Take Me To Your Heart

Take Me To Your Heart
MENCARI TAHU



George melihat Mira membantu Arifin berjalan keluar dari ruangan private itu dengan terhuyung - huyung. Sejenak pikiran George menjadi kacau. Tiba - tiba pria itu menjadi sangat penasaran dengan Mira, terlebih saat wanita itu mengatakan kalimat tadi.


"Ini tidak seperti apa yang anda pikirkan."


"Apa maksud kata - katanya ?"


George bertemu dengan banyak wanita dari berbagai kalangan. Wanita cantik tentu bisa membuat George terkesima meski hanya sekali pandang saja. Tapi kecantikan Mira berbeda dengan kecantikan wanita - wanita yang pernah bersamanya.


Wanita - wanita itu memiliki mata bulat berwarna cokelat dan ada pula yang berwarna hijau dengan hidung yang mancung. Tapi berbeda dengan Mira. Desainer itu memiliki mata bulat berwarna hitam serta hidung kecil atau pesek. Tapi sungguh wanita itu terlihat manis dan cantik.


Sepintas wajah wanita itu terlintas dipikiran George. Wajah wanita itu sedikit memerah karena alkohol yang diminumnya, ditambah lagi bibir mungilnya yang sedikit bergetar ketika berbicara dengan George entah mengapa terasa begitu menggoda.


"Apa tadi dia gugup ? Ataukah dia takut padaku ?" Pertanyaan itu tiba - tiba saja berada dalam pikiran Geroge.


"Sialan . . . mengapa aku memikirkannya ?


Mungkin aku butuh pelampiasan. "Batin George.


George membawa kedua wanita yang sedari tadi bersamanya. Wanita - wanita itu benar - benar jalang profesional. Tanpa rasa malu, kedua wanita itu terus meraba - raba tubuh George meski tadi pria itu terlihat butuh konsentrasi membahas kontrak dengan Star Fashion. Tapi itu memang pekerjaan jalang bukan. Memuaskan pria memang sudah menjadi tugas mereka. Apalagi pria yang dihadapan mereka ini begitu tampan.


Sungguh bagi wanita, George begitu sempurna. Wanita mana yang tidak menginginkan Geroge ??


Ketika berada di depan pintu ruangan, George berhenti sejenak.


Dia memandangi anak buahnya dan menyuruh mereka mencari tahu semua hal tentang Mira.


"Lucas." Panggil George.


"Segera ikuti wanita tadi dan cari tahu semua hal tentangnya." Titah Geroge.


"Baik Mr. George." Jawab Lucas.


***


"Tok . . . tok . . . tok . . ." Seseorang mengetuk pintu.


Ceklek. Pintu terbuka.


Lucas masuk ke kamar hotel tempat tuannya berada.


George memalingkan wajahnya melihat ke arah Lucas. Matanya tampak tajam mengawasi anak buahnya itu yang berjalan semakin mendekat padanya.


"Bagaimana ?" George bertanya seolah tak sabar.


"Ini data yang berhasil kami dapatkan sampai saat ini Mr. George." Lucas menyerahkan berkas - berkas yang cukup tebal bersama beberapa lembar foto ke tangan George.


George menerimanya , lalu satu persatu dibukanya berkas - berkas itu.


"Jadi dia sudah tiga tahun bekerja di Star Fashion. Dia juga bersahabat dengan istri bosnya." Wah luar biasa.


Mata George menyipit ketika mengamati foto - foto yang berhasil didapatkan oleh anak buahnya ketika semalam secara diam - diam mereka mengikuti Mira.


Foto dimana Mira membawa Arifin masuk ke dalam apertemennya membuat George mengangkat kedua alisnya.


"Dasar wanita licik. Beraninya kau bersikap seperti orang suci. Tapi lihat apa yang kau perbuat. Kau bahkan tidak lebih dari seorang jalang Mira." Umpat George.


"Lihat saja nanti." tambah George.


Obsesi gilanya kini muncul secara tiba - tiba pada desainer itu. Pikiran George dipenuhi keinginan menyentuh dan melumat seluruh tubuh Mira untuk memuaskan hasratnya.


"Aku harus segera mendapatkan wanita itu." Gumam George dalam hati.


"Aku tidak peduli bagaimana caranya. Yang pasti malam ini kalian harus membawa wanita itu kesini." Perintah George kepada anak buahnya.