
Malam harinya, Renatta makan malam bersama dengan keluarga Regan. Jika dilihat-lihat, rupanya sikap Regan sama persis dengan Daddy nya.
Selesai makan malam, Renatta duduk di pinggiran kolam sambil melihat bulan yang bersinar terang. Regan pun menemani Renatta disana.
"Saya masih agak bingung, kenapa Mommy Bapak ada di London dan Daddy Bapak tinggal di Indonesia?"
"Mommy dan Daddy itu LDR.an karena mereka harus mengurus perusahaan dari keluarga masing-masing. Mommy anak tunggal begitu juga dengan Daddy. Awalnya sih nggak LDR.an, cuma mungkin karena aku sudah agak besar, jadinya mereka harus memutuskan seperti itu. Tapi meski begitu, Daddy selalu pergi ke London kadang setiap bulan, kadang setengah tahun sekali. Malah terkadang nggak ikut pulang juga setahun. Tapi aku udah terbiasa untuk itu."
"Tapi hebat loh, meski begitu, Bapak kelihatan dekat sekali sama Mommy Bapak."
"Ya gimana nggak dekat? Aku hampir setiap hari ditanyai kabar oleh Mommy. Walau sebenarnya agak risih dan kesal. Tapi mau gimana lagi, namanya juga jarak kita berjauhan. Jadi apapun harus saling berkabar."
"Iya, pantas saja Mommy nya Bapak juga tahu pas Bapak ditinggal nikah sama Amanda."
"Jangan bahas itu lagi. Aku tidak mau dengar nama Amanda. Aku sudah terlanjur membencinya dan membenci diriku sendiri."
Renatta lalu menoleh ke samping.
"Semua sudah berlalu Pak! Mari kita lupakan saja yang sudah lalu. Saya tidak mempermasalahkan itu semua," ucap Renatta.
Regan pun jadi ikut menoleh.
"Kalau begitu, mari kita mulai hubungan baru. Aku benar-benar menyukaimu, Nat," ucapnya sambil meraih tangan Renatta.
"Pak! Saya kan sudah menolaknya,"Jawab Renatta.
Regan mendengus sebal. Rasanya ia tidak ingin dengar penolakan lagi dari Renatta.
"Kamu kan dulu pernah mencintai aku. Pasti tidak sulit untuk menumbuhkan rasa cinta itu lagi. Apalagi kita selalu bersama setiap harinya."
"Bapak ini rupanya orangnya suka memaksa ya?"
"Iya lah, apalagi kamu sama-sama jomblo seperti aku. Beda lagi ceritanya kalau kamu sudah milik orang lain. Aku tidak akan memaksa tapi melepaskan pelan-pelan. Seperti yang aku lakukan ke Amanda."
"Tapi tetap saja, Amanda pasti akan jadi prioritas Bapak. Kalian kan sangat dekat, begitu juga dengan keluarga kalian."
"Aku harus apa supaya kamu percaya. Kalau Amanda bukan lagi prioritas, tapi kamulah prioritas ku sekarang."
Regan mencoba menyakinkan Renatta agar bisa menerima dirinya.
"Sudah ya Pak. Hari sudah semakin malam, udaranya juga sudah dingin. Kita masuk aja ke rumah."
Renatta berdiri dari duduknya dan berjalan tertatih-tatih ke dalam rumah.
"Jangan terus-terusan menghindar Nat," ucap Regan dengan sedikit berteriak.
"Aku harus apa Nat? Biar kamu percaya?"
*
*
Paginya, Regan sudah terbangun karena mendengar suara teriakan Mommy nya. Ia pun keluar dari dalam kamarnya dengan masih mengenakan piyama tidur dan wajahnya yang masih mengantuk.
Mommy Jessie menjewer telinga Regan.
"Aww, awww, sakit Mom! Masih pagi udah kasar aja sama anak sendiri! Heran!"
"Ya ampun! Astaga! Kamu itu anak bujang Mommy satu-satunya tapi kenapa keluar kamar dengan penampilan lusuh begini? Setidaknya mandi dulu kek, lihat tuh, Renatta sudah cantik sempurna. Lah kamu? Haduh! Tidak bisa dibandingkan. Mommy jadi ngerti sekarang kenapa kamu ditolak. Habisnya jorok sih!"
Regan tidak peduli. Ia bahkan sudah sering memperlihatkan dirinya yang bangun tidur, bahkan yang habis mandi pun pernah di hadapan Renatta. Urat malunya seakan sudah putus.
"Aku nggak jorok Mom. Cuma lupa belum mandi aja. Nggak ada hubungannya sama ditolak. Lagian Renatta sering liat aku begini kok!" jawabnya membuat Mommy Jessie agak bingung.
"Eum, tolong jelaskan. Ini maksudnya gimana?"
Regan pun menjelaskan apa maksudnya secara jelas dan gamblang supaya Mommy nya paham.
"OMG! Kamu itu jadi bos kok semena-mena banget. Kasihan sekali Renatta yang cantik ini. Pokoknya selama disini, Mommy nggak akan biarin kamu begitu ke Renatta. Hari ini Mommy mau ajak Renatta jalan-jalan keliling London."
"Mom! Jangan begitu, kaki Renatta masih sakit loh itu."
"Hih! Mommy menyebalkan! Anak sendiri malah nggak diajak."
"Bodo amat. Yuk Nat, kita cus!"
Mommy Jessie mengandeng tangan Renatta kemudian keluar dari rumah dan menaiki mobilnya. Sementara Regan hanya bisa melihatnya sambil memancarkan aura kekesalan ke sang Mommy. Ia pun pergi ke kamarnya untuk mandi.
Sudah berjam-jam berlalu, Regan jadi bosan sendiri berada di rumah, apalagi Daddy nya pun juga tidak ada karena menggantikan Mommy nya di kantor. Menghubungi Renatta pun tidak diangkat sama sekali, begitu juga dengan Mommy nya yang malah sengaja cuma membaca pesannya tanpa dibalas.
"Hih! Mereka ini sedang apa sih! Kenapa perginya lama sekali."
Saking bosannya di rumah, Regan jadi ingin mengikuti kemana perginya Renatta dan Mommy nya, tapi karena belum mendapatkan kabar. Ia jadi duduk lemas seperti tak bertenaga.
Sampai pada akhirnya, Regan mendapatkan pesan dari sang Mommy. Beberapa foto Renatta yang mengenakan pakaian dengan model yang berbeda. Tapi wajahnya sengaja Mommy Jessie crop supaya anaknya penasaran.
Yang pertama dengan style agak tomboi. Yang kedua memakai dress berlengan panjang tapi panjang dress nya hanya selutut. Yang ketiga ini yang terlihat dewasa, karena Renatta mengenakan dress tanpa lengan juga panjangnya yang di atas lutut.
Sebuah pesan masuk lagi dari Mommy nya.
Mau liat wajahnya nggak? Mommy habis make over loh ini. Kalau dalam tiga detik nggak balas, Mommy nggak kasih liat.
Dengan cepat Regan langsung membalas iya.
Dan Mommy Jessie pun mengirimkan foto full body Renatta yang mengenakan dress tanpa lengan itu dengan memperlihatkan wajah Renatta yang sudah cantik seperti putri.
Gimana? Cantik kan dia? Awas aja kalau sampai kamu nggak berhasil jadiin dia mantu!
Bukan cantik lagi, tapi lebih dari itu, Regan bahkan sampai tak bisa berkedip setelah melihatnya. Renatta memang sering berdandan ketika bekerja, tapi hanya tipis-tipis saja. Tidak seperti sekarang yang tipis tapi keliatan sekali aura kecantikannya. Bagaimana tidak, lah wong yang dandanin MUA terkenal.
Mom, video call dong!
Regan mengirimkan pesan itu karena ia tidak ingin cuma melihatnya lewat foto saja.
Malas. Itu sih maunya kamu. Sudah ya Mommy mau jalan-jalan lagi sama Renatta dengan gaunnya yang cantik itu.
Tak lupa Mommy Jessie pun mengirimkan lokasi keduanya ke Regan. Karena ia yakin kalau anaknya pasti akan pergi kesana setelah melihat gaun seperti apa yang dikenakan oleh Renatta.
"Oh ****! Mommy ini kenapa senang sekali sih buat anaknya jadi kalang kabut begini? Aku mana mau Renatta dengan gaun terbuka pergi keluar dari toko itu. Tidak bisa dibiarkan."
Regan pun berlari ke kamarnya untuk mengambil kunci mobilnya juga jaketnya. Ia bahkan sampai lupa untuk membawa dompetnya. Regan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh karena takut kalau Mommy dan Renatta akan pergi dari sana.
*
*
Setelah berkeliling di lokasi yang diberikan Mommy nya. Akhirnya Regan bisa menemukan keduanya yang sedang asik makan di restoran. Benar saja Mommy nya Memnag membawa Renatta keluar dengan gaun tanpa lengan itu. Regan dengan sigap lalu menaruh jaketnya untuk menutupi tubuh Renatta.
Mommy Jessie tersenyum karena rencananya ternyata berhasil.
"Kamu ini! Kalau disuruh Mommy ini dan itu jangan mau. Dia itu ajarannya sesat!"
"Heh! Anak durhaka! Mommy sendiri dibilang ajaran sesat. Mommy kutuk jadi kecebong baru tahu rasa kamu."
Regan mencebikkan bibirnya.
"Lagian kenapa sih pakai baju yang terbuka begini. Ini kaya bukan Renatta tahu." Renatta pun tak luput dari kemarahan Regan.
"Kan bukan urusan Bapak. Lagian saya suka kok. Soalnya bajunya bagus," jawab Renatta yang kemudian mendapatkan toyoran dari Regan.
"Bagus apanya? Kurang bahan! Jelek! Aku tidak suka melihatnya! Apalagi kalau dilihat laki-laki hidung belang! Rasanya pengen aku colok satu-satu matnya!" jawab Regan dengan berapi-api.
Mommy Jessie sudah hampir mau tertawa mendengar ucapan putranya itu. Sangat mirip sekali dengan suaminya. Pasti akan berubah jadi posesif ketika sudah menganggap wanita sebagai miliknya meskipun belum resmi, wkwkwk.
*
*
TBC