Take Me To Your Heart

Take Me To Your Heart
Bab 67 - Menghasut Oma Lina



Makan bersama telah selesai, Mommy Jessie pergi dari perkumpulan itu untuk menerima telepon dari suaminya. Begitu juga dengan Regan yang pergi ke kamarnya untuk mengambil sesuatu. Jadilah di ruang tamu hanya ada Tante Dewi, Renatta, Amanda dan Oma Lina.


Oma Lina masih memandang penuh selidik ke Renatta. Ia masih ragu dengan Renatta. Ia benar-benar takut kalau cucunya hanya dimanfaatkan Renatta karena kaya raya.


"Melanjutkan pertanyaan tadi di meja makan, coba kamu ceritakan siapa kamu, dan bagaimana latar belakang keluarga kamu."


Karena Renatta tak mau berbohong, ia pun menjelaskan semuanya dengan jujur. Ia tak mau hidup dengan gelisah dan cemas karena berbohong tentang dirinya dan keluarganya.


"Aku hanya wanita biasa dari keluarga biasa. Aku bekerja sebagai sekretaris. Papaku dulunya seorang narapidana tapi kini sudah bebas. Aku memiliki kakak tiri dan dia kini tengah hamil. Masa laluku buruk, tapi aku tidak akan mengulangi untuk kedua kalinya. Aku mungkin memang bukan cucu menantu yang Oma inginkan. Tapi, aku akan berusaha jadi cucu menantu yang baik untuk keluarga ini," ucap Renatta.


Amanda tersenyum kecut mendengarnya. Ia sedikit tidak menyangka Renatta akan berkata jujur tentang ayahnya yang seorang mantan narapidana. Amanda pun menatap ke arah Oma Lina yang nampaknya sedikit terkejut dengan penjelasan dari Renatta.


"Apa? Mantan narapidana?" tanya Oma lagi memastikan.


"Iya Oma. Tapi papa tidak bersalah, ia hanya difitnah. Karena tak memiliki kuasa dan banyak uang, makanya ia tidak bisa membela dirinya."


"Kenapa kamu menyukai cucuku? Jujur saja! Kamu pasti menginginkan hartanya kan?" tanya Oma Lina yang langsung berpikiran buruk karena Renatta berasal dari keluarga yang bahkan lebih buruk dari yang ia bayangkan.


"Tidak Oma. Aku mencintai Regan dengan tulus," jawab Renatta.


Amanda tampak berdecak.


"Ck, tidak mungkin Oma. Pasti karena harta," sahut Amanda.


Renatta menatap Amanda sedikit tajam, tapi ia tidak mau ribut di depan Oma.


Tak lama kemudian, Regan datang dan langsung menjawab ucapan Omanya.


"Kalau dia mencintaiku karena harta. Mungkin dia sudah meminta mobil mewah dan tas mahal. Buktinya, dia tetap hidup dengan sederhana dan nyaman. Bahkan sampai saat ini, aku belum pernah memberikan benda apapun padanya."


Regan duduk dan melihat ke Oma Lina.


"Oma tahu sendiri aku seperti apa. Aku tidak mungkin memilih wanita yang seperti itu. Renatta wanita baik Oma," tambah Regan lagi.


"Wanita baik mana yang suka membuly orang yang lemah," ucap Amanda seolah ingin memulai keributan.


Regan yang tidak suka dengan sikap Amanda pun langsung membawa Renatta pergi dari sana dan membawanya ke Mommy Jessie yang ada di teras samping rumah.


Melihat ada kesempatan, Amanda mulai meracuni pikiran Oma Lina dengan menceritakan hal-jal buruk yang pernah Renatta lakukan padanya.


"Oma, aku harap Oma tidak setuju dengan hubungan Regan dan Renatta. Aku, Renatta dan Regan dulunya satu SMA Oma. Tapi di masa itu, Renatta adalah wanita yang jahat. Aku sering di-bully dan ditindas olehnya. Bahkan aku sampai mendapat gangguan panik karena itu dan harus minum obat untuk menenangkannya. Apa Oma mau, cucu kesayangan Oma menikah dengan wanita yang seperti itu? Kasihan Regan Oma."


Oma Lina tampak terkejut dan mengepalkan tangannya. Ia tidak bisa terima kalau memiliki cucu menantu yang jahat.


"Bukan hanya itu saja Oma, Oma ingat tentang laptop Regan yang rusak itu? Itu juga oleh Renatta Oma. Aku tidak tahu kenapa Regan bisa suka pada Renatta. Takutnya Regan dicuci otaknya oleh Renatta, Oma."


Amanda menambahkan lagi keburukan Renatta agar Oma Lina bertambah tidak suka dengan Renatta.


"Bahkan yang aku dengar-dengar, kakak tirinya Renatta itu belum menikah Oma. Itu berarti dia hamil di luar nikah Oma. Apa jadinya jika keluarga ini mendapatkan menantu yang memiliki latar belakang buruk seperti itu? Yang ada itu malah mencoreng nama baik keluarga ini Oma. Bahkan perceraianku saja karena kehadiran Renatta sebagai orang ketiga di hubunganku dengan Devan. Dia jahat sekali Oma. Dari dulu sampe sekarang dia masih suka iri padaku," ucap Amanda yang kini berpura-pura bersedih dan meneteskan air matanya.


Oma memeluk Amanda dan mengucapkan sesuatu yang membuat Amanda tersenyum senang.


"Kamu tenang aja. Oma tidak akan menyetujui keduanya. Oma akan bilang kalau kamu adalah calon istri yang cocok untuk Regan. Oma tidak mau, Regan nantinya tidak bahagia setelah menikah dengan Renatta yang penuh dengan masalah di dalam hidupnya. Pokoknya kamu tenang aja kamu tetap jadi pilihan Oma untuk Regan."


*


*


Di teras samping rumah, Daddy Arthur sudah datang dan mengobrol bersama dengan Mommy Jessie, Renatta dan Regan. Ia bahkan menanyakan kapan hari bahagia keduanya akan dilangsungkan.


"Kamu pikir mengurus acara pernikahan semudah itu apa? Kalau bicara itu tolong difilter dulu!"


Regan mendengus sebal. Mommy nya selalu saja ringan tangan.


"Gimana Nat?" tanya Daddy Arthur.


"Kalau ditanya seperti itu, aku ingin waktunya setelah kakakku melahirkan," jawab Renatta.


"Kapan itu?" Kini Mommy Jessie yang bertanya.


"Sekitar 4 bulanan lagi Mom."


"Oke baiklah, nanti kita cari tanggal baiknya."


"Kayanya kelamaan deh Nat. Kenapa harus menunggu kakak kamu melahirkan?" tanya Regan.


"Aku hanya ingin Kak Nesha kecapean nantinya. Aku juga masih butuh waktu untuk meluluhkan hati Oma kamu. Sepertinya dia sangat dekat sekali dengan Amanda."


"Iya, mereka memang sangat dekat. Apalagi omanya Regan masih berharap Amanda jadi cucu menantunya. Ditambah, kini Amanda sudah bercerai dari Devan," ucap Daddy Arthur.


Renatta terkejut, karena memang ia belum tahu tentang masalah ini. Ia bahkan masih memblokir nomor Devan sampai saat ini.


Sahabat macam apa kamu ini Nat. Masalah sahabatmu saja tidak tahu. Kamu bahkan tidak ada disaat dia bersedih sekarang. Padahal dia adalah orang pertama yang selalu ada saat kamu kesulitan dulu. Maafkan aku Dev.


Renatta memarahi dirinya sendiri di dalam hatinya. Ia merasa jadi teman yang buruk dan tidak berguna.


Mommy Jessie tampak tidak terlalu suka mendengar ucapan suaminya itu. Walaupun Oma Lina memang masih menginginkan Amanda jadi cucu menantunya. Mommy Jessie tetap tidak akan setuju.


"Meskipun Mommy sudah mengenal Amanda sejak dulu. Tapi Mommy tidak akan membiarkan Oma memaksa kamu. Mommy akan mendukung kalian berdua untuk bersama. Lagian Mommy juga tidak terlalu suka dengan Amanda. Rasanya dia itu wanita yang aneh. Bukannya sedih setelah bercerai, dia malah seperti mendekati Oma untuk dekat dengan kamu lagi. Mommy sampai bingung kemana jalan pikirannya. Apa dia pikir, perasaan kamu bisa dengan begitu mudahnya ia dapatkan setelah menyakiti hati kamu?"


Baik Regan maupun Renatta, keduanya hanya diam tak menanggapi ucapan Mommy Jessie. Mereka tak mau membicarakan hal buruk dari orang lain. Cukup mereka saja yang tahu. Tapi kalau nanti sudah keterlaluan, mungkin Renatta tidak akan bisa diam saja.


"Lama-lama Oma juga pasti setuju," ucap Daddy Arthur.


Mereka pun masih mengobrol bersama. Terlihat sudah seperti keluarga yang harmonis. Rupanya Amanda melihat keakraban mereka di balik jendela. Ia mengepalkan tangannya dan menatap Renatta penuh kebencian. Padahal ia yang lebih dulu mengenal mereka, tapi kenapa Renatta yang justru lebih akrab dan kelihatan lebih disukai.


Amanda kembali ke ruang tamu dengan wajah kesalnya.


"Kamu kenapa Manda?" tanya Oma yang melihat wajah Amanda yang ditekuk.


"Renatta, Oma. Sepertinya bukan cuma Regan saja yang dicuci otaknya, tapi Tante Jessie dan Om Arthur juga. Mereka terlihat sangat menyukai Renatta."


Amanda mengadu supaya Oma Lina segera bertindak nantinya.


"Kamu tenang aja, meski mereka setuju, kan masih ada Oma yang belum setuju. Oma masih mendukung kamu."


Amanda tersenyum senang. Lalu memeluk Oma Lina.


"Makasih ya Oma."


"Sama-sama sayang."


*


*


TBC