Remember Me

Remember Me
JAGOANKU



×REMEMBER ME×


PART 9


"Lupakan aku Laksh. Kita tak akan pernah bisa bersatu" ucap Ragini pelan.


Ragini melepaskan tangan Laksh, dia lalu berlari meninggalkan Laksh yg masih bersimpuh.


Laksh tak menyangka jika Ragini akan menolaknya. Dia bangkit dan memukulkan tangannya ke tembok hingga tak terasa darah mengalir dari punggung tangan Laksh itu.


Laksh terdiam dan duduk di kursi taman itu dengan *** rambutnya.


"AAAARGGGGHHHHH" teriaknya.


***


Ragini termenung dengan menatap wajah anaknya itu. Dia mengelus pipi Arjun dan meneteskan airmatanya.


"Maafkan aku Laksh, tapi aku sudah berjanji kepada ibumu, jika aku tidak akan lagi menganggumu dan hadir kembali di hidupmu"


Ragini merebahkan kepalanya di tepi ranjang Arjun dan mulai memejamkan matanya.


***


"Laksh" panggil Dhruv pelan.


Dhruv langsung meraih tangan Laksh yg terluka.


"Laksh.. Apa yg terjadi padamu?"


Laksh hanya terdiam, dia lalu memeluk tubuh sahabatnya itu.


"Ragini.. Dia tidak memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahanku, dia malah menjauhiku" ucapnya lirih.


Dhruv terdiam, dia menepuk pelan bahu sahabatnya itu.


"Kau sabarlah Laksh, berikan dia sedikit waktu untuk berpikir. Mungkin ini terlalu cepat bagi dirinya"


Laksh melepaskan pelukannya, dia masih menangis, airmatanya benar-benar tak dapat dia bendung.


"Ayoo ikut aku, kita obati dulu lukamu agar tidak infeksi nantinya"


Laksh hanya mengangguk.


***


"Ibuuu" ucap Arjun pelan.


Ragini membuka matanya perlahan saat mendengar Arjun memanggilnya.


"Kau sudah sadar sayang, akhirnya"


Ragini langsung memeluk tubuh Arjun.


"Pagi Arjun. Hai Ragini" sapa Dhruv.


Ragini menatap heran, mengapa Dhruv yg datang bukan Laksh, dia terus bertanya dalam hatinya. Apa mungkin karena peristiwa semalam Laksh jadi menjaga jarak dengannya.


"Bagaimana keadaanmu, Nak. Apa kau sudah merasa baikan?" tanya Dhruv.


Arjun hanya mengangguk.


"Kepalamu, apakah masih terasa sakit?"


"Iyah dok"


Dhruv mengelus lembut poni Arjun.


"Jangan terlalu banyak gerak yah sayang, sampai luka jahitan di kepalamu benar-benar kering"


Arjun hanya mengangguk.


"Dhruv, dimana Laksh?"


Pertanyaan itu keluar sendiri dari mulut Ragini.


Dhruv hanya tertawa.


"Dia tidak masuk Ragini, dia sedang tidak enak badan"


Ragini hanya mengangguk.


"Laksh? Maksud pak dokter, paman Laksh?" tanya Arjun bersemangat.


"Iyah sayang, dokter Laksh. Dia juga seorang dokter sepertiku"


"Benarkah? Dimana dokter Laksh, Arjun ingin bertemu dengannya"


"Dia sedang sakit sayang, jadi dia tidak masuk bekerja. Kau tau dari kemarin dokter Laksh yg menolongmu, dia yg mengoperasimu, dia juga yg menemanimu sampai ibumu datang" jelas Dhruv.


Perkataan Dhruv membuat hati Ragini menjadi perih.


"Dokter Laksh memang yg terbaik"


Dhruv hanya tersenyum.


"Arjun kau harus minum obatmu dengan teratur yah, jika tidak nanti dokter Laksh akan marah kepadamu"


Arjun hanya mengangguk dan tersenyum.


Dhruv mengedipkan matanya kepada Ragini. Ragini masih terdiam di posisinya.


"Ibu.. Aku ingin minum" rengek Arjun.


Ragini langsung mengambil air dan memberikannya kepada Arjun.


Ragini terus melamun memikirkan keadaan Laksh.


***


"Nak, apa kau baik-baik saja?"


Laksh tak menjawab, dia masih terlelap.


"Ibu tenang saja, tidak akan terjadi sesuatu kepada Laksh" ucap Adars.


"Aku takut jika dia melakukan hal yg nekat"


"Tidak bu, hal itu tidak akan terjadi. Ibu tenang saja"


***


"Terimakasih Zain, Bye"


Ragini menutup ponselnya, dia lalu menghampiri Arjun.


"Apa kau membutuhkan sesuatu, Nak?"


Arjun menggeleng.


"Arjun rindu paman Laksh"


Ragini hanya terdiam, dia mengelus pipi Arjun.


"Besok dia pasti akan kesini sayang"


"Kenapa harus besok, Bu?"


"Tadi kan dokter Dhruv bilang jika dia sedang sakit, sayang"


"Tapi bu.."


"AKU DISINI" teriak Laksh yg tiba-tiba datang.


Arjun tersenyum sangat bahagia. Ragini menatap lekat wajah Laksh yg terlihat sangat pucat.


Laksh menghampiri Arjun dan memeluknya.


"Kau sudah sadar, sayang?"


Arjun hanya mengangguk.


"Aku merindukanmu, paman"


Laksh hanya tersenyum.


"Paman, kenapa tangan paman panas sekali"


Laksh hanya tersenyum.


Ragini menatap lekat wajah Laksh yg terlihat sangat pucat.


"Kau pucat sekali Laksh, kenapa kau memaksa untuk kesini?"


Laksh menoleh.


"Apa salah jika aku merindukan Arjun, apa kau juga melarangku untuk bertemu dengannya?"


Ragini hanya terdiam.


"Jagoanku, kau hebat. Kau sangat hebat. Jangan banyak gerak dulu yah sampai jahitan di kepalamu mengering"


Arjun hanya mengangguk.


"Paman, aku sangat merindukanmu"


Arjun memeluk erat tubuh Laksh.


"Apa kau tega memisahkan kami?" tanya Laksh pelan.


Ragini hanya terdiam, dia memalingkan wajahnya.


"Eheeemmm"


Ragini menoleh saat mendengar suara deheman seseorang.


"Bulbul"


Ragini langsung memeluk erat tubuh Bulbul.


"Hei Ragini, kau mengapa menangis?"


Ragini langsung menghapus airmatanya.


"Keluarga yg bahagia" ucapnya pelan.


"Astaga Laksh! Wajahmu pucat sekali"


Laksh hanya tersenyum.


"Kau harusnya istirahat dulu di rumah Laksh"


"Aku merindukan Arjun, aku ingin bertemu dengannya"


"Uhh manis sekali.. Kau memang ayah yg bertanggung jawab Laksh"


"Ayah?" tanya Arjun.


Bulbul menghampiri Arjun dan mengelus pipinya.


"Iya sayang.. Laksh memang ayahmu, ayah kandungmu" ucap Bulbul.


Ragini dan Laksh saling lirik. Ragini menundukan kepalanya.


"Jadi paman Laksh, adalah ayah Arjun?"


"Iyah sayang, benar!"


Arjun menatap tajam wajah Laksh dan Ragini.


'Paman Laksh, adalah ayah kandungku? Kenapa ibu menyembunyikannya dariku?' batin Arjun.


"Ibu apa benar yg dikatakan bibi Bulbul, jika paman Laksh adalah ayah kandungku?" tanya Arjun.


Ragini hanya terdiam, dia menundukkan kepalanya dan memejamkan matanya.


To be continued...