
×REMEMBER ME×
PART 5
"RAGINIIIIII" teriak Laksh setelah sampai rumah Ragini.
Wanita itu menoleh, Laksh masih mengatur nafasnya.
"KAUU?? SIAPA KAU? DIMANA RAGINI?" teriak Laksh.
Meenu menghampiri Laksh.
"Ragini? Kau mencari janda itu? Dia sudah tidak tinggal disini lagi. Karena ini bukan rumahnya, ini rumah milik adikku. Jadi aku yg berhak untuk tinggal disini"
Laksh membulatkan matanya tak percaya, setau Laksh, Rohit adalah anak yg mandiri, dia berjuang dari nol sampai jadi pengusaha sukses seperti sekarang.
"Ohh.. Jadi setelah adikmu sukses kau baru mengakuinya nona? Dan setelah adikmu tiada kau merebut hartanya yg bukan menjadi hak milikmu itu?"
"Apa maksudmu? Rohit itu adikku, adik kandungku. Jadi akulah yg berhak untuk tinggal di rumah ini dan menguasai seluruh hartanya. Bukan si janda dan anaknya itu. Lagi pula dia tidak berhak atas harta Rohit, anak itu bukan anak kandung Rohit"
"Ohh.. Benarkah? Sepertinya kau telah menyelidiki semuanya saat kau tau bahwa adikmu telah tiada? Jadi kau tiba-tiba kembali untuk mengambil hartanya, bukan begitu?"
Meenu benar-benar geram.
"Pergi kau dari sini, atau akan aku panggilkan polisi karena kau telah menganggu kenyamananku"
Laksh hanya terkekeh.
"Tak sudah kau suruh, aku juga ingin pergi. Kita lihat saja nanti, siapa yg akan angkat kaki dari rumah ini"
Laksh memutar tubuhnya meninggalkan Meenu. Meenu hanya menatap Laksh dengan geram.
***
Di mobil....
Bola mata Laksh terus berputar ke kanan dan ke kiri jalan untuk mencari keberadaan Ragini. Hatinya benar-benar gelisah, bagaimanapun juga Ragini tetap menjadi wanita yg selalu ada di dalam hatinya, wanita yg sampai saat ini masih selalu dia cintai. Dan yg lebih membuatnya gelisah, kini Ragini pergi dengan membawa Arjun yg ternyata adalah anaknya Laksh bukan Rohit. Tapi mengapa Laksh tidak pernah ingat jika dia melakukan hal itu kepada Ragini. Benar-benar dia tidak mengingat akan hal itu. Laksh terus melajukan mobilnya dengan sangat cepat. Dia mencengkram erat stir mobilnya. Pikirannya kalut, hatinya benar-benar amat gelisah.
***
"Ibu.. Kita mau kemana?" rengek Arjun.
"Jangan banyak bertanya Arjun. Ikuti ibu saja"
"Arjun capek bu, Arjun lapar, mau makan"
Ragini mengambil dompet di tas nya itu, matanya membulat saat dompetnya kosong bahkan kartu kredit dan atm nya pun tidak ada.
'Benar-benar keterlaluan dia, bahkan dia sudah menyiapkan segalanya'
Ragini menatap lirih anaknya itu. Arjun terus meringis sambil memegang perutnya yg terasa sangat lapar.
"Ibu.. Kita ke tempat bibi Meethi saja"
"Tidak sayang, ibu tidak ingin merepotkannya lagi"
"Lalu kita akan pergi kemana bu?"
Tiba-tiba sebuah tangan menarik lengan Ragini.
"Akhirnya aku menemukanmu, Ragini" ucapnya.
"Pamaann" teriak Arjun.
Bocah kecil itu langsung berlari menghampiri Laksh dan memeluknya erat.
Laksh menggendong tubuh Arjun.
"Ayoo Ragini.. Ikut denganku.. Sebentar lagi akan turun hujan.. Kasian Arjun"
Ragini tak menjawab, dia heran dengan sikap Laksh yg tiba-tiba berubah menjadi sangat ramah, berbeda dengan Laksh yg dia temui kemarin.
"Hei, apa yg kau pikirkan? Ayoo ikut aku"
Laksh melangkahkan kakinya dengan cepat memasuki mobilnya, Ragini membuntuti Laksh dari belakang.
Ragini sedikit canggung duduk di samping Laksh, dengan memangku Arjun.
"Kita mau kemana Laksh?" tanya Ragini memecah keheningan diantara mereka, karena Arjun sudah terlelap.
"Ke apartemen ku, nanti kau dan Arjun tinggal saja disana untuk sementara waktu"
"Tapi Laksh...."
"Jangan menolak, aku sudah tau jika kau di usir oleh kakaknya Rohit"
Ragini menatap lirih ke arah Laksh yg masih fokus mengendari jalannya.
"Apa kau sudah tau mengenai semuanya?"
Laksh hanya mengangguk.
"Arjun anakku, kan?"
Ragini terdiam, dia memalingkan wajahnya.
"Kau tenang saja, aku tak akam merebut kebahagiaanmu. Aku hanya ingin memperbaiki kesalahanku di masa lalu saja. Anggap saja ini adalah sebuah penebusan dosaku kepadamu"
Ragini menelan ludahnya. Dia sedikit kecewa Laksh mengatakan itu, dia berpikir jika Laksh masih mencintainya dan mau menerimanya kembali, tapi Ragini memang terlalu banyak berharap, Laksh hanya melakukannya sebagai penebusan dosa saja.
'Maafkan aku Ragini, aku tidak pantas untuk hadir kembali di hidupmu. Aku takut jika aku masuk kembali ke hidupmu malah akan menambah masalah baru bagi hidupmu. Aku tak ingin kau dan Arjun menderita lagi. Aku sangat mencintaimu, Ragini' batin Laksh.
To be continued...