Take Me To Your Heart

Take Me To Your Heart
BEGITU MEMAKSA



^^ Selamat membaca kakak - kakak ^^


🎀🎀🎀🎀


Mira sama sekali tidak peduli dengan ucapan George. Ia menepis tangan pria itu dengan kasar.


"Jangan sentuh aku!" Teriak Mira.


"Tenanglah sayang...Aku tidak akan menyakitimu." Bujuk George.


"Cih... Apa kau lupa kalau kau sudah menyakitiku ?"


George menggelengkan kepalanya pelan. Dia benar - benar frustasi. Belum pernah dia menghadapi wanita seperti ini. Wanita yang begitu keras kepala, yang terus saja membantah tetapi setiap perkataan dari mulutnya benar - benar mampu menusuk relung hati George yang paling dalam.


Katakan bagaimana caranya agar wanita dihadapannya ini bisa memaafkannya ?


George bukanlah pria romantis yang pandai berkata - kata. Bahkan iapun tak pandai dalam mengungkapkan perasaannya. Merayu, menggoda dan membujuk wanita bukanlah keahliannya.


George tidak bisa menggambarkan apa yang dirasakannya sekarang karena didalam benaknya masih ada begitu banyak tanya tentang perasaannya terhadap Mira, wanita yang mampu membuat jantungnya berdegup kencang, wanita yang mampu mengacaukan pikirannya, wanita yang mampu mencuri perhatiannya. Apakah ini hanya sebatas perasaan bersalah ? Ataukah ini adalah perasaan cinta, perasaan yang begitu ia hindari.


Sepanjang hidupnya, George selalu mendapatkan apapun yang diinginkannya. Tidak peduli bagaimana caranya, yang terpenting adalah hasilnya. Lakukan semua hal yang bisa kau lakukan maka kemenangan akan kau dapatkan.


George menarik lengan Mira lalu dengan cepat ia melingkarkan kedua tangannya memeluk erat tubuh wanita itu.


Sebuah hasrat asing telah menembus pertahanan George. Entah mengapa dia begitu peduli dengan wanita dihadapannya ini.


"Maafkan aku!" Bisik George ditelinga Mira dengan lembut.


Ada rasa syukur dihati George sebab kali ini Mira tidak memberontak. Malah ia menangis semakin keras dan menenggelamkan wajahnya dibahu George.


George menepuk bahu Mira lalu perlahan melepaskan pelukannya kemudian ia memandang wajah Mira intens. Entah mengapa melihat Mira menangis membuat hati George terluka.


"Ku mohon berhentilah menangis." Pinta George lembut.


What the hell... Apa aku baru saja memohon ?


Mira menghapus airmatanya lalu menarik nafas dalam - dalam, mencoba menenangkan hatinya. Menangis tidak akan membuat semuanya kembali seperti semula.


"Ya, kau benar! Aku seharusnya berhenti menangis. Setiap orang pernah mengalami nasib buruk. Tapi nasib buruk itu masih bisa di rubah menjadi nasib baik. Jadi nasib burukku ini bisa saja dapat memberikan hal yang baik pada diriku." Ucap Mira tegar.


George tak menyangka wanita dihadapannya ini begitu dewasa. Pikirannya begitu terbuka memandang masalah seberat ini dengan tetap berpikir positif.


"Apa maksudmu ?" Tanya George penasaran.


"Kau tidak perlu bertanggung jawab. Aku baik - baik saja. Sungguh...! Anggaplah semalam tidak pernah terjadi apa - apa. Mari kita melupakannya! Mari kita bersikap profesional sebatas mitra kerja." Jawab Mira sambil tersenyum getir.


"Bagaimana mungkin kau menyuruhku melupakan kejadian semalam, saat aku menyentuhmu, saat aku membelaimu, saat aku mencium dan menggulummu, bahkan saat aku merasakan nikmatnya intimu itu ?!" Teriak George.


Tubuh Mira terperanjat, begitu terkejut dengan teriakan George. Telinganya tersentak dengan apa yang baru saja dikatakan pria itu namun mulutnya tak bergeming seolah ada sesuatu yang tercekat disana.


Aku ingin melupakannya tapi sungguh akupun tak bisa.


"Mana mungkin aku melupakan malam panas kita! Mana mungkin aku melupakan desahan dan jeritanmu sayang ! Mana mungkin aku melupakan bahwa akulah lelaki pertamamu." Sambung George dengan nada suara lembut.


George mendekat dan mengangkat wajah Mira hingga kedua mata mereka saling beradu pandang dengan jarak yang begitu dekat.


"Hentikan George." Mira berucap lirih.


George malah semakin dalam menatap kedua bola mata Mira.


"Katakan kalau kau tidak menikmatinya!"


Mira hanya terdiam membisu. Apa yang baru saja dikatakan George begitu melemahkannya. Tidak mungkin ia menambah dosanya lagi dengar berkata bohong. Tetapi tidak mungkin juga baginya secara terang - terangan mengakui kalau ia menikmati setiap hentakan George.


"Maafkan aku ! Tidak seharusnya aku berbuat seperti ini padamu. Ijinkan aku menebus kesalahanku. Aku akan menikahimu sayang." Tutur George.


"Aku tidak bisa menikah denganmu." Seru Mira sembari berjalan menjauhi George.


"Mengapa kau begitu keras kepala Mira ?" Gerutu George.


"Dan mengapa kau begitu memaksa George ?" Ucap Mira tak mau kalah.


"Aku tidak mengenalmu dan kaupun tidak mengenal aku. Dan asal kau tahu, aku tidak bisa menjalin hubungan yang hanya didasari rasa bersalah." Tambah Mira.


"Itu bukan masalah! Kau bisa mengenalku dan aku bisa mengenalmu. Kita masih memiliki banyak waktu. Aku tidak ingin mendengar alasan lagi. Aku tetap akan menikahimu. Kau harus jadi milikku." Ucap George begitu santai.


Lagi - lagi Mira dibuat terkejut dengan perkataan George.


Demi Tuhan, mengapa pria ini begitu memaksa ???