
Jakarta
Siang itu disebuah ruang produksi, kesibukan para karyawan terhenti sejenak. Bagaimana tidak ? Sebuah masalah terjadi, membuat Arifin pemilik perusahaan Star Fashion geram.
"Bagaimana bisa gaun pesanan Luna salah satu model terkenal yang sekarang lagi naik daun tiba - tiba saja menghilang?"
Arifin berteriak meluapkan emosinya.
"Apa gunanya aku memberikan gaji yang tinggi pada kalian jika pekerjaan kalian seperti ini ? Dasar bodoh. Karyawan sialan."
gerutu Arifin.
"Maaf Pak. Saya akan segera mencari dimana gaun itu. Bella berhasil menyerukan suaranya meski dia sendiri merasa ketakutan berhadapan dengan bosnya itu.
Namun mau bagaimana lagi. Bella harus bertanggung jawab terhadap insiden ini. Bisa - bisanya ia tidak fokus bekerja.
"Bagaimana bisa kau mencari gaun itu jika kau masih disini, haaa . . ." seru Arifin dengan menatap tajam kedua mata Bella.
Mendengar perkataan bosnya, Bella segera membugkuk memberikan tanda permintaan maaf lalu dengan cepat ia berlalu dari hadapan bosnya.
"Bisa mati aku jika gaun itu tidak ketemu. Sial."Batin Bella.
Seorang wanita cantik terlihat terpongo - pongo berjalan keluar dari ruangannya. Walaupun wajahnya terlihat seperti menahan rasa sakit tapi itu tidak mengurangi aura cantik yang terpancar dari wajahnya. Wanita itu menghentikan langkahnya tepat dihadapan Arifin.
"Maafkan aku. Ini adalah kesalahanku." lirih wanita cantik itu. Aku akan mencari gaun itu dan aku sendiri yang akan mengantarkannya.
Setelah mengucapkan kalimat itu, wanita itu bergegas kembali ke ruanganya.
"Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Sabar dan berpikir jernih bisa membantumu menemukan solusi." gumam wanita itu dalam hati.
Miranda Starlin adalah nama wanita cantik itu. Miranda Starlin adalah seorang desainer pakaian yang handal. Terbiasa hidup mandiri dan bekerja keras membuat Mira menjadi salah satu desainer yang patut diperhitungkan meski usianya masih muda, yaitu 25 tahun. Mira memiliki sikap lembut dan murah senyum. Karena itu ia mudah bergaul dan cepat akrab dengan siapa saja.
Dan disinilah dia. Bekerja sebagai salah satu desainer di Star Fashion. Perusahaan yang sudah sangat dikenal di seluruh penjuru Indonesia karena produk yang diluncurkan adalah produk yang trendy dan elegan.
Mira tidak bekerja setengah - setengah. Selain merancang pakaian, Mira juga memilih bertanggung jawab sampai pada pengiriman pakaian yang dibuatnya.
Terutama untuk pakaian yang dipesan oleh pelanggan VIP.
Namun tidak dengan hari ini. Karena sakit maag yang dirasakan Mira membuat dia mempercayakan pengiriman gaun yang dipesan Luna pada Bella salah satu asistennya. Tapi keputusannya itu justru mendatangkan masalah. Bella malah menghilangkan gaun itu entah dimana.
"Bella, berikan laporan pengiriman pakaian hari ini padaku. Jangan lupa lampirkan data - data lengkap penerima pakaiannya juga." seru Mira sebelum masuk ke ruangannya.
"Baik bu." Jawab Bella.
Bella masuk ke ruangan Mira dan memberikan laporan yang dimintanya. Dengan cepat Mira berkutat dengan laporan itu. Satu persatu pelanggan dihubungi Mira. Dia memiliki firasat bahwa gaun itu tidak hilang karena dicuri. Ya . . . siapa yang akan berani mencuri disini ? Setiap ruangan dilengkapi dengan CCTV , di tambah keamanan kantor yang super ketat membuat setiap orang bepikir 1000 kali untuk mencuri.
Benar saja, saat menghubungi salah satu pelanggan dan menanyakan apakah ada gaun yang berwarna biru elektrik dengan hiasan payet bunga - bunga terkirim disana, pelanggan itu membenarkannya.
"Baiklah Mira. Aku akan menyimpan gaun ini, seru pelanggan itu dibalik telepon dengan suara malasnya."
Tapi pastikan kau membuatkanku gaun yang lebih indah dari gaun ini.
"Baik Nyonya." Saya pastikan akan membuatkan gaun yang indah untuk Nyonya dan mengirimkannya langsung, saut Mira.
Terimakasih Nyonya, sampai jumpa.
tut tut tut . . . suara telepon terputus.
"Bagaimana bu ? Apa gaunnya sudah ketemu ? tanya Bella.
"Oh... Kau masih disini rupanya. Iya, gaunnya sudah ketemu. Tapi masalahnya gaun itu sedang dalam perjalanan ke Bandung. Jawab Mira.
"Apa ?"
Lalu bagaimana kita mengambilnya bu ? tanya Bella kebingungan.
"Mau bagaimana lagi ? tentu aku harus ke Bandung dan mengambilnya. Jawab Mira.
Aku akan pergi sore ini dan aku akan langsung kembali.
Tolong kau hubungi manager Luna dan katakan bahwa aku akan mengantarkan gaunnya besok sore.
Sampaikan juga permohonan maafku pada Luna.
Oh ya, 1 lagi. Katakan pada Pak Arifin bahwa gaun itu sudah ketemu, dan aku sudah dalam perjalanan untuk mengambilnya.
Setidaknya itu bisa membuat kemarahannya berkurang.
"Baik bu." Jawab Bella disertai anggukan.
Bu Mira memang baik. Bahkan dia mengabaikan sakit perutnya demi tanggung jawab pekerjaan. gumam bella dalam hati.
"Bella berlalu dari hadapan Mira dan segera melaksanakan perintah atasannya itu."
Sementara Mira mulai membereskan barang - barangnya dan bersiap menuju ke Bandung.
(Menghela Napas) "Yakinlah Mira.. kamu pasti bisa mengatasi ini"
Mira menyemangati diri sendiri...