Take Me To Your Heart

Take Me To Your Heart
PERTEMUAN TAK TERDUGA



Keesokan paginya Mira terbangun dengan tubuh yang segar sehingga wanita itu terlihat bersemangat menyambut harinya. Tak terkecuali George kekasihnya. Saat ini tidaklah salah jika mengakui George sebagai kekasihnya. Pria bule itu sudah bangun lebih dulu dan langsung berada di dapur untuk menyiapkan sarapan, seolah itu adalah pekerjaannya tetapnya saat tinggal bersama Mira.


"Selamat pagi." Sapa Mira.


"Selamat pagi juga sayang. Kau susah bangun."


"Mmm... baunya harum. itu tampak lezat." Ucap Mira sambil melihat makanan yang sementara di masak George.


"Kemarilah, ini akan segera siap."


Mira melangkahkan kakinya menuju meja makan, segera menarik kursi dan langsung memegang sendok dan garpu.


"Kau tampak tak sabar sayang."


Mira terkekeh. "iya, entah mengapa pagi ini aku merasa sangat lapar."


"Tunggulah beberapa saat, ini tidak akan lama."


Sepuluh menit kemudian spagetti yang dimasak George telah selsai. Di atas spagetti itu ditaburi saus daging yang banyak. George menaruh spagetti itu di piring dan mengambil teh hangat dan air putih lalu meletakkannya di hadapan Mira.


"Silahkan dinikmati makanannnya nonya Goldsmith."


"George." teriak Mira. "Tak perlu seperti itu, kau membuatku malu."


"Kau harus membiasakannya sayang. Tidak lama lagi kau akan menjadi nyonya Goldsmith."


Mira tersenyum dengan wajah memerah. Segera ia menyantap spagetti yang ada didepannya.


"Ini enak."Kata Mira mengalihkan pembicaraan.


" Kalau begitu habiskan makanannya." Ucap George sambil tersenyum.


"Kau juga, habiskan makananmu.".


Sementara menikmati sarapan, ponsel George berdering.


"Tunggu sebentar, aku harus mengangkat telepon ini."


George mengangkat telepon dari Steve sekretaris nya lalu berjalan menuju ruang tamu. Sementara Mira hanya bisa memperhatikan raut wajah George yang tampak serius.


Setelah menyelesaikan pembicaraannya dengan Steve, George kembali ke meja makan dengan wajah datar.


"Apa ada masalah?" Tanya Mira.


"Sepertinya aku harus kembali ke New York sore ini. Ada sedikit masalah dengan pekerjaan disana."


"Oh." Jawab Mira dengan wajah cemberut.


"Jangan cemberut seperti itu. Jika pekejaanku disana sudah selesai, aku akan segera kemari dan menjemputmu."


"Menjemput ku? Kemana?"


"Kita kan akan segera menikah. Kau tidak melupakannya kan?Jadi setelah pekerjaanku disana selesai, aku akan kemari lagi dan kita sama - sama akan bertemu dengan keluargamu. Setelah itu aku akan membawamu bertemu keluargaku di New York.."


"Apa? "


"Kenapa? Apa ada yang salah?"


"Ah. tidak apa - apa. Ini terlalu mendadak jadi membuat aku sedikit gugup."


"Mulai sekarang cobalah bersikap seperti nyonya Goldsmith."


"Bukan apa - apa. Cepat habiskan makananmu jika kau tak ingin terlambat."


***


Saat bekerja di kantor, pikiran Mira begitu terganggu. Memikirkan George yang akan kembali ke New York membuat Mira cemas. Wanita itu cemas jika saja pria bule itu tidak akan kembali lagi. Baiklah, dia pasti akan kembali untuk urusan pekerjaan di Indonesia.


Tapi siapa yang bisa menjamin perasaan seseorang? Tidak ada kepastian tentang perasaan George terhadap Mira. setidaknya itulah yang dirasakan wanita itu. Perasaan cinta bisa saja berubah begitu saja seiring berjalannya waktu apalagi jika mereka menjalin hubungan jarak jauh. Ditambah lagi dengan situasi mereka dimana Mira dan George baru saja saling mengenal.


Sungguh saling menjaga perasaan itu sangat sulit.


Sungguh saling percaya itu sangatlah tidak mudah. Itulah sebenarnya yang dicemaskan Mira.


"Demi Tuhan, ini membuatku gila." Gerutu Mira sambil memegang kepalanya dengan kedua tangan.


"Apa kau baik - baik saja?" Tanya Dona penuh selidik.


Mira tidak langsung menanggapi. Pikirannya benar - benar kacau. Dona bergerak menuju tempat Mira lalu mengetuk meja kerjanya.


Seperti mendapatkan kembali kesadarannya, Mira menatap lurus ke arah Dona. "Ada apa? "


"Pertanyaan itu seharusnya untukmu. Apa terjadi sesuatu? "


"Tidak. Maksudku tidak ada yang benar - benar serius. Aku baik - baik saja."


"Bagus. Kalau begitu fokuskan dirimu pada pekerjaan ini. " Ucap Dona sambil memberikan beberapa Laporan.


"Oh iya."


"Jika ada masalah, jangan terlalu dipikirkan. setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Semangatlah..." Kata Dona sambil menampilkan senyum mengembang.


"Terima kasih."


***


Di Apartemen Mira.


George sementara bersiap - siap untuk kembali ke New York. Tiba - tiba pintu apartemen terbuka dan seorang wanita parubaya masuk.


"Kau siapa?"


Wanita itu terperanjat mendengar suara seorang pria berbicara kepadanya.


"Siapa kamu? Sedang apa disini? "


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Hai kakak - kakak.


Akhirnya aku bisa up lagi setelah sekian waktu terhenti. Mohon maaf ya.


Ke depannya semoga bisa up lagi setiap hari.


Mohon dukungan dari kakak kakak ya dengan cara menekan tombol like, juga tinggalkan komentarnya juga.


jangan lupa juga berikan vote nya ya.


Terima kasih πŸ’•πŸ˜˜πŸ’•πŸ˜˜πŸ’•