
"Lalu bagaimana dengan dirimu?"
George mengangkat kedua alisnya.
"Tidak ada yang menarik tentang diriku." Ucap George singkat.
"Kata siapa?" Tanya Mira.
"Hidupku begitu - begitu saja. Semua serba diatur oleh mommy, setidaknya sampai aku lulus sekolah." Jawab George.
"Lalu setelah itu kau berubah menjadi pembangkang."
"Ya, harus kuakui itu benar."
"Ceritakan saja semua tentang dirimu! Meski menurutmu itu tidak menarik, tapi aku tetap akan mendengarkannya." Tutur Mira.
"Kurasa tidak perlu!"
"Nanti kau juga akan bertemu dengan orang tuaku."
"Itu perlu George."
"Jika kau sudah berkomitmen pada sebuah hubungan yang serius, maka langkah awal membangun hubungan itu adalah dengan bersikap saling terbuka."
"Jangan berpikir saat kau terbuka tentang dirimu pada orang lain semuanya akan menjadi berantakan. Itu belum tentu!"
"Kita berdua memang belum tahu pasti apakah kita akan tetap melanjutkan hubungan dan tetap ingin bersama setelah semua ini, tapi biarkan kita mencobanya." Ucap Mira serius.
"Itulah yang aku takutkan."
"Aku takut kau akan meninggalkanku setelah kau tahu siapa diriku sebenarnya." Kata George lirih.
Mira semakin dibuat penasaran tentang pria dihadapannya ini. Pria itu benar - benar misterius. Mira menatap mata hazel pria itu tapi ia sama sekali tidak bisa menebak apa yang dipikirkannya. Pria itu benar - benar bisa menyembunyikan perasaan dan pikirannya dengan baik.
"Mulailah menceritakan tentang keluargamu."
"Daddy dan mommy pasti memiliki nama bukan ?" Ucap Mira sambil tersenyum manis.
Berbeda dengan George. Pria itu menatap Mira dan mengangkat bibirnya sedikit, tersenyum kecut.
"Baiklah."
"Mommy namanya Grace Anna Dorval. Mommy berasal dari Kanada. Dulu mommy seorang model tapi dia harus menghentikan karirnya ketika mommy menikah dengan daddy."
"Daddy namanya Richard Goldsmith. Dia pria yang arogan dan dingin, kecuali pada mommy dan nesa."
"Genesa adalah adik perempuanku. Dia juga masih kuliah. Usia kami terpaut cukup jauh, sekitar sepuluh tahun." Jelas George.
"Sekarang aku tahu darimana sikap aroganmu itu berasal." Ucap Mira.
"Oh Mira, itu bahkan belum apa - apa."
Mira terdiam mencoba mencerna perkataan George.
Ting...Tong... Suara bell berbunyi.
"Siapa yang bertamu malam - malam begini ?" Gumam Mira.
"Mungkin itu Lucas."
"Biarkan aku membuka pintunya." Ucap George.
George berjalan ke arah pintu lalu membukanya, sementara pandangan Mira tak beralih sedetikpun dari pria itu.
Ada sesuatu tentang pria itu dan Mira menyadari bahwa dia semakin penasaran tentangnya. Dia sudah tidak bisa menjauh. Hati dan pikirannya seolah dikunci oleh George.
Ceklek...
Pintu terbuka
Terlihat Lucas menyerahkan satu koper berukuran sedang kepada George, lalu mereka mengobrol sebentar tanpa duduk sambil tetap berdiri diambang pintu. Setelah itu Lucas pergi dan George kembali ke dalam membawa koper berukuran sedang itu.
"Itu apa ?" Tanya Mira.
"Apa kau tidak pernah melihat ini sebelumnya ?"
Ya Tuhan...Mengapa aku selalu saja salah bicara ?!
"Tentu aku pernah melihatnya."
"Maksudku itu milik siapa dan untuk apa itu ada disini ?" Tanya Mira penasaran.
"Ini milikku."
"Ini harus disini karena selama aku di Indonesia aku akan tinggal bersamamu."
"Apa ???"
"Tidak bisa!" Teriak Mira.
"Kau tidak bisa seenaknya seperti itu George!" "Tidak semua yang kau inginkan harus jadi kenyataan! Jika kau selalu memaksakan kehendakmu itu artinya kau egois." Ucap Mira menyadarkan George.
"Aku menikmati setiap kebersamaan dengan dirimu. Aku merasakan sebuah perasaan aneh yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya saat aku didekatmu."
"Aku nyaman berada disisimu. Lagipula kita sudah sepakat untuk saling mengenal bukan ?"
"Kurasa alasan itu sudah cukup membuat aku harus tinggal disini." Ucap George tegas.
🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀
Hallo kakak - kakak...
Jangan lupa di like ya dan tinggalkan komentar kalian 😊😊😊
Terima kasih 💕💕💕