Take Me To Your Heart

Take Me To Your Heart
Bab 76 - Kepulangan Oma



Berita penangkapan Amanda sudah tercium oleh awak media. Banyak orang yang kini sudah berkerumun di depan rumah keluarga Wijaya, keluarga Regan dan di kantor polisi. Namun di antara mereka masih tak ada yang mau memberi penjelasan.


"Pa, gimana ini? Di depan rumah banyak sekali wartawan. Aku bahkan sampai tak bisa berangkat bekerja. Kenapa beritanya cepat sekali menyebarnya? Padahal, papa kan baru memberhentikan Amanda dari perusahaan beberapa jam yang lalu."


"Entahlah Karen. Papa bahkan terlalu malu untuk keluar karena perbuatan Amanda benar-benar mencoreng nama baik keluarga kita. Padahal papa menyayanginya dengan tulus, tapi dia malah memberikan kita masalah seperti ini. Bahkan yang papa baru tahu lagi, ternyata dia juga bekerjasama untuk mencemarkan nama baik Renatta yang sempat viral kemarin. Papa tidak habis pikir kenapa dia sampai melakukan hal sejahat itu."


Sebenarnya Karen tahu alasannya, karena Amanda memang membenci Renatta. Tapi ia tidak pernah berpikir bahwa Amanda akan melakukan hal sejahat itu sampai seluruh dunia menghujat Renatta. Antara kasihan dan juga kesal, karena ia tak bisa pergi kemana pun hari ini.


"Kita harus klarifikasi Pa. Kalau tidak, mungkin akan semakin banyak wartawan yang datang."


"Papa akan pikirkan. Sekarang kamu jangan kemana-mana dulu."


"Baiklah Pa."


*


*


Mommy Jessie mendapatkan kabar dari pembantu di rumah, kalau ada banyak wartawan di depan gerbang. Ia jadi merasa cemas dan khawatir untuk pulang ke rumah.


Mommy Jessie pun langsung menceritakan hal itu ke Regan dan Renatta. Padahal rencananya hari ini Oma Lina akan pulang dari rumah sakit. Tapi kalau seperti itu, pasti akan banyak orang yang meminta penjelasan dan berburu informasi terkait ditangkapnya Amanda.


"Kita harus tetap pulang Mom. Nanti biar aku yang menghandle semuanya."


"Baiklah, jika itu keputusan kamu, Mommy nurut aja."


Renatta pun membantu mengemas pakaian Oma Lina ke dalam tas, sementara Regan di luar menghubungi Ozy untuk mengurus semua wartawan yang datang. Lalu Mommy Jessie menyuapi Oma Lina untuk makan.


Setelah mereka selesai dengan tugasnya masing-masing, Oma Lina pun dituntun sampai ke depan mobil dan duduk di belakang kemudi berdua dengan Mommy Jessie dengan Regan yang mengemudi dan Renatta yang duduk di samping kemudi.


Di perjalanan, Oma Lina tertidur dengan pulas nya. Di saat itu, Mommy Jessie langsung membuka suaranya, menanyakan keadaan di rumah.


"Gimana? Apa udah ada kabar dari Ozy?"


"Udah Mom. Katanya dia udah mengusir semua wartawan yang datang. Jadi, di rumah sudah aman. Tapi entah, beberapa jam selanjutnya, bisa saja mereka datang lagi atau bahkan bertambah dari media kabar yang lain."


"Sejujurnya, Mommy tidak suka kalau masalah ini sampai viral. Amanda ada di penjara saja, bagi Mommy sudah cukup. Dia sudah menerima ganjaran akan perbuatannya," komentar Mommy Jessie.


Tapi beda lagi pendapat dari Regan. Ia bahkan masih belum merasa ini semua setimpal dengan apa yang sudah dilakukan Amanda ke Renatta.


"Ini masih mudah baginya Mom. Renatta bahkan mengalami hal yang lebih buruk bertahun-tahun. Ia dipermainkan terus oleh Amanda."


Renatta menyentuh tangan Regan supaya laki-laki itu tidak bicara lebih banyak lagi. Ia tidak ingin Regan menumpuk rasa dendam dan benci yang begitu dalam. Itu semua sia-sia, hanya menimbun dosa saja.


"Aku sudah bilang, yang berlalu biarlah berlalu. Aku sudah ikhlas menerimanya. Lagipula dengan apa yang sudah aku alami, aku jadi dapat pelajaran dan pengalaman. Tidak semua yang aku alami berbuah keburukan tapi ada juga kebaikan. Jadi, aku mohon jangan melakukan apapun lagi. Biar Amanda jadi urusan polisi saja."


"Mom, dengar kan ucapan wanita bodoh ini? Dia ini jadi terlalu baik sekarang. Kadang aku ingin Renatta kembali jadi wanita jahat supaya ia terlihat kuat dan tidak mudah goyah hatinya dengan kesedihan orang lain."


Regan mengadu ke Mommy Jessie tentang Renatta yang terlalu baik. Ia selalu kesal jika wanita yang disukainya bersikap begitu.


Mommy Jessie bukannya membela Regan, ia malah meledek anaknya itu.


"Bukannya dulu kamu yang bilang sendiri, kalau kamu menyukai tipe wanita yang baik dan lemah lembut. Ini sekarang Renatta sedang jadi wanita baik. Seharusnya kamu senang."


"Mom! Please, itu dulu. Sekarang tidak lagi. Aku hanya menyukai orang yang namanya Renatta. Mau seperti apapun dia dan sifatnya."


"Gombal! Buaya mah emang jagonya gombal Nat. Jangan dipercaya!" Mommy Jessie malah menghasut Renatta.


"Mom!" panggil Regan sedikit berteriak.


"Iya, iya, cerewet banget kamu!"


"Mommy lebih cerewet dari aku tahu!" ucap Regan yang tak mau dibilang cerewet.


Di tengah adu omong antara Mommy Jessie dan Regan itu, ponsel Renatta tiba-tiba berdering. Rupanya Papa Dewa lah yang menelpon.


"Halo Pa, ada apa?" tanya Renatta.


"Nat, papa mau tanya, berita yang ada di televisi itu bohong atau benar? Apa iya Amanda sekarang ada di penjara?" tanya Papa Dewa yang penasaran.


"Benar kok Pa."


"Ya ampun, astaga! Kok bisa?"


"Panjang ceritanya Pa. Nanti deh aku ceritain ke papa kalau udah di rumah keluarga Regan. Ini aku sekarang masih di perjalanan Pa."


"Oh, oke deh kalau gitu. Hati-hati di jalan."


"Iya Pa. Papa juga baik-baik disana sama Kak Nesha."


"Pasti."


Sambungan telepon berhenti, Renatta memasukan lagi ponselnya ke dalam tasnya.


"Beritanya sudah viral kemana-mana bahkan orang yang di luar kota saja sampai tahu. Pasti sebentar lagi akan semakin meledak dan saham keluarga Wijaya akan menurun kalau dari pihak mereka tidak melakukan klarifikasi. Kalau dari kita mah seharusnya cukup mengatakan kalau berita itu benar."


"Tetap saja, dari pihak kita juga harus memberikan penjelasan Regan. Takutnya mereka malah menambahkan sendiri beritanya dengan bumbu-bumbu supaya lebih meledak lagi. Media jaman sekarang itu seperti sudah haus akan gosip," sahut Mommy Jessie.


Pasangan ibu dan anak itu memang tak pernah sepemikiran. Tapi meski begitu, hal tersebutlah yang membuat keduanya dekat layaknya seorang sahabat.


Mobil melaju dengan kecepatan normal. Jarak tempuh mobil itu ke rumah sudah sangat dekat. Bahkan gerbangnya saja sudah kelihatan, Sesuai dengan ucapan Ozy, wartawan memang sudah tak ada lagi disana karena rupanya Ozy menyewa seorang gangster untuk menunggu dan menjaga di depan rumah.


Mobil pun masuk ke area halaman rumah. Mereka turun dari mobil dan membangunkan Oma Lina lalu menuntunnya untuk masuk ke dalam rumah.


Di dalam, Ozy tengah menikmati minuman dingin yang disuguhkan oleh pembantu di rumah itu. Ia tersenyum senang karena Oma Lina sudah terlihat pulih kembali.


"Aku ikut senang, karena Oma sudah sehat lagi. Maaf ya Oma, selama Oma di rumah sakit, tak sekali pun aku menjenguknya."


"Tidak apa-apa Zy. Oma tahu kok, kamu pasti direpotkan lagi oleh Regan."


Ozy hanya setengah tersenyum karena tebakan Oma Lina memang benar.


"Kalau begitu, Oma ke kamar dulu ya. Kalian bicaralah, kamu pasti kesini karena ada hal penting yang mau dibicarakan dengan Regan kan?"


Ozy mengangguk.


Oma Lina pun dibawa ke kamar oleh Renatta dan Mommy Jessie. Sementara dua laki-laki itu duduk saling berhadapan di ruang tamu.


"Aku jenius kan dengan menyewa para gangster. Para wartawan itu bahkan langsung pada kabur semua tadi. Tapi, ya, apa yang mau kamu lakukan setelah ini? Berita ini pasti tidak akan mudah menghilang, aku hanya takut Renatta akan terus kembali terseret. Kamu kan tahu sendiri, Amanda yang sekarang bukan lagi Amanda yang kita kenal. Dia benar-benar jahat melebihi iblis. Aku bahkan sampai tidak percaya, karena selama ini dia selalu bersikap baik dan lembut. Ya walaupun ada sih masa-masa dimana aku sebal dan kesal padanya."


"Kinerjamu memang tak bisa diragukan lagi. Bulan ini gajimu aku tambah. Aku akan memikirkan caranya, setelah dari pihak keluarga Wijaya memberikan klarifikasi."


Mendengar gajinya yang akan ditambah, Ozy sangatlah senang, apalagi sebentar lagi istrinya juga memang mau melahirkan.


"Biarlah, kalau itu keputusanmu. Aku hanya tinggal menunggu perintah seperti biasanya. Kalau begitu aku pulang dulu. Para gangster di depan itu sudah aku sewa selama tiga hari ke depan. sudah aku bayar juga menggunakan uangku. Jadi kamu harus menggantinya 2 kali lipat, oke?"


"Dasar mata duitan! Gajimu sudah akan aku naikan, masih aja cari kesempatan!"


"Namanya juga bisnis," ucap Ozy sambil tersenyum senang.


*


*


TBC