Take Me To Your Heart

Take Me To Your Heart
AKHIR PEKAN (Part 2)



Mira kembali memejamkan matanya, mencoba melanjutkan tidurnya yang tadi sempat terganggu.


"Lima belas menit lagi. Ah...tidak tidak. Tiga puluh menit lagi baru aku bangun." Batin Mira.


sometimes i run


sometimes i hide


sometimes i'm scared of you


but all i really want is to hold you tight


treat you right


be with you day and night


baby all i need is time


Dering pnsel Mira kembali berbunyi.


"Duh. . . siapa lagi yang nelpon sih ?" Gerutu Mira.


Dengan malasnya Mira mengambil kembali ponsel miliknya yang tadi diletakkannya di bawah bantal.


Mira mengerjapkan mata kemudian menatap layar ponselnya.


"Duh . . . ngapain sih ni orang nelpon pagi - pagi." Batin Mira.


"Halo." Ucap Mira dengan suara berat.


"Hallo Mir. Shopping yuk." Ajak Lisa.


"Ya ampun Lis. Ini masih pagi kali." Kata Mira.


"Ya perginya memang harus dari pagi Mir." Kan kamu tahu sendiri, jalanan pasti udah macet jam segini. Apalagi kalau akhir pekan kayak gini. Jadi perginya sekarang aja biar nyampe mall gak terlalu kesiangan.


"Gila apa. Ini aja aku belum bangun Lis."


"Ya udah. Bagun terus siap - siap sana. Sebentar lagi aku jemput kamu ya." Kata Lisa.


Tut tut tut


Lisa menutup panggilan telponnya.


Mira pun beranjak dari kasurnya lalu segera merapihkan kamarnya yang sedikit berantakan.


Setelah itu ia melangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai, Mira segera mengganti pakaiannya.


Ia memperhatikan penampilannya didepan cermin.


"Pakaian sudah rapih. Sekarang tinggal wajah yang di poles." Kata Mira berbicara pada dirinya sendiri.


Mira memakai bedak tipis dan lipstik berwarna orange seperti warna blouse yang dikenakannya. Penampilannya sungguh terlihat manis.


Dua puluh menit berlalu, kini Mira sudah siap pergi. Buru - buru ia meninggalkan apartemennya karena Lisa sudah menunggunya di parkiran.


***


Mira dan Lisa duduk manis disebuah cafe yang berada didalam Thamrin City Mall. Sebelum shopping, Mira mengajak Lisa makan karena dia tidak sempat sarapan pagi tadi. Mira memesan nasi goreng dan Jus alpukat kesukaanya. Sedangkan Lisa hanya memesan ice greentea dan frien fries.


"Apa kabar kamu sama Arifin ?" Tanya Mira.


"Baik - baik saja." Jawab Lisa.


"Terus kapan nih punya momongan ?" Tanya Mira.


"Itu sih tergantung yang diatas Mir. Kalau sudah waktunya, pasti Tuhan bakalan ngasih.


Tapi aku sama Arifin nggak nunda - nunda kok. Malahan kami berusaha setiap hari. Aku sampe heran sama Arifin. Darimana dia mendapatkan kekuatannya itu. Dia seperti tidak kenal lelah jika berurusan dengan itu..


Hahahahha . . . "Jelas Mira sambil terkekeh.


"Tapi kamu senengkan di githuin. "Ucap Mira.


"Ya iyalah. Habisnya enak sih."


Hahahaha . . . Lisa kembali tertawa mendengar perkataanya barusan.


"Makanya kamu juga harus menikah." Ucap Lisa.


Seru Mira dengan nada kesal.


"Kamu mau aku bantu ? Aku bisa kenalkan kamu sama temannya Arifin. Dia orangnya sudah mapan. Dia juga baik. Beberapa minggu lalu aku dan Arifin baru bertemu dengannya. Dia juga masih single." Tawar Lisa.


"Terima kasih atas tawaranmu. Tapi aku rasa itu tidak perlu. Aku yakin kalau memang sudah ada jodohnya, pasti dia akan datang dengan sendirinya.


Waktu sudah menunjukan pukul dua belas lebih lima puluh menit. Mira dan Lisa beranjak dari cafe dan segera memulai acara shopping mereka.


" Sebenarnya kamu mau beli apa sih Lis ?" Tanya Mira ketika mereka sudah sampai disalah satu toko pakaian dengan merk terkenal.


"Sebenarnya nggak ada yang benar - benar aku butuhkan." Jawab Lisa.


Hu...kebiasaa deh. Bilangnya nggak ada yang benar - benar aku butuhkan. Tapi giliran udah belanja, semuanya dibeli." Batin Mira.


Benar saja. Setelah cukup lama berkeliling mall, tak terhitung sudah berapa papperbag yang ditenteng Lisa. Wanita itu memang gemar belanja. Uang bukan masalah karena sebelum menikah dengan Arifin, Lisa memang sudah kaya.


Sementara Mira hanya membawa dua pepper bag. Yang satu berisi sepatu Cokelat high heels dan yang satunya lagi berisi pakaian formal berbahan shifon dan sebuah rok mini ketat.


Setelah lelah berkeliling, Lisa mengajak Mira minum disebuah cafe.


Baru saja Mira dan berjalan menuju cafe, terdengar suara seorang pria memanggil mereka. Ternyata di cafe itu ada Jerri. Mira dan Lisa pun melangkahkan kaki mereka ke tempat duduk Jerri setelah mereka memesan minuman dingin.


"Ngapain kamu disini ?" Tanya Lisa.


"Nyari angin." Jawab Jerri.


"Nyari angin kok jauh - jauh kesini." Ucap Lisa dengan suara keheranan.


"Suka - suka gue dong." Jawab Jerri.


"Kamu sendirian ?" Tanya Mira.


"Iya. Tadinya gue janjian sama temen gue, tapi dia nggak jadi datang." Jelas Jerri.


"Temen cewek apa temen cowok ?" Tanya Mira lagi.


"Cewek." Jawab Jerri singkat.


"Oh..." Mira dan Lisa menjawab bersamaan sambil tersenyum lebar.


"Pantesan nggak ajak kita ya Lis." Seru Mira.


"Kalian juga sama tahu. jalan nggak ajakin gue."Gerutu Jerri.


"Emang kamu mau nemenin kami shopping ?" Tanya Lisa.


Hening


Jerri tidak menjawab pertanyaan Lisa.


Siapa juga yang mau shopping bareng mereka berdua ? Udah lama milihnya , cerewet lagi. Dimana - mana selalu aja tu mulut nggak pernah diam.


"Kalian jangan mikir yang macem - macem ya". Ucap Jerri.


"Pikir macem - macem tentang apa ?"


Tanya Mira.


"Yang itu. Janjian sama temen cewek." Jawab Jerri.


Mira dan Lisa tidak merespon perkataan jerri. Kedua wanita itu lebih memilih tersenyum seolah pikiran mereka sama.


"Ohya nanti aku pulang bareng kalian ya." Kata Jerri.


"Loh. emang kamu nggak bawa mobil ?" Tanya Lisa.


"Nggak."Mobil aku masuk bengkel.


"Di service ya ?"


"Hmmmm..." Jawab Jerri.


"Terus tadi kamu kesini naik apa ?" Tanya Mira.


"Naik Grab."


"Oh..."Ucap kedua wanita itu bersamaan.


"Kalau githu kamu yang bawa mobilnya ya." Ucap Lisa sambil memberikan kunci mobilnya.