
×REMEMBER ME×
PART 1
"Sayang. Ayo cepat bangun nanti kau akan terlambat masuk ke sekolah" teriak Ragini.
Tapi Arjun masih saja terlelap dan memeluk gulingnya.
"Arjun, apa kau tidak dengar ibu bilang apa? Cepat Nak, bangun. Ayo bersiaplah berangkat ke sekolah"
Ragini menarik tangan Arjun dan menggendongnya menuju kamar mandi, Ragini membuka kaos Arjun dan menyiramnya dengan air. Arjun langsung membuka matanya.
"Dingin.. Ibu.. Bbrrrr"
Ragini hanya terkekeh.
"Kau bersiaplah lalu turun ke bawah yah"
Arjun terdiam dan merajuk.
"Arjunnn"
"Iya ibuuu"
Ragini keluar dari kamar Arjun.
"Rohit, apa kau sudah siap?"
Rohit masih mengutak-atik laptopnya.
"Hei, sayang. Apa kau sudah siap?"
"Sudah, apa kau tidak lihat aku telah memakai kemejaku"
Ragini memperhatikan tubuh Rohit.
"Astaga! Dasimu belum kau pasang, sayang"
Ragini mengambil dasi dan memasangkannya di kerah baju Rohit.
"Arjun dan kau sama saja selalu bergantung kepadaku, jika aku tiada bagaimana? Kenapa kalian tidak bisa mengurus diri kalian sendiri sih" keluh Ragini.
Rohit langsung memeluk tubuh Ragini.
"Hei, kau ini bilang apa? Baru tadi pagi kau mengatakan jika kau telah mencintaiku, kini kau mengeluhkan sikap manjaku"
Ragini hanya terkekeh, Rohit menangkup wajah Ragini dengan tangannya. Dia mendekatkan wajahnya untuk mencium Ragini. Ragini memejamkan matanya.
"AYAAAAHHH" teriak Arjun.
Ragini menahan tawanya sementara Rohit hanya mendengus kesal.
"Hei.. Anak itu tak bisakah dia menunggu sebentar saja di luar sana, setidaknya membiarkan ayah dan ibunya berciuman sebentar" kesal Rohit.
"Sudah sana, pergi"
Rohit hanya mengangguk. Ragini menatap kepergian suami dan anaknya itu.
"Mungkin memang sudah waktunya aku membuka hatiku untuk Rohit"
Ragini tersenyum, dia mengambil sesuatu di atas lemarinya, sebuah kotak yg sangat besar. Dia menatap benda-benda yg ada di dalam kotak itu, dia mengambil selembar foto, dia menatapnya lirih dan meneteskan airmatanya.
"Kau jahat.. Kau benar-benar jahat.. Padahal aku selalu menunggumu, bertahan untukmu. Tapi selama lima tahun kau tak pernah memberiku kabar. Kau jahat, Laksh"
Ragini menaruh kembali foto Laksh ke dalam kotak itu. Dia lalu menutup kotak itu dan menaruhnya kembali ke atas lemarinya.
"Ternyata kau memang tak pernah bisa membuka hatimu untukku, Rag. Kau masih mencintai dirinya, padahal aku sangat bahagia saat kau mengucapkan jika kau mencintaiku, tapi ternyata aku salah. Hatimu selalu terpaut oleh dirinya dan kenangan manis tentangnya"
Rohit tadi memutar kembali mobilnya untuk mengambil berkas yg tertinggal, namun yg dia lihat sungguh membuat hatinya sakit.
Rohit pergi kembali menuju kantornya. Dia mengemudikan mobilnya dengan sangat gelisah. Pikirannya selalu tertuju pada Ragini yg masih belum bisa menerima kehadirannya. Rohit terus melamun.
"Aaaaaaaaa"
Mobil Rohit menabrak sebuah tiang listrik di pinggir jalan.
***
"Maaf nyonya, nyawa pasien tidak dapat di selamatkan"
Ragini menjatuhkan dirinya.
"ROHITTTT" teriaknya.
Ragini menghampiri Rohit dan memeluknya erat. Memeluk tubuh Rohit yg sudah terbujur kaku.
"AAYYAAAHHH" teriak Arjun.
SKIP...
Ragini masih bersedih atas kematian suaminya itu, tubuhnya melemah dan hanya terdiam.
"Ragini" ucap seseorang.
Ragini langsung menoleh.
"Kakakkk"
"Ssstt berhenti menangis, Raginiku adalah gadis yg kuat yah"
"Kak mengapa di saat aku mulai membuka hatiku untuk Rohit, Dewa malah mengambil nyawa Rohit. Nampaknya Dewa memang tak ingin melihatku bahagia" Ucap Ragini dengan masih menangis.
To be continued....