Take Me To Your Heart

Take Me To Your Heart
AKHIR PEKAN (Part 1)



Mira masih meringkuk dikasurnya. Pagi ini ia dilanda rasa malas. Mungkin karena akhir pekan jadi dirinya bisa tidur sepuasnya tanpa gangguan apapun, terlebih gangguan dipagi hari.


Di setiap hari kerja biasanya Mira bangun pagi sebab alarm di handphone Mira menggumamkan suaranya tepat pukul lima subuh. Tapi untuk akhir pekan alarmnya tidak disetel sama sekali. Mira ingin bebas bangun sesuka hatinya.


Sometimes i run


Sometimes i hide


Sometimes i'm scared of you


but all really want is to hold you tight


treat you right


be with you day and night


baby all i need is time


dering ponsel terdengar nyaring yang membuat tidur Mira terganggu.


Mira meraba - raba mencari benda yang menjadi sumber suara.


Dengan masih setengah sadar Mira menatap layar ponselnya, mencari tahu siapa yang mengganggunya pagi - pagi begini.


Mira menggeser tombol ponselnya dan terdengar suara nyaring sedikit cempreng menyapanya.


"Hallo sayang." Selamat siang. Ucap mama Stella.


Di Jakarta jam masih menunjukan pukul sembilan pagi, sementara di Manado sudah jam sepuluh. Jakarta dan Manado memiliki perbedaan waktu satu jam.


Orangtua Mira tinggal di Manado sedangkan Mira memutuskan tinggal di Jakarta setelah dia mendapatkan pekerjaan.


"Selamat pagi ma." Jawab Mira sambil menguap.


"Ini sudah bukan pagi lagi sayang. Kamu belum bangun ?"


"Di Manado aja yang udah siang. Di Jakarta belum ma." bantah Mira.


"Kamu ini perempuan kok malas sekali sih."


"Ih mama. Jarang - jarang bisa bangun kesiangan kayak gini." Jangan marah - marah mulu ma. Nanti nggak cantik lagi."


"Mama nggak marah sayang. Mama hanya ingin kamu jadi anak rajin setiap hari. Nanti kalau kamu udah nikah dan tinggal sama ibu mertuamu bagaimana ?


Kamunya bakalan susah , terus nanti mama juga ikut terbawa - bawa juga. Entar mama dituding nggak ngajarin kamu lagi." Tutur mama Stella.


"Sepertinya mama terlalu sering nonton sinetron." Batin Mira.


"Iya ma. Rajin setiap harinya nanti aja kalau udah nikah. Kan sekarang belum, jadi nggak apa - apa bangun kesiangan." bantah Mira.


"Kamu ini kalau dikasih tahu selalu aja membantah." Gerutu mama Stella.


"Hehehehee...Maaf ma. I love you... " Bujuk Mira.


Mira tidak pernah keberatan mendengar ceramah mamanya.


Dulu waktu masih tinggal di Manado, setiap hari Mira harus mendengarkan ocehan mamanya itu.


Mira diajarkan harus disiplin waktu, rajin, jujur dan setia oleh kedua orang tuanya.


Itu modal awal untuk berhasil.


Disamping itu Mira juga diajarkan bekerja, mulai dari memasak, beres - beres rumah sampai menanam bunga, obat - obatan tradisional bahkan pohon.


Kakak beradik itu terkadang suka mengeluh, sebenarnya kita ini anak kandung apa anak tiri sih.


Mama Stella hanya menjawab keluhan mereka dengan senyuman manis.


Percayalah sayang, ini semua untuk kebaikan kalian. Kalimat itu selalu mama ucapkan pada Mira dan adiknya.


"Ohya sayang. Bagaimana pekerjaan kamu ?" Tanya mama Stella.


"Lancar ma." Malah dalam waktu dekat ini ada kontrak dengan perusahaan di New York.


"Wah...Syukurlah." Semoga berhasil sayang." Ucap mama Stella.


"Hmm. Terus bagaimana soal calon menantu ? Udah ada belum ?" Tanya mama Stella.


"Ya ela ma. Ujung - ujungnya pasti nanya soal itu lagi." Kalau ada ada pasti dibawa kesana ma. Jawab Mira kesal.


"Hahahaha...." Ok ok. Tapi jangan lama - lama ya. Ingat umur sayang.


"Mira masih muda kali ma." Pokoknya mama tenang aja. Jodoh nggak akan kemana - mana . Kalau udah waktunya pasti nongol sendiri.


"Iya iya." Mama selalu doain kamu supaya kamu berhasil dalam pekerjaan dan juga jodoh. Amin."


"Ohya. Minggu depan rencananya mama mau ke Jakarta." Ucap mama Stella.


"Kenapa mau kesini ma ?" Tanya Mira.


"Mama mau liat kamu aja. Akhir - akhir ini mama sering kepikiran kamu. " Jawab mama Stella.


"Ya ampun ma. Mira baik - baik aja kok. Nggak kenapa - napa." Mama jangan terlalu banyak pikiran. Nanti sakit loh ma.


"Emang mama mau berangkat hari apa ?"


"Masih belum tahu sayang. Ini baru ngecek harga tiketnya."


"Oh ya udah. Nanti mama kabarin Mira ya kapan pastinya datang kesini. Uang tiketnya nanti Mira transfer sebentar ya ma."


"Nggak usah sayang. Ini kan mama baru dapet arisan. Jadi uangnya buat pake beli tiket aja." Kata mama Stella.


"Terus biaya kuliah Mark gimana ? "Tanya Mira.


"Itu udah beres! Uang yang kamu kirim semuanya udah dipake Mark buat bayar kuliah."Jawab mama Stella.


"Oh. Terus bocah itu mana ?"


" Udah berangkat kuliah dari jam delapan tadi."


"Terus papa dimana ma ?"


"Lagi jaga toko.Nanti aja ngobrol nya. Papa kelihatan sibuk, udah ada beberapa pembeli di toko." Kata mama Stella.


Papa Mira sudah pensiun dari pekerjaannya disalah satu perusahaan BUMN di Manado. Uang pensiunan papa diberikan pada Mira untuk melanjutkan pendidikannya, kuliah di Jakarta. Sementara uang yang lain digunakan sebagai modal membuka mini market didepan rumah orang tua Mira.


"Oh. Ok deh kalau githu." Nanti kabarin Mira lagi ya ma kapan mama berangkatnya.


"Iya sayang. Kamu hati - hati ya disana. Baik - baik sama orang biar nggak ada yang jahatin kamu. Terus jangan lupa selalu berdoa.


Doa adalah senjata dan kekuatan untuk menghadapi masalah, tantangan dan ujian.


Doa bisa memberikan harapan dan ketenangan batin sebab doa adalah ibadah.


"Iya ma. Mira akan selalu ingat nasihat mama. i love you ma." Ucap Mira penuh ketulusan.