik memiliki hubungan dengan pria itu.
Satu - satunya kekurangan pria itu adalah sikapnya yang dingin, pemaksa dan suka mengatur.
Mira baru saja menutup matanya mencoba untuk tidur, tiba - tiba ponselnya berdering. Mira mengerang frustasi. Siapa yang mengirim pesan begitu banyak padanya ?
Mira kemudian mengerjapkan matanya, menatap ponsel yang sudah berada ditangannya.
Mira begitu terkejut melihat isi pesan dari Dion yang disertai beberapa foto dirinya bersama George sewaktu di hotel siang tadi.
Mira memijat pelipisnya untuk mengurangi rasa frustasinya.
"Tuhan apa lagi ini ?? Kenapa semua orang sudah seperti paparazi saja ?" Keluh Mira.
"Ku pikir kamu itu perempuan baik dan suci Mira. Tapi ternyata kamu tidak lebih dari seorang *****!" Berapa bule itu membayarmu ? Lima juta ? Sepuluh juta ? Aku bisa membayarmu lebih !
Dasar perempuan jalang !!! Isi pesan Dion.
Mira tidak mau membalas pesan Dion karena dia tidak perlu menjelaskan apa - apa pada pria itu. Kalaupun dijelaskan, apakah dia akan percaya dengan kata - kata Mira ? Belum tentu!
Tiba - tiba sebuah panggilan telepon masuk.
Mira mendengus malas, tapi ia tetap menerima panggilan itu.
"Hallo..." Ucap Mira.
"Hallo *****!" Apa aku menggangggu pekerjaanmu ? Tanya Dion.
"Apa maksudmu ?" ***** ? Atas dasar apa kau memanggilku seperti itu ? Gerutu Mira.
"Kau jangan berpura - pura Mira! Aku tahu kamu itu sebenarnya perempuan jalang yang rela menjual tubuhmu untuk uang!"
"Apa maksudmu ?"
"Apa hakmu berkata seperti itu ?
"Apa kamu punya bukti ?"
"Apa aku pernah menjual tubuhku padamu ?" Teriak Mira geram.
"Tentu saja aku memiliki buktinya!" Jawab Dion dengan gamblang.
Deg
Mira begitu terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan Dion.
"Maksudmu, foto - foto yang kamu kirim itu ?"
"Itu tidak cukup membuktikan kalau aku seorang *****. "Ucap Mira terbata menutupi ketakutannya.
"Hahahaa . . . Kita lihat saja nanti apa itu cukup bisa menjadi bukti atau tidak!" Ucap Dion disertai seringai liciknya.
"Apa maksudmu ?"
"Kamu sudah berani menipuku Mira! "
" Berani - beraninya kamu menolakku dengan kasar seolah kamu itu suci. "
"Kuperingatkan kau Dion! Jangan cari masalah denganku." Kata Mira tergas.
"Hahahahaaa . . . Kau yang terlebih dulu mencari masalah denganku Mira."
"Lihat saja nanti! " Aku akan membalas perbuatan kamu. " Ancam Dion.
"Maksudmu apa Dion ?"
Hallo . . . hallo . . .
Tut . . . tut . . . tut . . .
Telepon terputus.
Mira menarik nafas dalam - dalam.
Di saat aku mendapatkan sesuatu yang baik, mengapa selalu ada sesuatu yang buruk terselip disana ?
"Apa aku sudah tak pantas bahagia Tuhan ?" Ucap Mira lirih.
Dengan geram Mira membanting ponselnya diatas ranjang.
"Aaaaaarrrrggggghhhh . . ." Teriak Mira.
"Bagaimana sekarang ? Apa yang harus kulakukan ?" Tanya Mira pada diri sendiri disertai airmata yang tanpa aba -aba mengalir dari kedua matanya.
Dulu Mira sangat tertarik dengan Dion. Dia merasa nyaman didekat pria itu, bukan hanya karena wajah pria itu yang tampan yang sanggup melelehkan hati para kaum hawa, namun juga karena Dion selalu bersikap lembut dan baik. Tetapi semua itu hanya terjadi diawal hubungan mereka.
Semakin lama sikap pria itu semakin berubah. Saat hubungan Mira dan Dion sudah cukup dekat, Dion mulai bersikap aneh dan kurang ajar, mulai dari mengajak Mira menonton film dewasa sampai mengajak Mira bercinta. Pernah sekali saat mereka berciuman dimobil Dion, tiba - tiba saja Dion mulai menjalarkan tangannya pada dada Mira, lalu meremas - remas pay****nya kuat hingga membuat Mira meringis kesakitan.
Mira segera menghentikan ciuman mereka dan langsung melayangkan hadiah tamparan keras dipipi kanan Dion. Setelah itu Mira bergegas keluar dari mobil meninggalkan pria erotis itu.
Dari situlah Mira mulai menjauhi Dion. Untung saja mereka tidak benar - benar dalam sebuah hubungan resmi sehingga Mira bisa dengan mudah menjauhi pria itu.
***
Sementara didapur, George mengacak - acak lemari untuk mencari kopi dan gula.
Setelah menemukannya, ia mencampurkan kopi dua sendok teh dan gula satu sendok teh kedalam sebuah cangkir.
Sambil menunggu air yang dimasaknya mendidih, George mengambil ponsel dari saku celananya dan mengirimkan pesan kepada mommynya.
Mom, aku akan segera menikah. Maaf, aku memberitahumu secara tiba - tiba. Pekan depan aku akan membawa calon istriku bertemu denganmu, daddy dan nesa.
Setelah air yang dimasaknya mendidih, George kemudian menuangkannya kedalam cangkir yang sudah terisi kopi dan gula lalu mengaduknya beberapa kali hingga tidak ada lagi gumpalan kopi disana.
George melangkahkan kakinya menuju ruang tamu sambil membawa secangkir kopi yang dibuatnya. Namun sayup - sayup pendengarannya menangkap suara yang cukup keras dari dalam kamar.
George meletakkan kopinya diatas meja ruang tamu kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamar. Syukurlah pintu kamar itu tidak terkunci.
Ceklek
George membuka pintu.
Masih dari ambang pintu, George memperhatikan wajah frustasi Mira.
"Apa terjadi sesuatu ?"
"Kau berbicara dengan siapa tadi ? "Tanya George ingin tahu.
"Seseorang yang pernah dekat denganku dimasa lalu." Jawab Mira malas.
"Lalu apa yang kalian bicarakan ?"
"Apa kau tahu istilah lepas dari mulut harimau, masuk ke dalam mulut buaya ?"
George mengerutkan dahinya. "Oh itu, ada apa dengan istilah itu ?" Tanya George.
"Orang itu adalah harimau sedangkan kau adalah buayanya."
" Baru saja aku terlepas dari mulut harimau, tapi sialnya aku malah masuk ke dalam mulut buaya."
"Dan lebih sialnya lagi, sekarang harimaunya kembali mengaum." Gerutu Mira.
"Benarkah ? Ceritakan padaku!" Perintah George.
Ada apa dengan pria itu ? Mengapa dia begitu perhatian ?
Mira sama sekali tidak suka mendengar nada perintah dalam suara pria itu, tapi pada akhirnyapun Mira mulai bercerita.
🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀
Hai kakak - kakak semua. Terimakasih sudah mau membaca novelku yang kaku ini.
Aku berharap kalian suka.
Jangan lupa klik tombol like dan berikan juga komentar kalian.
Terimakasih 💕💕💕💕