Remember Me

Remember Me
Extra Part - Happy Ever After-



Happy Reading


****


"Mama!"


Cassie yang sudah memasukkan adonan kue ke dalam oven segera memutar kepala saat mendengar suara kedua puterinya. Senyum lebar menghiasi wajah Cassie ketika melihat Beatrice dan Harmione yang berlari dengan kaki mereka yang mungil. Cassie bersimpuh di lantai dan menerima pelukan dari kedua puterinya tersebut.


"Aw.. Anak Mama.." Cassie mengecup pipi Beatrice dan Harmione yang memerah dan sedikit berkeringat secara bergantian lalu menatap penampilan kedua anaknya tersebut. Dia ingat jelas memberangkatkan kedua puterinya itu dalam keadaaaan rapi dan bersih. Namun, apa yang dia lihat sekarang bisa mengundang gelak tawa dari siapa pun. Rambut mereka yang terkucir dua sudah acak-acakan, seragam sekolah mereka sudah tidak pada tempatnya, dan keringat membanjiri wajah keduanya sehingga menimbulkan bau apek, tetapi itu tidak membuat Cassie merasa jijik atau apa pun.


"Hari pertama sekolah menyenangkan?" tanya dia seraya bangkit dari posisi bersimpuhnya dan mengajak keduanya duduk di atas bangku.


Beatrice dan Harmione mengangguk penuh antusiasme lalu mulai menghujani Cassie dengan cerita hari pertama mereka di sekolah. Sembari Cassie mendengar cerita dari kedua puterinya, Christov muncul di dapur dengan membawa dua tas milik Beatrice dan Harmione pada kedua lengannya.


"Papa yang menjemput kalian?"


Keduanya mengangguk lalu Beatrice mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Cassie dengan suara cadelnya.


"Miss Robinson meminta nomor ponsel Papa.."


Mata Cassie terbuka lalu menatap tajam ke arah Christov yang tengah meneguk air mineral.


"Apa?" tanya Christov saat Cassie hanya menatapinya. Cassie beralih kepada kedua puterinya dan berbisik.


"Papa memberikannya?"


Beatrice dan Harmione menggeleng penuh semangat.


"Bagus.. Bantu Mama menjaga Papa kalian. Okay?"


"Siap, bos!" ucap mereka berdua berbarengan dengan melakukan hormat tangan. Cassie tertawa melihat kedua puterinya yang menggemaskan.


"Aw.. Gemasnya anak-anak Mama.."


"Mama, aku lapar.."


"Aku juga.." sambung Harmione dengan sedikit rengekannya.


"Pergilah ke kamar dan minta bantuan pada Bibi Christina untuk membantu kalian berganti pakaian. Bibi Christina sedang ada di ruang baca. Okay?"


"Aunty Christina!" mereka bersorak ria dan buru-buru melompat dari kursi lalu berlari meninggalkan dapur dengan langkah kecil mereka. Setelah mereka menghilang di balik dinding, Cassie menoleh ke arah Christov yang tengah duduk seraya melepaskan dasinya.


"Aku dengar dari anak-anak bahwa Miss Robinson meminta nomor ponselmu?"


Christov mengangkat bahu acuh tak acuh, "Hm.. Guru di kelas anak-anak. Mereka memberitahumu?" ucapnya dengan cengiran lebar.


Cassie menyipitkan mata dan melipat kedua tangannya di depan dada, "Kau nampak bahagia,"


Christov tertawa kecil, "Tentu saja.. Pesonaku ternyata tidak sedikit pun luntur oleh usia.."


"Hm.." Cassie menggosok-gosok telapak tangannya, "Jika kau berani-beraninya menyelingkuhiku, kupastikan memotong alat kela--"


"Bagaimana bisa aku selingkuh darimu?" potong Christov dengan nada geli lalu berdiri menghampiri Cassie. Berdiri di hadapan wanita itu dan menatapnya dengan tatapan penuh arti.


"Bagaimana mana bisa aku sanggup melirik wanita lain saat aku mempunyaimu, Cassie?" gumamnya dengan suara rendah dan Cassie mendorong lembut dada Christov agar menjauh lalu memutar tubuhnya menuju lemari pendingin.


"Jangan menggombaliku," ucapnya dengan nada pura-pura kesal dengan wajah menahan senyum bahagia.


Ah.. Usia pernikahan mereka sudah memasuki tahun ke delapan dan Cassie selalu mendengar berbagai ucapan-ucapan manis dari Christov setiap harinya. Namun, entah mengapa setiap mendengar ucapan manis dan nakal dari Christov tetap membuat Cassie memerah.


"Aku serius," Christov melingkarkan tangannya pada pinggul Cassie yang tengah membuatkan sandwich di meja pantry, "Wajahmu memerah, sayang.."


"Okay.. Okay.. Bisakah kau berpindah sebentar Christov? Aku harus berkonsentrasi penuh membuat makan siang.."


Christov menggeleng, "Aku lapar," ujarnya dengan nada manja.


"Akan aku buatkan sesuatu. Kau ingin apa untuk makan siang?"


"Kau.."


Wajah Cassie semakin memerah dan buru-buru menoleh ke arah Christov dengan tatapan penuh ketidakpercayaan. Dia melepas tangan Christov dari pinggulnya lalu menepuk lembut wajah pria itu dengan tangan kanannya.


Christov bersandar di pinggiran meja pantry dan mengangkat kedua bahunya dalam gerakan acuh tak acuh.


"Aku pengen.."


Cassie memukul lengan pria itu sedikit kuat, "Nanti.. Jangan berpikir yang tidak-tidak karena saudarimu tengah ada di sini," dia memutar tubuh lagi ke bahan sandwichnya dan melanjutkan pekerjaannya. Beberapa saat kemudian, Cassie bisa merasakan tubuh Christov berdiri di belakangnya dan sesuatu yang menonjol menusuk-nusuk bokongnya.


"Aku menunggumu di kamar, sayang,"  bisik Christov dengan nada sen-su-al sembari meremas bo-kong Cassie dengan lembut. Mau tak mau, Cassie menahan napasnya sendiri karena sensasi liar yang langsung dia terima dari perlakuan Christov.


Dia tidak berani memutar tubuh dan tetap pada posisinya seraya mendengar langkah kaki Christov yang semakin menjauh. Saat akhirnya suara langkah kaki itu menghilang, Cassie memberanikan diri untuk memutar tubuh dan melihat arah kepergian Christov. Tangan kanannya ditaruh pada dada kirinya untuk merasakan sendiri detak jantungnya yang berpacu kencang.


"Sial," dia mengumpat pelan dan buru-buru menyelesaikan sandwichnya. Detik dia menyelesaikan lima buah sandwichnya, Cassie mendengar kedatangan Christina bersama kedua puterinya yang sudah berpakaian rapi..


"Hy, guys.." sapanya dengan nada sebiasa mungkin dan mulai melepas apronnya sendiri. Beatrice dan Harmione duduk di kursi makan lalu Cassie menyajikan sandwich tersebut.


"Bisakah kau melihat ovenku sebentar saja? Aku memasak kue," ucapnya pada Christina yang menatapnya dengan tatapan penuh selidik.


"Mau ke mana? Wajahmu memerah begitu.."


Cassie menelan ludahnya dengan susah payah, "Sembelit.." bohongnya dan tanpa menunggu lebih lama lagi, dia meninggalkan dapur dan berlari kencang menuju lantai dua, tempat kamar mereka berada. Sesampainya di depan pintu, Cassie menarik napas panjang dan berusaha untuk tenang.


"Tenangkan dirimu, Cassie.." mengangguk sekali dan tanpa ragu menekan handle pintu yang tidak terkunci.


Cahaya terang dari matahari yang masuk dari jendela kaca menyilaukan mata Cassie dan udara sejuk lautan berhembus. Dia mengedip-edipkan mata untuk menyesuaikan pencahayaan dan menemukan Christov yang berdiri memunggunginya di depan balkon tanpa kemeja. Sadar dengan kehadiran Cassie, Christov memutar tubuh lalu tersenyum miring. Senyum yang membuat perut Cassie dihinggapi ribuan kupu-kupu. Senyum yang membuat tubuhnya gemetar oleh perasaan liar. Mulut Cassie setengah terbuka untuk menikmati keindahan tubuh Christov yang benar-benar terawat.


Oh my.. He's driving me crazy. Batinnya dengan kaki gemetar saat Christov berjalan mendekat ke arahnya dengan langkah pasti. Ototnya bergerak setiap Christov melangkahkan kakinya dan air liur sudah membanjiri mulut Cassie saat ini. Cristov berdiri di hadapannya lalu mengelus wajahnya lembut dengan punggung tangannya yang dingin.


"Akhirnya kau datang, sayang. Time to eat."


*****


"Mama? Lihat! Aku mendapatkan kerang!" teriak Harmione seraya mengangkat tangan kanannya yang memegang kerang.


"Aku juga!"


"Yeah, kids!" teriak Cassie berusaha melawan suara deburan ombak di tepi pantai. Dia menyandarkan kepalanya pada pundak Christov dan menikmati pemandangan matahari yang perlahan terbenam sehingga membuat kedua puterinya nampak seperti siluet.


"Mereka benar-benar menggemaskan.."


"Ibunya saja sangat menggemaskan,"


Cassie tertawa kecil lalu mengecup pipi christov sekilas sebelum akhirnya berdiri. Cassie melepas topi dan kacamatanya kemudian menaruh kedua benda itu di atas tikar piknik.


"Ayo tangkap aku," tantang Cassie dan Christov menurunkan sedikit kacamata hitamnya.


"Kau tahu jelas aku lebih cepat darimu.."


"Hm.. Kali ini pasti akan berbeda."


Christov terkekeh dan akhirnya ikut melepaskan kacamata hitamnya, "Apa yang akan aku dapat jika aku berhasil menangkapmu?"


"Anything.."


(*Apapun)


"Apapun?"


"Yeah," Cassie berjalan mundur menjauhi Christov, "Anak-anak! Lari sebelum Papa menangkap kalian!" teriaknya dan akhirnya memutar tubuh lalu berlari menuju Beatrice dan Harmione.


"Ayo! Lari!" ajaknya lagi dengan teriakan dan kedua puterinya segera berlari begitu melihat Christov yang mulai berjalan ke arah mereka.


"Akan kutangkap kalian semua!" Christov tertawa bak suara monster yang berat kemudian berlari menyusul ketiga keluarganya yang sudah semakin jauh.


Cassie tertawa penuh girang bersama kedua puterinya. Tertawa penuh kebahagian sembari berlari di tepi pantai. Angin lembut menerbangkan setiap untain rambutnya dan cahaya matahari pun perlahan menghilang di balik lautan seolah ikut bertanding bersama mereka. Ke-empatnya berlari.. Berlari bersama menuju masa depan yang lebih indah.


****


Miss Foxxy


Kalau banyak typo, maafkanlah daku. Waktu nulis kepepet bgt 🙌🙌